My Mama Once Said

My Mama Once Said

  • WpView
    Reads 9
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Sep 20, 2023
WpInfo
Non-Fiction
Aku ingat perkataan ibu saat sedang menyuapiku makan. Aku ingat apa yang ibu bisikkan kala aku menangis karena nilai matematikaku lima. Aku ingat kalimat dari ibu yang meninabobokanku dengan ajaib saat aku merengek meminta ini dan itu. Aku pun ingat ucapan bangga ibu ketika aku berhasil menjadi juara satu. Semua yang dikatakan ibu, aku dengarkan dan simpan rapi-rapi dalam kotak memori, sebab aku ingat ibu pernah bilang, "Kali ini kamu baru mendengar cerita dari ibu saja, besok-besok kamu yang harus menghadapinya sendiri."
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Mama! [✔️]
  • love or wealth [Lizkook]
  • Puisi Kegagalan
  • Dia Bukan Mommy'ku...
  • Zean kesayangan Cici dan kakak
  • Catatan Kecilku
  • Berawal dari Amanah Ibu Berakhir menjadi Prinsip Hidupku
  • guruku adalah kekasihku (chikara)
  • New Possessive Family

|| Kebebasan memang sangat menggiurkan, namun siapa sangka kebebasan itu justru jadi malapetaka bagi gadis yang akan menginjak usia lima belas tahun. Sebuah bencana yang membuat hatinya terguncang, penolakan yang ia lakukan terasa sia-sia. Hadirnya bayi kecil yang tak bersalah dari dalam rahimnya semakin membuat dirinya merasa hancur!. "Jangan pangil gue Mama!!! Gue bukan Mama Lo anjir!!!" "Anak sialan!!!" || Tak diinginkan oleh ibu adalah kehancuran bagi para anak-anak, sejak kecil dirinya terus berusaha untuk mendekati seorang ibu yang ia miliki, makian bahkan pukulan pernah dirinya dapatkan dari kedua tangan yang seharusnya mengelus surainya dengan lembut. Namun begitu, dirinya tak bisa sedikitpun melihat ibunya tersakiti! "a-ara s-sayang mama" "ma, jangan gini nanti sakit"

More details
WpActionLinkContent Guidelines