_simbol itu...??_ (part 2)

_simbol itu...??_ (part 2)

  • WpView
    Reads 14
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Mar 19, 2015
“Hayo, Rena dan Yuda…. Sini nak” seorang pria dewasa memanggil mereka. Seraya saling berhadapan, 2 anak kecil itu bertanya “yaa, kami datang” “Rena, kamu pamitan dulu sana dengan Yuda…” “kita hendak kemana ayah?” isak tangis mulai membasahipipi gembil Rena.. “sementara kita pindah nak, ke London ya” Perpisahan tiada sanggup tertahankan, isak tangis pelukan memecah antara Rena dan Yuda… “gendut, ini buat kenang-kenang an… Nanti, cepat kembali ke sini yaaa” “iya, nanti aku segera kembali” “janji, jangan pernah lupain aku” Mereka berpelukan penuh kasih sayang… Meski terkadang, pertengkaran menjadi bumbunya… *** Ku tersenyum sembari membayangkan tubuh gendut nan tambun itu… “Hay Yud!!! Gila loe… asal ngacir aja pas penelitain katak” Johan, sahabat terbaikku mengagetkan fantasi yang tengah ku nikmati bersama heningnya hamparan rerumputan hijau… “Eh, loe Johan… Sorry bro, I was busy now” sembari ku tersenyum menepis rasa terkejut yang sempat menyelimuti diri ini… “Ah, loe Yud!!! Eh loe di cari Salsa, Rita dan Ambar tuh… Gila loe yee, fans cewek loe berjibun” Ku tepuk pundah sahabat baikku “untuk kali ini, semua gadis gue serahin ke loe” Ku berlalu tinggalkan Johan yang tetap berdiri menatapku dari kejauhan sambil menggelengkan kepala…
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Changed Life
  • Laura Lateranita Putri Victor
  • TENTANG SEPASANG
  • AMORE (Strong Woman)
  • Husband chosen by parents [PondPhuwin] [BxB]✔️[Complete]
  • KANG ADI SEKSI
  • NIKMATNYA PACAR TEMAN SENDIRI

Halo, gue Reza Lingga Diputra. Biasa dipanggil Rez, anak 17 tahun yang lagi menikmati masa SMA dengan kehidupan yang, jujur aja, nggak terlalu seru. Kalau ini dijadiin cerita? Beuh, siapa juga yang mau baca? Sampai akhirnya... Ardan datang. Cowok 22 tahun itu tiba-tiba muncul dalam hidup gue, dan tanpa sadar, dia membawa kisah yang nggak pernah gue bayangkan sebelumnya. --- - Potongan Cerita - Pukul tiga pagi, kamar Jendra sunyi. Cahaya lampu tidur yang temaram menciptakan bayangan samar di dinding, sementara AC menghembuskan udara dingin yang menusuk kulit. Ardan menggeliat kecil, lalu berbalik-dan tanpa sengaja, tubuhnya bersentuhan dengan seseorang. Reza. Bocah itu, entah sadar atau tidak, memeluknya dari belakang. Lengan Reza melingkar di pinggangnya, napasnya teratur dalam lelap. Ardan sempat terdiam, bisa saja ini cuma refleks karena udara dingin. Tapi anehnya, ia tak ingin melepaskan pelukan itu. Perlahan, ia membalas. Tangannya terulur, mengacak-acak rambut Reza dengan lembut. "Dasar bocah satu ini," gumamnya pelan, senyum tipis tersungging di bibirnya. --- Mau tahu kelanjutannya? Jangan lupa vote dan lanjut baca!

More details
WpActionLinkContent Guidelines