Japan Putus Ame

Japan Putus Ame

  • WpView
    Reads 25
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Sep 19, 2023
Semoga kalian senang cerita ku hehehe~ Japan:aduh siapa sih!! Ame:aduhhh Japan kamu sekolah di sini Tumben kamu sekolah di sini tapi Kita gk bertemu ya pas waktu itu Japan: iya sih... Ame: kamu knp kok tiba-tiba langsung diam sih kamu ada masalah kan? Japan: gpp kok watashi cuma sedih Cuma kangen seorang kok... Ame:ohhh kalo ada masalah nanti bilang Sama aku ya nanti aku akan selalu bantu Kok Japan: gk usah kok aku bisa sendiri Kamu gk perlu seperti gini... Ame: hmmm yaudah deh kalo begitu Tunggu kita masuk kelas saja Nanti kita di hukum Japan: oke Setelah masuk di kelas TIBA-TIBA DATANG ANAK BARU NAMANYA RUSSIA DIA PEREMPUAN?! Bapak gru: anak-anak kalian punya Teman baru Russia: hay nama ku Russia aku anak Baru di sini semoga kalian mau Mau jadi teman bersama ku Ame: japa
All Rights Reserved
#398
cina
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • [END] Puncak Hati
  • [✓] Setelah amnesia, dia ditipu oleh mantan suaminya
  • ✓ Jadilah Baik, Jangan Takut Padaku
  • 🌵Lu Chengzhou and Gu Mang (√)🌵

Akun baru @translatenovel [NOVEL TERJEMAHAN] No Edit Judul: Puncak Hati Author: Tian Ruyu Shunyin dan Mu Changzhou tidak akur satu sama lain ketika mereka masih muda. Shunyin bermartabat dan tidak banyak bicara. Pada kesempatan langka ketika mereka bertemu, dia hanya mengikuti orang lain dan memanggilnya dengan sopan dan jauh: "Kakak Kedua Mu." Mu Changzhou berumur 17 tahun itu. Dia adalah seorang Jinshi dan terkenal di ibu kota. Pada perjamuan malam di Qujiang, banyak sekali keluarga kaya yang ingin merekrutnya sebagai menantu mereka, bahkan ayahnya pun tertarik untuk menjodohkannya. Shunyin hanya melirik orang lemah dan berkulit putih di tengah kerumunan dari kejauhan, lalu menggelengkan kepalanya: "Dia dan aku bukanlah orang yang sama." Sejak saat itu, keduanya terpisah satu sama lain, dan di sanalah tidak ada persimpangan. Diharapkan masing-masing dari mereka akan memiliki masa depan yang cerah ....    Tidak pernah terpikir, ketika bertemu lagi setelah bertahun-tahun, keduanya tidak lagi sama seperti dulu. Dia tidak pernah berpikir bahwa suatu hari, dia akan membiarkan dia memanggilnya "Erlang" dengan lembut. "Sekarang kamu dan aku berada di halaman yang sama."

More details
WpActionLinkContent Guidelines