Kerinduan Shandy

Kerinduan Shandy

  • WpView
    Reads 323
  • WpVote
    Votes 32
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Apr 21, 2024
"Abang gak ingin adik-adik nya abang jadi seorang penyanyi karena abang tau itu gk ada gunanya lagi" -Shandy "Gue gk masalah kalo kalian mau ikutan jadi penyanyi yang penting kalian gk ninggalin tanggung jawab kalian sebagai adik dan pelajar" -Gilang "Aku senang jika kakak ku melarang apapun yang menurutnya salah tapi aku kecewa ketika apa yang menurutku benar tapi selalu dilarang olehnya" -Fenly "Hobi ku main basket tapi aku menyukai hobi naik gunung tapi kenapa bang shandy selalu melarang aku untuk mengikuti studytour yang berbau dengan alam?" -fajri "Aku ingin hobi ku ini disukai oleh abangku ini dan mereka menyukai semua karyaku aku ingin bang Shandy menyukai hobiku ini" -zweitson "Aku rindu abang aku yang dulu suka bernyanyi bersamaku aku ingin kenangan itu terulang kembali" -Fiki
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Suamiku Amnesia (REPOST)
  • Lightning dark story
  • The Maze End [SELESAI]
  • ✔️TURNS OUT YOU ARE THE BEST FOR MY LIFE!
  • Become Baby Boy✓
  • Sehari Untuk Selamanya
  • New Possessive Family
  • A R S E A N A
  • sraddah (on going)
  • My boy's //UN1TY

Follow dulu sebelum baca! Naila yang sejak dulu selalu menerima hinaan dari Darel terpaksa harus menikah dengan pria itu akibat mereka kepergok warga sekitar tengah berbuat hal tidak senonoh di dalam mobil. Saat itu Naila terpaksa menerima tawaran Darel untuk menjadi jalang pribadinya demi sang Ibu. Pada akhirnya mereka memutuskan untuk menikah diam-diam, bahkan tanpa sepengetahuan orangtua Darel. Sampai suatu hari Darel tiba-tiba hilang ingatan. Apakah Naila akan memanfaatkan kesempatan ini untuk kabur dari kekangan Darel yang hanya menganggapnya sebagai pemuas nafsu saja? Atau justru memilih bertahan sembari membantu Darel mengingat kembali tentang pernikahan rahasia mereka. "Bayi ini anakmu, Nai?" -Darel- "Iya." -Naila- "Siapa ayahnya?" -Darel- "Kamu tidak perlu tahu!" -Naila-"Kenapa anakmu begitu mirip denganku? Oh, atau jangan-jangan dia adalah anak dari papaku? Cih, jadi sekarang kamu menggantikan ibumu menjadi simpanan papaku? Dasar tidak tau malu, ibu dan anak sama saja!" -Darel- "Bagaimana bisa kamu langsung menyimpulkan kalau anak ini adalah anak dari papamu? Hanya karena anak ini begitu mirip denganmu? Dasar gila!" -Naila- "Sudahlah, jangan mengelak lagi. Sudah pasti dia adikku, dasar murahan!" -Darel- "Terserah, capek ngomong sama batu. Tapi yang pasti, anak ini bukan anak dari papamu!" -Naila-

More details
WpActionLinkContent Guidelines