My Youth

My Youth

  • WpView
    LECTURAS 23
  • WpVote
    Votos 4
  • WpPart
    Partes 2
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación jue, sep 28, 2023
"Maaf Ay" Dua kata yang diucapkan Jay, tapi otak Niena malah memproses dan mengartikannya dengan kalimat "Kita udahan yah Ay". Neena menarik nafas dalam, berusaha mengurangi sesak didadanya tapi sepertinya tidak berefek sedikit pun karena rasa itu tetap ada. Dadanya tetap merasa sesak. "Kak..." Ucapan Neena terhenti, tidak tahu harus berkata apa. Ingin berkata jika pria didepannya tidak bersalah. Namun, sepertinya percuma karena didepanya, Jay seakan menggambarkan isi hatinya. Wajahnya sendu, menyiratkan rasa bersalah dan menyesal dalam waktu bersamaan. Entah sejak kapan Jay meneteskan air mata. Padahal tak jarang Neena disebut cengeng oleh orang-orang disekitarnya, karena hampir setiap saat menjadi yang pertama menangis. Tangan Neena terangkat, mengusap pipi jay, yang terus mengalirkan air matanya pada kedua pipinya. "Aku nggak apa-apa kak. Wajarkan buat salah?, apalagi diusia kita yang sekarang" Niena berucap dengan senyum yang ia usahakan dan bibir yang bergetar dengan kedua matanya yang berkaca-kaca. Didepannya Jay hanya menggeleng. "Kita sampai disini aja yah Ay" Ucapan Jay yang disertai dengan isakan. Mendengarnya membuat air mata yang sedari tadi ditahan Neena mengalir. "Kak, Please" Neena mengambil satu tangan Jay dan menggenggamnya. Mencoba menahan pria yang ada didepannya. "Nggak bisa Ay, Aku-"Jay menarik nafas dalam, "Kalau ngeliat kamu, aku semakin merasa bersalah Ay" Mendengar itu, Neena semakin yakin jika mereka benar-benar hanya bisa sampai disini, ditempat ini. Semuanya benar-benar berakhir di antara mereka berdua. Sampai di sini kisahku saat masih remaja, saat masih muda, saat yang sangat menyedihkan saat itu. Namun, bisa dikenang sembari tersenyum dan sesekali tertawa karena sesuatu yang jika dipikir-pikir ternyata konyol.
Todos los derechos reservados
#2
myyouth
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • BEFUDDLES (SELESAI)
  • Harapan tak Stabil (ONE SHOOT-COMPLETED✔)
  • Felicity [On Going]
  • NYAMAN [Proses Revisi]
  • AILAH(END)✅
  • TCP [2] : "Reflection"
  • How to Burn the Bad Boy (END)
  • Gula - Gula
  • Diary Ayra: Cerita Cinta SMA
  • RAISEN

Spin off Arunika's World dan SHAGA BISA DI BACA TERPISAH FOLLOW SEBELUM MEMBACA *** "Lo mau nggak pacaran sama gue?" Snowy. "Gue nggak mau pacaran sama lo. Gaya pacaran kita beda. Gue nggak suka main di luar, gue lebih senang habisin waktu di rumah. Kencan? Nonton? Malam mingguan? Chating 24 jam? Telponan sampai ketiduran? Nggak ada, gue nggak bisa. Gue lebih senang kurung pacar gue di kamar, nonton, ciuman, pelukan, sampai ketiduran. Udah," jelas Aghas, mata cowok itu menatap lekat mata Snowy yang berkedip-kedip lugu. Snowy terdiam, jadi Aghas pacarannya begitu? Kurung pacarnya di kamar, tahu-tahu bunting pas keluar? Astaga! Kenapa cowok itu bringas sekali? Satu tangan Aghas menyentuh dagu Snowy, mencapitnya lembut agar gadis itu mau menatapnya. Selama beberapa detik, Aghas nikmati kesalah tingkahan gadis itu atas tindakannya. "Jadi gimana?" "Gimana apa?" "Mau nggak pacaran sama gue?" *** April, 2022. Destharan. Cover by taasdesign.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido