Story cover for DEAR D by Elfzxchix_008
DEAR D
  • WpView
    Reads 53
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 4
  • WpView
    Reads 53
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 4
Ongoing, First published Sep 16, 2023
Langit pandang lah sebagai langit, jangan kamu rasa ingin memeluknya. Jika kamu rasa tidak sanggup memilikinya, jangan. 
-Ust. Agam Fachrul-
All Rights Reserved
Sign up to add DEAR D to your library and receive updates
or
#206kisahanaksekolah
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 10
Cinta Tak Terbatas Waktu (On Going) cover
TOGETHER cover
Langit Langit Damaskus Bersaksi  cover
Laskar Pemimpi || NCT Dream (on going) cover
Tersurat dalam Sujud (ON GOING) cover
Langit Setitik Cahaya cover
Gus Pilihan Sang Abi cover
MY LIFE IS MY CHOICE  cover
Be Mine [Terbit] cover
Diary Alisa ( End ) cover

Cinta Tak Terbatas Waktu (On Going)

20 parts Ongoing

Seorang santriwati yang baru lulus dari sekolah sekaligus pesantrennya langsung diboyongkan oleh sang kakak laki-lakinya. Alisa memilih mencari pekerjaan untuk membantu keluarganya daripada berkuliah seperti teman-teman yang lainnya, meski dalam hati dirinya juga menginginkan hal tsb. "Mba Al.. semoga kamu bisa nyusul kita ya.." kata Intan teman Alisa. "Amin... Doain ya mba tan.." balas Alisa. Setelah hampir 2 bulan lulus, akhirnya ia pergi ke kota menemui Hesti tantenya,yang sedang bekerja disana. Pertama kali terjun didunia pekerjaan, menyesuaikan diri dengan lingkungan baru juga orang baru. "Ternyata kerja selelah dan letih ini, bagaimana dengan ayah dan bunda yang kerjanya diladang panas-panasan... Ya Allah lancarkanlah jalan hambamu ini untuk membahagiakan orang yang Alisa cintai dan sayangi" gumam Alisa sambil meminum tehnya di ruang keluarga Hesti. Gaji untuk seorang pemula masih belum seberapa, Alisa berniat cepat mendapatkan banyak uang untuk diberi ke keluarganya. Namun banyak rintangan dan lika-liku kehidupan yang diberi tuhan untuknya. Ekonomi, teman, keluarga, cinta dan spiritual menjadi satu. "Kamu siapa?" Tanya Alisa kepada seorang gadis yang duduk di ruang pemanggang roti sendirian. "Kamu lupa?" Balasnya malah bertanya kembali ke Alisa sambil menatap datar kearahnya.