Story cover for Kerinduan Shandy by Defa_chewyyy
Kerinduan Shandy
  • WpView
    Reads 321
  • WpVote
    Votes 32
  • WpPart
    Parts 11
  • WpView
    Reads 321
  • WpVote
    Votes 32
  • WpPart
    Parts 11
Ongoing, First published Sep 18, 2023
"Abang gak ingin adik-adik nya abang jadi seorang penyanyi karena abang tau itu gk ada gunanya lagi" -Shandy

"Gue gk masalah kalo kalian mau ikutan jadi penyanyi yang penting kalian gk ninggalin tanggung jawab kalian sebagai adik dan pelajar" -Gilang

"Aku senang jika kakak ku melarang apapun yang menurutnya salah tapi aku kecewa ketika apa yang menurutku benar tapi selalu dilarang olehnya" -Fenly

"Hobi ku main basket tapi aku menyukai hobi naik gunung tapi kenapa bang shandy selalu melarang aku untuk mengikuti studytour yang berbau dengan alam?" -fajri

"Aku ingin hobi ku ini disukai oleh abangku ini dan mereka menyukai semua karyaku aku ingin bang Shandy menyukai hobiku ini" -zweitson

"Aku rindu abang aku yang dulu suka bernyanyi bersamaku aku ingin kenangan itu terulang kembali" -Fiki
All Rights Reserved
Sign up to add Kerinduan Shandy to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
Brothers by eMikoe
12 parts Complete
"Kay! Pikirin lagi deh ide gila lo ini! Masa gue sama Ray harus pake seragam begituan. Lo sih enak masih pakai seragam Ray. Gue dan Ray gimana?" Aku dan kedua saudara kembarku sedang berdiskusi di kamarku. Ini pernah dilakukan seminggu yang lalu saat Kay mengatakan ide gilanya kepadaku dan Ray. "Gak bisa Fay! Kan udah kesepakatan." Kay itu keras kepala. Mungkin karena merasa lahir lebih dulu, jadi dia selalu ingin menang sendiri. "Tapi kan lo bisa tukeran sama Ray tanpa harus melibatkan gue Kay!" aku protes sedangkan Ray diam saja. Dia benar-benar lamban. Sampai-sampai perempuan yang mendekatinya saja dia tidak menyadarinya. Itu karena kelambanan otak berpikirnya. "Gak bisa Fay sayoong! Ray itu gak bisa basket. Dia itu atlet renang. Jadi selama dia sekolah di tempat gue nanti, dia bakalan kalah terus kalau tanding sama yang lain. Bisa-bisa reputasi gue hancur gara-gara permainan basketnya yang parah." Aku tahu Ray memang tidak suka berlari, karena itu dia tidak suka bermain basket denganku dan Kay. Kalau kita bertiga sedang bermain bersama, Ray lebih memilih menonton aku dan Kay yang sibuk mencuri bola drible. "Lagipula kesepakatan terakhir itu mutlak setelah kita mengundinya. Jadi ini gak bisa diganggu gugat lagi. Besok kita mulai penyamaran. Gue jadi Ray, lo Fay jadi gue, dan Ray jadi lo Fay." Kay sudah memulai sikap otoriternya. Kalau sudah begini, aku dan Ray hanya bisa pasrah. Semoga Ayah dan Bunda tidak menyadarinya. Ayah mungkin tidak akan menyadarinya tapi Bunda sepertinya harus diwaspadai.
Dear Fenly || Un1ty by elen_rue
24 parts Complete
Sama halnya seperti semburat warna pelangi Gugusan bintang di langit dan aurora Borealis Beberapa entitas indah memang diciptakan untuk dipandang Bukan untuk diraih apalagi dimiliki Bagaikan mengharap pakistan bersatu dengan India Jangankan kasih sayangnya, perhatian darinya saja tak dapat ku miliki Ini bukan bagaimana aku mengisahkan cerita cinta dalam hidupku, kisah ini tak berisi bagaimana aku bertemu gadis cantik karna tak sengaja menabraknya atau tak sengaja satu kelas dengan dia, kemudian kami saling jatuh cinta dan bahagia. Tidak ini jauh dari kisah seperti itu. Aku ingin menceritakan kebohongan mamaku yang mengatakan kalau semua akan baik-baik saja. Aku ingin menceritakan kebohongan mama yang katanya akan menemaniku selamanya dan aku juga ingin menceritakan kebohongan mama tentang bagaimana indahnya memiliki saudara. Aku tak mengerti bagaimana bisa wanita yang paling ku percaya tega membohongiku, aku masih tak mengerti bagaimana Tuhan menuliskan kisahku ke arah mana, ia memberiku air mata tapi sepertinya lupa menuliskan kata bahagia, setelah semua kebohongan itu ku terima, setalah takdir itu Tuhan mainkan kehidupanku banyak berubah. Kepedihan dan penderitaan mulai tertarik untuk singgah. Meninggalkan rumah, dan tinggal dengan manusia-manusia random akan menyenangkan pikirku, hingga aku lupa jika salah satu dari mereka adalah sumber luka yang nyata. Sia-sia aku lari ternyata luka itu turut mengikuti, ingin mencoba membenci tapi aku tak akan pernah sanggup perangi. Hingga kini luka itu abadi dalam hati.
T E R B U N U H   S E P I  || Z W E I T S O N •• U N 1 TY || E N D by tirachennel
31 parts Complete
aku adalah seorang yang sedikit rumit, perasaan ku sangat sensitif. aku tidak suka di bentak, aku tidak nyaman saat seseorang berkata pada ku dengan nada tinggi. aku lebih suka di nasehati dari pada disalahkan. aku lebih suka di ingat saat aku berbuat salah, aku lebih suka di bimbing dari pada dihardik dengan cacian. aku di didik untuk selalu diam, saat mendengar omongan kasar dari orang tua ku. aku tidak diperbolehkan untuk menyampaikan pendapat ku. sebab itulah Kamu harus mencari tau? aku suka memberikan sinyal melalui kode kode kecil dari pada menyatakan isi hati ku. maka aku harap kau akan selalu bisa menyadari hal itu. aku terbiasa mengalah, karena itu lah aku akan terus bertanya "aku kau anggap apa? apa aku adalah saudara kalian? apa aku Bagian keluarga ini? apa aku diharapkan?" banyak yang ingin aku tanyakan, tapi aku hanya memastikan bahwa memang benar akulah yang kau inginkan. karena di tengah perjalanan aku di paksa kembali untuk mundur dan berjalan sendiri. ketika aku pergi, aku akan benar benar pergi. maka aku pasti kan dulu perasaanmu itu kalau memang benar benar kalau aku adalah beban. karena untuk kali ini, aku ingin bisa berjuang sampai akhir. bukan hanya sekedar datang, ini bukan tentang singgah. ini adalah tentang bagaimana kita membentuk sebuah rumah. • • °Attention!!° Cerita ini murni karangan saya sendiri, hanya nama yg di pakai sama, watak, cerita, umur dan layar hanya fiktif. mohon juga untuk pembaca untuk bijak dalam membaca, dalam cerita ada unsur kekerasan dan banyak Kalimat kasar yg tercantum di dalam nya mohon maaf dan bisa memakluminya. Start = 15 Oktober 2023 Finished = 13 Desember 2023 Update = 25 November 2023 End update = 2 Februari 2024 Terima kasih.....🖤🖤🖤 Sekian follow 🙃🙃
You may also like
Slide 1 of 10
Brothers cover
✔️TURNS OUT YOU ARE THE BEST FOR MY LIFE! cover
New Possessive Family  cover
sraddah (on going) cover
Run Away (Jakarta) cover
Dear Fenly || Un1ty cover
Suamiku Amnesia (REPOST) cover
T E R B U N U H   S E P I  || Z W E I T S O N •• U N 1 TY || E N D cover
A R S E A N A cover
TRAUMATIZED🪽(END) cover

