Perempuan Keresek

Perempuan Keresek

  • WpView
    Membaca 39
  • WpVote
    Vote 2
  • WpPart
    Bab 1
WpMetadataReadDewasaLengkap Rab, Sep 20, 2023
Malam dan hujan merupakan satu kombinasi yang menambah penderitaan bagi para galangan. Di malam yang hujan inilah terduduk perempuan mendekap lutut di bawah eperan toko. Giginya menggertak menahan dingin yang gagal dihalau bajunya yang tipis dan bolong dibeberapa bagian. Sialnya siang tadi ia jual mahal tidak mengambil kertas koran yang tergeletak tanpa tuan. Perempuan itu akhirnya tertidur dalam keadaan duduk memeluk lutut.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Di Antara Keheningan
  • GALANG [SELESAI]
  • Liberosis
  • Melody hujan dihalte Senjakala
  • Gadis Cuaca
  • Ada cinta dibalik hujan turun
  • [BUKAN] Couple Goals 2
  • pelangi untuk awan hitam
  • Boleh Aku Gandeng Tanganmu Nanti?

Hujan turun tanpa henti, membasahi setiap sudut kota yang kelabu. Di antara orang-orang yang terburu-buru mencari tempat berteduh, satu gadis berdiri sendiri di tepi jalan. Basah kuyup, tubuhnya gemetar, tapi tatapannya tetap lurus ke depan. Ia melangkah perlahan, tanpa tahu... lampu lalu lintas telah berubah hijau. Dari balik kaca toko roti kecil, seorang pria melihatnya. Tanpa pikir panjang, ia menerobos keluar, menerjang hujan, dan menariknya mundur sebelum suara klakson menyayat udara. "Ya Ampun, kalau mau nyebrang lihat sekeliling dulu, dong!" Gadis itu hanya terdiam. Matanya menatap kosong, tidak takut... hanya asing. Kemudian ia mengangkat tangan, dan dengan gerakan sederhana yang nyaris tak terlihat, ia berkata tanpa suara: Aku tidak bisa mendengar. Saat itu, waktu seakan berhenti. Di bawah hujan yang deras, dua orang yang tumbuh di dunia yang berbeda-saling bersentuhan untuk pertama kalinya. Bukan dengan suara, tapi dengan rasa. "Dunia kami mungkin berbeda, namun dalam keheningan dan kebisingan itu, kami menemukan cara untuk saling merasakan dan mengerti." - Rakasha.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan