Golden Hour

Golden Hour

  • WpView
    Leituras 388,878
  • WpVote
    Votos 37,247
  • WpPart
    Capítulos 28
WpMetadataReadMaduroConcluída ter, jul 2, 2024
(COMPLETED) What is golden hour? The period of time just after sunrise or just before sunset when the light is infused with red and gold tones. Tepatnya, periode yang terjadi beberapa menit sebelum atau sesudah matahari terbit, sederhananya ketika bias cahaya merah langit yang tampak lebih hangat dengan corak emas memukau di atap langit yang luas. Tapi, golden hour bagi Keano Haidar adalah waktu di mana gelapnya malam memeluk seluruh asa dan mimpi. Di malam hari, ada banyak elemen langit yang seolah ikut menemani. Menatap bulan, menunggu bintang jatuh hingga duduk diam memandang kerlap-kerlip ribuan lampu dari jendela kantor, turut membuat malam hari lebih bermakna. Lalu tiba-tiba ia bertemu dengan seseorang yang secara perlahan ikut menambah makna berarti dari golden hour. "Orang gila mana yang zaman sekarang masih nungguin bintang jatuh? Jam segini tuh tidur, bukan malah berdiri di pinggir jalan kayak gini! Anak jalanan apa gimana?" Pertemuan pertama yang memancing emosi memang. Tapi, itu awal dari perjalanan mereka.
Todos os Direitos Reservados
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • MANUSIA DONAT; SEBUAH PROYEK TERBENGKALAI
  • CRUSH HOUR /TAMAT
  • Tasha! (A Sequel of Pakdhe!)
  • Cinta Itu Polos?
  • IGNITES (END)
  • The Bringer of Destruction - [#BURNER 1]
  • You're Mine
  • Mr. Black (END)
  • Five Seconds Before The Dawn

Duluuuuu, sewaktu masih kerja jadi konsultan pendidikan di daerah Jakpus, iseng-iseng saya bikin oret-oretan buat ngisi waktu. Semacem cerbung lah, alias cerita kaga nyambung. Inspirasinya dapet dari kolom "Asal Usul" Almarhum Kang Harry Roesli, dan Pakde Umar Kayam (almarhum juga) , yaitu "Mangan Ora Mangan Kumpul". Ada juga sih bumbu dari kolom :"Nah Ini Dia" POSKOTA, tapi cuman dikiiit, he he he. Dimulai kira-kira sebelas atau dua belas tahun yang lalu, putus nyambung, lalu vakum sampai pagi ini. Kenapa? Gak dapet inspirasi, sibuk cari makan, banyak pikiran, ngejar dunia padahal bohong, dan akhirnya kehilangan diri sendiri. Ataaauu, udah nggak patah hati lagi? Au ah gelap. Yang pasti, sisi kreatif dan romantis makin terkikis, tergilas roda jaman dan prioritas ekonomi. Berawal dari tadi malam, secara sengaja saya melewati jalan dan sudut-sudut tempat saya dulu pernah berdiri dan lewati. Ada yang hilang, terasa familiar sekaligus asing di saat bersamaan. Sambil bejek gas di kecepatan 80 km perjam, tiba-tiba datanglah inspirasi. Pokoknya nih oret-oret mau gua terusin lagi. Mau garing kek, mau maksa kek, bodo amat. "BECAUSE IT IS MY LEGACY" Karena hardisk bisa jebol, usb bisa corrupt, sekarang jamannya cloud, menn!! Belasan tahun lalu, tentu saja belum ada bbm, whatsapp, instagram, path, dan segala rupa media sosial yang bikin kita cupu dalam kehidupan nyata. Jangan heran kalo ada beberapa bagian yang terdengar jadul dan out of date, he he he. Inget, kalo anda menyangka bahwa ini adalah refleksi kehidupan nyata sang penulis atau orang lain, berarti itu pitnah belaka.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo