Surga Allah Yang Ke-3

Surga Allah Yang Ke-3

  • WpView
    Reads 154,942
  • WpVote
    Votes 7,483
  • WpPart
    Parts 27
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Feb 5, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
[ISLAMI]-[ROMANCE]⚠️ Habibie Keenan Al-Baihaqi, atau yang akrab disapa Gus Habibie di lingkungan pesantren, adalah sosok yang dihormati karena ilmunya. Di kota besar seperti Jakarta, ia dikenal dengan sebutan Kiyai Keenan, bukan hanya karena kebijaksanaannya, tetapi juga karena perannya dalam meneruskan perjalanan sang abah sebagai seorang Kiyai. Dengan penuh keikhlasan, ia berdakwah dari satu masjid ke masjid lainnya, menyampaikan pesan kebaikan di tengah kesederhanaan hidupnya. Meskipun berasal dari keluarga miskin, ia tak pernah berhenti berjuang dengan doa dan harapan. Hingga suatu hari, di Masjid Furqon, ia bertemu dengan sosok wanita yang selama ini hanya hadir dalam mimpinya. Terkejut dan tak ingin kehilangan kesempatan, Gus Habibie bertekad untuk segera meminangnya sebelum pria lain mendahuluinya. Wanita itu adalah Manna Wa Salwa, sosok yang tak hanya memikat dengan kecantikannya yang luar biasa, tetapi juga dengan kecerdasan, kemandirian, dan kesuksesannya. Dijuluki sebagai "wanita karir", Manna telah mengukir namanya di berbagai belahan dunia sebagai pemilik ratusan perusahaan butik, hotel, hingga restoran bintang lima. Di balik segala kemewahannya, Manna tetaplah wanita yang sederhana dalam hati, yang mencari cinta sejati di tengah hiruk-pikuk dunia bisnis. Kisah mereka adalah tentang dua dunia yang bertemu kesederhanaan dan kemewahan, keimanan dan ambisi duniawi. Akankah cinta mereka bisa menyatukan perbedaan, atau justru menjadi ujian yang harus mereka lewati dengan keimanan? Hmm penasaran bukan?, tunggu apalagi, Follow, Baca, serta Vote dan berikan komentar positif kalian. 🪄🌻 Setiap penyakit ada obatnya, dan obatnya dosa-dosa adalah istighfar. Jangan lupa Sayyidul Istighfar ya!🩷
All Rights Reserved
#194
karier
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ALIF (TERBIT)
  • Cinta Kafa (On Going)
  • MANA JANJI MU GUS?!
  • SAYA BUKAN SEORANG GUS
  • GUS ASLAN IMAMKU
  • Pernikahan Impian
  • Gus Your Mine!
  • Mahligai Cinta [END]✓
  • Semanis Cinta Mas Santri

[FOLLOW SEBELUM MEMBACA] Apakah seorang anak Kiai harus bisa menjadi penerus kepemilikan pesantren? Ya. Namun, berbeda dengan seorang Haafiz Alif Faezan. Mahasiswa lulusan sarjana kriminologi yang memilih karier sebagai polisi reserse. Sebuah kasus membawa Alif bertemu kembali dengan gadis yang ia cari selama sepuluh tahun ini. Gadis kecil yang pernah ia dekap dalam keadaan sekarat, sekarang tumbuh menjadi perempuan cantik nan penuh kejutan. Pertemuannya dengan sang gadis membawa kemudahan bagi Alif dalam menyelidiki kasus tersebut. Sama halnya, mudah bagi Alif untuk jatuh hati dengan Lahya Deemah, gadis berusia 18 tahun. "Lahya ini anak kecil, mana boleh menikah dengan Gus yang umurnya jauh di atas Lahya?" "Boleh. Bapak kamu sudah merestui." "Apa yang Gus inginkan dari anak kecil seperti Lahya?" "Izinkan saya membimbing kamu dalam dekapan hangat, sampai selamat ke tangan Tuhan." "Tapi, Lahya sudah bertunangan." "Apa yang kamu tunggu dari sebuah penantian yang dia tawarkan, Lahya? Sedangkan saya di sini menawarkan kepastian, namun tak kunjung kamu beri jawaban. Saya semakin takut tenggelam dalam mata itu dan hafalan Quran saya tertinggal mengambang. Sejatinya yang haram takkan mungkin menjadi halal dan suci. Maka dari itu jadilah halal bagi saya, dan saya akan selalu suci untuk bisa menyentuhmu seperti kalam-Nya." '__'__'__' ⚠️DILARANG KERAS MELALUKAN PLAGIASI BERKEDOK TERINSPIRASI⚠️ ⚠️Hak cipta dilindungi Allah Ta'ala⚠️ [Disarankan untuk tidak membaca cerita ini di tempat umum. Dikarenakan dapat mengalami gejala baper, salting, senyum-senyum sendiri, menangis dan emosi disatu waktu] '__'__'__' Start : Juli 2023 End : September 2024

More details
WpActionLinkContent Guidelines