Kerinduan Shandy

Kerinduan Shandy

  • WpView
    Membaca 327
  • WpVote
    Vote 32
  • WpPart
    Bab 11
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Min, Apr 21, 2024
WpInfo
Fiksi
Fantasi
"Abang gak ingin adik-adik nya abang jadi seorang penyanyi karena abang tau itu gk ada gunanya lagi" -Shandy "Gue gk masalah kalo kalian mau ikutan jadi penyanyi yang penting kalian gk ninggalin tanggung jawab kalian sebagai adik dan pelajar" -Gilang "Aku senang jika kakak ku melarang apapun yang menurutnya salah tapi aku kecewa ketika apa yang menurutku benar tapi selalu dilarang olehnya" -Fenly "Hobi ku main basket tapi aku menyukai hobi naik gunung tapi kenapa bang shandy selalu melarang aku untuk mengikuti studytour yang berbau dengan alam?" -fajri "Aku ingin hobi ku ini disukai oleh abangku ini dan mereka menyukai semua karyaku aku ingin bang Shandy menyukai hobiku ini" -zweitson "Aku rindu abang aku yang dulu suka bernyanyi bersamaku aku ingin kenangan itu terulang kembali" -Fiki
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Brothers
  • Dear Fenly || Un1ty
  • Suamiku Amnesia (REPOST)
  • Hai, Kak! (END)
  • A R S E A N A
  • sraddah (on going)
  • my idol is an sweet brother
  • TRAUMATIZED🪽(END)
  • ASAVELA KIARA
Brothers

"Kay! Pikirin lagi deh ide gila lo ini! Masa gue sama Ray harus pake seragam begituan. Lo sih enak masih pakai seragam Ray. Gue dan Ray gimana?" Aku dan kedua saudara kembarku sedang berdiskusi di kamarku. Ini pernah dilakukan seminggu yang lalu saat Kay mengatakan ide gilanya kepadaku dan Ray. "Gak bisa Fay! Kan udah kesepakatan." Kay itu keras kepala. Mungkin karena merasa lahir lebih dulu, jadi dia selalu ingin menang sendiri. "Tapi kan lo bisa tukeran sama Ray tanpa harus melibatkan gue Kay!" aku protes sedangkan Ray diam saja. Dia benar-benar lamban. Sampai-sampai perempuan yang mendekatinya saja dia tidak menyadarinya. Itu karena kelambanan otak berpikirnya. "Gak bisa Fay sayoong! Ray itu gak bisa basket. Dia itu atlet renang. Jadi selama dia sekolah di tempat gue nanti, dia bakalan kalah terus kalau tanding sama yang lain. Bisa-bisa reputasi gue hancur gara-gara permainan basketnya yang parah." Aku tahu Ray memang tidak suka berlari, karena itu dia tidak suka bermain basket denganku dan Kay. Kalau kita bertiga sedang bermain bersama, Ray lebih memilih menonton aku dan Kay yang sibuk mencuri bola drible. "Lagipula kesepakatan terakhir itu mutlak setelah kita mengundinya. Jadi ini gak bisa diganggu gugat lagi. Besok kita mulai penyamaran. Gue jadi Ray, lo Fay jadi gue, dan Ray jadi lo Fay." Kay sudah memulai sikap otoriternya. Kalau sudah begini, aku dan Ray hanya bisa pasrah. Semoga Ayah dan Bunda tidak menyadarinya. Ayah mungkin tidak akan menyadarinya tapi Bunda sepertinya harus diwaspadai.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan