On The Day I Leave

On The Day I Leave

  • WpView
    Reads 212
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Feb 3, 2024
Malam tadi merupakan malam kelam yang akan dikenang. Setiap detik, setiap jam, setiap hari, setiap tahun yang terjalani di neraka ini, menjadi kenangan buruk yang tak akan bisa mereka lupakan. Ditinggalkan, dan meninggalkan. Keduanya memang menyakitkan, namun lebih menyakitkan lagi ketika harus memilih salah satu dari dua pilihan tersebut. Ingin bertahan, tetapi rasanya sudah tidak sanggup lagi. Ingin menyerah, tetapi mereka tidak mendapat izin dari Yang Maha Kuasa. Apa yang harus mereka lakukan di neraka tempat mereka tinggal ini? Bertahan, atau... Menyerah?
All Rights Reserved
#26
allofusaredead
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Could you be a home for me? [TAMAT]
  • Mencari Cinta Sejati (END)
  • Bound To Protect
  • Deksa 's Diary
  • The Hell Four Floors
  • Teh Malioboro: Screams Of The Pain!?
  • School scandal 1: Virus-J
  • [Complete] Fate in Chains

[SEASON 1] "Ada luka yang tidak terlihat, tapi terasa di setiap tarikan napas. Ada trauma yang membungkam tawa, membekukan dunia, dan membuat seseorang takut percaya pada cahaya. Dibalik sebuah senyuman, tersimpan dunia yang hampir runtuh." Bagi Atlana, hidup adalah perjuangan tanpa akhir melawan bayang-bayang masa lalu yang membeku di setiap sudut pikirannya. Dunia terasa bising, dingin, dan kejam-tak pernah benar-benar memberinya ruang untuk sekadar bernapas. Sementara itu, Kalan-seorang pemuda yang menanggung sunyi seperti beban di punggungnya-tak pernah mengira bahwa pertemuan singkat dengan Atlana akan mengubah jalannya, mengaburkan batas antara kesendirian dan ketergantungan. Ini bukan kisah tentang keajaiban cinta, melainkan tentang dua jiwa yang terluka, saling menemukan tempat berlindung di tengah reruntuhan diri. Tentang bagaimana kehadiran satu orang mampu meretakkan kabut kelam, dan tentang bagaimana, di dunia yang penuh luka dan kehilangan, kebahagiaan tetap bisa tumbuh... dengan cara paling sederhana, namun paling menyakitkan. Sebuah cerita tentang jatuh, tersesat, bertahan, dan akhirnya-belajar hidup kembali dengan sebuah rumah yang lebih layak. __ Revisi : 27, April, 2025

More details
WpActionLinkContent Guidelines