Brothers

12 parts Complete

"Kay! Pikirin lagi deh ide gila lo ini! Masa gue sama Ray harus pake seragam begituan. Lo sih enak masih pakai seragam Ray. Gue dan Ray gimana?" Aku dan kedua saudara kembarku sedang berdiskusi di kamarku. Ini pernah dilakukan seminggu yang lalu saat Kay mengatakan ide gilanya kepadaku dan Ray. "Gak bisa Fay! Kan udah kesepakatan." Kay itu keras kepala. Mungkin karena merasa lahir lebih dulu, jadi dia selalu ingin menang sendiri. "Tapi kan lo bisa tukeran sama Ray tanpa harus melibatkan gue Kay!" aku protes sedangkan Ray diam saja. Dia benar-benar lamban. Sampai-sampai perempuan yang mendekatinya saja dia tidak menyadarinya. Itu karena kelambanan otak berpikirnya. "Gak bisa Fay sayoong! Ray itu gak bisa basket. Dia itu atlet renang. Jadi selama dia sekolah di tempat gue nanti, dia bakalan kalah terus kalau tanding sama yang lain. Bisa-bisa reputasi gue hancur gara-gara permainan basketnya yang parah." Aku tahu Ray memang tidak suka berlari, karena itu dia tidak suka bermain basket denganku dan Kay. Kalau kita bertiga sedang bermain bersama, Ray lebih memilih menonton aku dan Kay yang sibuk mencuri bola drible. "Lagipula kesepakatan terakhir itu mutlak setelah kita mengundinya. Jadi ini gak bisa diganggu gugat lagi. Besok kita mulai penyamaran. Gue jadi Ray, lo Fay jadi gue, dan Ray jadi lo Fay." Kay sudah memulai sikap otoriternya. Kalau sudah begini, aku dan Ray hanya bisa pasrah. Semoga Ayah dan Bunda tidak menyadarinya. Ayah mungkin tidak akan menyadarinya tapi Bunda sepertinya harus diwaspadai.