_simbol itu...??_ (part 3)

_simbol itu...??_ (part 3)

  • WpView
    Membaca 80
  • WpVote
    Vote 0
  • WpPart
    Bab 1
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Kam, Mar 19, 2015
*** Ku berlari kecil menuju parkiran yang tidak jauh dari arah ku berjalan… Mobil Alpard putih kesayanganku telah menungguku dengan setia… Sebuah mobil yang ku beli dari hasil jerih payahku bermain piano dan tentunya suntikan dana kedua orang tuaku yang super tajir…. Tak berselang lama… “Mas Yuda, nanti sore sibuk gak? Jalan lagi yuk…” Suara teriakan Bella sempat buatku terperanjat… Nada rayuan khasnya mulai buatku merinding… “Ah, Bella… mengagetkanku saja… Duh, kita lihat nanti saja deeh” ku kabari” tampak tersirat rasa kecewa pada wajah Bella. Dia pun segera berlalu tinggalkanku tanpa sepatah kata terucap dari bibir mungilnya. *** Nada over the horizon kembali bordering… “Yuda, kamu dimana? Aku udah nyampek 2 jam lalu” suara Rena terdengar sangat asing… “oh iya Rena, bentar lagi ku sampai bandara… Kamu jalan saja lurus, belok kanan nah di sana ada bermacam makanan khas Indonesia… Ku masih di jalan” berbohong memang awal yang baik bagiku. “okay” Rena pun menutup telponnya. Sejujurnya ada rasa penasaran, dari mana dia memperoleh nomor ponselku? Segera ku kemudikan mobil kesayanganku… Siang terik panas sang mentari membuatku takut terbakar olehnya… *** Lampu merah lalu lintas menghambat perjalananku menuju Bandara… Terlihat jelas olehku, seorang wanita paruh baya menjual beberapa kuntum bunga mawar yang masih segar… Ada rasa iba yang tiba-tiba hadir… Segera ku beli 30 kuntum keseluruhan bunga mawar yang di jual olehnya. Nampak dari balik kaca spion, senyuman bahagia Nampak jelas dari raut wajah rentanya yang tiada muda lagi oleh berjalannya waktu.. *** Telah setengah jam ku berkeliling area tempat berjualan aneka makanan di Bandara, namun tidak ada satu pun wanita dewasa yang bertubuh gendut…
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Dark Tales From Deep In The KEBUN DJENGKOL (TAMAT)
  • Amor Eterno
  • Penguasa Alam Ghaib
  • AFTER TASTE✅️
  • Lain Dunia (Tamat)
  • My Duchess / End
  •  Amelia Watson x reader
  • the other side
  • cinta dingin sang ketos

(BASED ON TRUE EVENT) **** Ini adalah kisahku saat mengikuti perkemahan PMR Regional provinsi. Dimana lokasi yang ditempati merupakan tempat pembantaian terbesar PKI dimasanya. Kisah kelam korban di masa lalu membentuk entitas kengerian ditempat itu. Sosok-sosok yang masih tak terima saat dibantai karena ketidakadilan memenuhi lokasi area bekas Belanda tersebut. Disini mereka menanti. "Kebun Djengkol". **** BRAKKK... Tiba-tiba pintu itu menutup dengan sendirinya. Spontan aku yang kaget langsung berlari menjauhi. Ketika melewati tembok jalan keluar bilik kamar mandi, aku tak sengaja menabrak seseorang. "Cuk!!!" Awalnya pemuda itu sempat marah, namun ekspresinya berubah saat melihat wajahku yang sudah pucat pasi. Aku pun bengong sepersekian detik. Bukan, bukan karena terpesona melihat wajah orang tampan layaknya adegan film-film romantis remaja. Namun aku berusaha menenangkan diri dari sisa ketakutan. Pemuda itu menatapku dengan ekspresi yang susah dimengerti. "Kamu nggak apa-apa?" tanyanya kemudian. "Nggak apa-apa. Maaf nggak sengaja nabrak". "Kenapa? Habis liat hantu ya?" "Ah ituu ..." "Kuntilanak ma setan bocahnya masih ngeliatin kamu tuh." Ucapnya santai. Dadaku kembali berdegup kencang sambil mengumpat lirih. Kini aku ganti memandangnya lekat. Dan pemuda itu membalas reaksiku dengan menyipitkan mata. "Apa?" Tanyanya kemudian. "Kamu bisa liat kan 'mereka' kan?" "Liat apa?" Aku sedikit melangkah mendekatkan diri sembari berbisik "Demit" Pemuda itu sempat terbahak. Lalu tiba-tiba menjulurkan sebelah tangannya. "Aku Aji." ****

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan