We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
BULAN DAN SEMESTANYA

BULAN DAN SEMESTANYA

  • WpView
    Reads 93
  • WpVote
    Votes 14
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Aug 6, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
Cerita ini tentang seorang remaja dengan segala huru hara kehidupannya. Kerap kali manusia memang akan melewati sebuah pilihan, ntah perihal apapun itu, yang pasti harap akan datang paling terbaik. Banyak yang bilang bahwa hidayah itu harus di jemput, tidak untuk ditunggu, karena sejatinya manusia tidak pernah tahu bentuk panggilan Tuhan itu seperti apa, dan bentuknya bagaimana. Manusia hanya bisa menebak, tapi tidak tahu yang sebenarnya bagaimana. Tuhan maha tahu apa yang hambanya sedang lewati, lewat ikhtiar pertolongannya akan selalu ada. Percayalah. Ingat Kata Yura Yunita. Jalan yang jauh jangan lupa pulang Pesan-pesan yang selalu saja terngiang Ku terbang jauh, kepak tak berbilang Lewati awan dan angkasa tak berbayang. Selamat membaca cerita ini! Semoga, setiap alurnya bisa bertabur manfaat! 🌻
(CC) Attrib. NonComm. ShareAlike
#116
sekolahan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Senja Yang Sunyi
  • [ON GOING!] Berbisik Ke Bumi
  • AKALA ; My heart beats for Miss
  • SELESAI (Say Goodbye)
  • RAYGARA (SELESAI)
  • Untuk Ayah
  • PESAN UNTUK RAYAN
  • Rindro (SELESAI)
  • DI HARI KELULUSAN
  • Naura & Lukanya

Arunika, gadis ceria yang selalu tampak kuat di hadapan teman-temannya, menyimpan luka yang tak terlihat. Di rumah, ia merasa asing dengan kedua orang tuanya-seolah menjadi tamu di tempat yang seharusnya ia sebut rumah. Kakak yang paling ia sayangi telah pergi meninggalkannya, membuat rumah terasa semakin sepi. Satu-satunya tempatnya bersandar adalah sang oma, wanita yang selalu menghangatkan hatinya dengan kasih sayang tanpa syarat. Namun, takdir kembali menguji Arunika. Evan, sosok yang ia percaya akan selalu ada, justru membuatnya kecewa. Dan ketika dunia terasa semakin berat, oma yang paling ia miliki pun pergi meninggalkannya selamanya. Di sekolah, Arunika masih mencoba tersenyum, seolah tak ada yang terjadi. Ia berusaha tetap tegar, meski hatinya perlahan terkikis oleh kehilangan demi kehilangan. Namun, di balik senyum yang ia tunjukkan, ada satu tempat di mana ia bisa benar-benar menjadi dirinya sendiri-danau yang tenang, tempat pelariannya dari dunia yang terus melukainya. Di tepi danau itulah, Arunika merangkai ulang kepingan hatinya yang hancur. Tapi, sampai kapan ia bisa bertahan? Akankah Arunika mampu melewati semuanya dan menemukan kembali cahaya di hidupnya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines