_simbol itu...??_ (part 4)

_simbol itu...??_ (part 4)

  • WpView
    Reads 12
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Mar 19, 2015
Lelah kurasakan… Segera ku menduduki sebuah kursi kosong yang tersedia tepat di depan seorang wanita yang sangat cantik berparas mempesona, mata belo’, hidung memanjang mancung, bibir tipis, bulu mata lentik, alis mata bagai bulan sabit, rambut tergerai hitam legam menawan hati, dia mengenakan sebuah blazer berwarna merah muda di padukan dalaman berwarna putih serta rok mini motif mawar, dan sepatu stiletto merk Komaladi… Sempurna.. “Maaf, boleh ku ikut menduduki kursi ini?” sapaku… “ya silahkan” dia menjawab tanpa menatapku justru asyik menikmati bakso di hadapannya… “wah, istrinya cantik mas… masnya juga ganteng, serasi” seorang pelayan memberikan pesanan minumanku berkomentar. Malu ku di buatnya “maaf bu, dia bukan istri saya” sanggahku… Si ibu penjual pun berlalu pergi tinggalkan kami sembari melempar senyuman padaku, seketika bulu kudukku berdiri melihatnya… *** Lama menanti, kesabaranku kian menipis… Ku tekan nomor ponsel Rena “halllo…!!! Rena kamu dimana? Ku udah di sini selama 1 jam” Ternyata seorang wanita di hadapanku tersenyum sambil memegang ponselnya… Seraya dia berkata “Yuda?” Ku pun terkejut “Rena???” “hahhahahahhaaaaa…….. ternyata kita dari tadi sudah bertemu” sontak tawa memecah antara kami berdua… Ku lempar senyum melihat perbedaan drastic pada gadis cantik di hadapanku…. Masih jelas dalam ingatanku, seorang gadis gembil yang kerap kali memegang lollipop pada genggamannya… Kini tampak bagaikan seorang bidadari nan cantik jelita penuh daya tarik… ***
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • GAIRAH CINTA HOT DUDA (TAMAT)
  • Can I See You're Heart?
  • 𝙷𝚒𝚛𝚊𝚎𝚝𝚑 (chaesoo-COMPLETED )
  •  Amelia Watson x reader
  • Silence Of Tears (TERBIT)
  • My Sweet Lσ‎‎ve
  • Dear Alex, Count Me In [END]
  • ESHA🍓 || (END)
  • SKANDAL ADIK IPAR (SELESAI)

"Iya sih, enggak penting juga. Enggak ada hubungan juga sama gue, cukup tahu aja," Mince mengambil tisu lalu mengusap air mata dan terkekeh. Ia hanyalah sebagian keryawan kecil di sini. "Udah jangan sedih lagi, nanti nyokap lo tambah sedih liat lo kayak gini," "Iya sih," "Makan yuk, udah jam 12 nih, gue laper," Dina menenangkan Mince. Mince menarik nafas menatap form form yang ada di atas meja, "Tapi kerjaan gue banyak," "Udahlah dikerjain nanti aja, lo harus makan dulu biar kuat," "Kuat ngapain?," "Kuat bercinta," timpal Dina. "Itu sih lo, bukan gue," Seketika Dina tertawa ia melirik Mince berdiri di sampingnya, "Bercinta itu asyik tau," "Ya asyiklah, kalau enggak asyik orang enggak mungkin bela-belain bulan madu sampai ke ujung dunia demi buat anak banyak-banyak," ucap Mince asal, melangkah keluar dari office. "Emang lo pernah ngerasain?," "Enggak," "Nanti kalau udah punya pacar dicoba aja," "Ogah," "Enak tau," "Ih apaan sih lo," "Gue pernah coba sama pacar gue, rasanya enak," "Ih ...," "Makanya cari cowok, biar bisa enak-enak," "Ih Dina !, lo apa-apaan sih cerita ginian," "Biar lo tau lah," "Asemmm," Tawa Dina kembali pecah, mereka berjalan menuju EDR. Ia senang melihat Mince kembali tertawa. Ia tahu bahwa wanita cantik ini begitu menyayangi ibunya lebih dari apapun. Sehingga rela menjual barang berharga miliknya demi pengobatan sang bunda. Ia sengaja berbicara seperti ini demi melihat tawa Mince.

More details
WpActionLinkContent Guidelines