NASTABALA

NASTABALA

  • WpView
    Reads 106
  • WpVote
    Votes 36
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Oct 3, 2023
Ziya Ishana Kirana. Sang gadis cantik yang penuh dengan luka. Meskipun hidup di keluarga kaya raya, tapi Ishana sama sekali tidak pernah mendapatkan kasih sayang dari orang tua nya. Ia memang tinggal di rumah mewah yang isi nya barang-barang yang sangat mahal dan sangat mewah. Tapi, bukan itu yang Ishana inginkan. Ia hanya ingin orangtuanya tau bahwa, Ishana itu anaknya yang masih butuh kasih sayang dari mereka. Ishana memiliki sahabat yang selalu menemani nya. Mahesa Alsaki Arsyanendra. Atau sering di sebut, Esa. Ia adalah orang satu-satunya yang paling mengerti dengan keadaan Shana. Tempat tinggal mereka tidak begitu jauh, masih berada di komplek yang sama. Mereka berdua sama-sama sakit dalam keluarga. Tetapi, beruntung nya Esa yang masih memiliki sosok ayah yang sangat menyayangi nya. Kalau ada waktu luang. Shana sering sekali ke rumah Esa untuk melepas rindu dengan ayah yang sudah ia anggap sebagai ayahnya juga. ____________ "Esa, kira-kira kita bakal gini terus nggak, yah."ujar Shana sambil memandang langit malam yang indah dengan bintang yang bertaburan menghiasi langit gelap malam itu. "Iya dong. Kita itu sahabat, selama nya. Jangan sampai ada rasa di antara kita, ya. Soalnya itu sakit."sahut Esa yang duduk di sampingnya. _______ "Esa, kangen mama."ucap Shana sambil menyenderkan kepalanya di pundak Esa. "Kamu yang sabar, ya. Mungkin mama sama papa kamu sibuk banget di sana, makanya mereka nggak bisa pulang."ujar Esa sebisanya menenangkan. ______ Mereka telah bersahabat sejak lama. Jadi, akankah persahabatan mereka akan terus selama-lamanya? _______ follow me, 🦕 vote me comment for me bye byee
All Rights Reserved
#125
langit
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Aksara Lingga
  • TWO SOULS [SELESAI]
  • DANADYAKSA
  • ABOUT LIFE
  • RAHSYA UNTUK NAURA
  • NEVER CHANGE ME & YOU
  • ALENA SHANKARA AZELA
  • GRIZLEN {On Going}
  • My Beloved Revenge [END]
  • BUMANTARA

"masa iya anak SMA ngacak - ngacak pikiran gue?" ..... "Tolong saya sekali lagi dong pak, penguntit gila itu masih ngikutin saya. Please pak" tangannya mengatup dengan memohon agar pria itu membantunya lagi. "Oke! Sini ikut saya" Pria dewasa itu menyambar baju panjang dan lengan Lingga. memepetkannya di tembok dekat ruang ganti. "Kamu diam ikuti saya" katanya dengan tegas. .... Hani menengokkan kepalanya setelah melihat pria didepannya bersemangat melempar bola basket kedalam ring di timezone. kini ia mendapati kawannya, Lingga ternganga pada pria yang akhir - akhir ini mengisi kekosongan hidupnya. serta gadis yang berada pada ujung kanan lingga -Shenna juga terpana atas ketampanan pria brewok itu. "Gila ganteng banget anjir" Lingga masih tak mengedipkan mata dan terus memandangi. "iya woeeyy!" Hani mengiyakan. "sadar guys, umurnya 30" sedangkan Shenna yang tak dipungkiri juga merasakan hal yang sama. hanya saja dirinya sajalah yang realistis dan tetap pada batas wajar. .... "Pak Aksara Pernah dugem?" mata lingga menatap Aksara menyelidik. mencoba mencari jawaban pada manik mata miliknya. .... "Apa ayah tidak kesepian?" mobil golf melaju sedang. membawa dua penumpang, Ayah dan anak yang sudah lelah bermain golf tersebut. "rumah sebesar itu, setiap hari isinya hanya pelayan?" Lingga mengamati wajah ayahnya yang mulai keriput. entah sejak kapan garis itu muncul. mata milik ayahnya mirip sekali dengan miliknya. tidak belo dan tidak cipit. sedang. "Kenapa kamu tanya gitu?" "Ayah tampak menyedihkan" kalimat yang Lingga buat, selalu berhasil membuat ayahnya tertegun. untuk menyalahkan tak sanggup, dan membenarkan pun akan lebih menyakitkan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines