Kita Di Ujung Kata | 3DZia

Kita Di Ujung Kata | 3DZia

  • WpView
    Reads 376
  • WpVote
    Votes 133
  • WpPart
    Parts 20
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Dec 10, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Selama bertahun-tahun, mereka saling menjaga dalam diam, saling mengisi lewat canda, dan tumbuh bersama di layar kecil bernama 3DZia. Empat nama, empat hati, satu layar dan dunia mengira mereka sempurna. Zia dan Danu menyimpan rasa yang tak pernah benar-benar berani mereka genggam. Devan berdiri di antara cermin dan sorotan, menyembunyikan luka yang tak sempat diceritakan. Davin, yang paling keras tertawa, perlahan tenggelam dalam bayangan sang kembar. Cinta tumbuh perlahan di sela kamera yang merekam, dalam percakapan yang tak selesai, dan di balik tawa yang seringkali terasa sunyi. Tapi tak semua rasa menemukan jalannya. Ada yang terlambat disadari, ada yang terlalu cepat runtuh, dan ada yang berubah jadi luka sebelum sempat disebut cinta. Di ujung semua tawa, di antara sisa-sisa harapan yang hancur, mereka kembali berbisik: "Harusnya kita bahagia, kan?" "Apakah mungkin, kita memang ditakdirkan hanya sampai di ujung kata?" Bagian kedua dari trilogi 3DZia ©Copyright Arinakhai 2025
All Rights Reserved
#320
comingofage
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Friend's Zone's
  • Rasa Yang Menerka | 3DZia
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • HAKANA (Boundaries Were Never Our Thing)
  • Kau Rumahku
  • Ex or New? [REVISI]
  • Ustadz Is My Husband
  • Let's Make A Happy Marriage
  • BAM || Betapa Aku Mencintaimu (End)

Cinta mempermainkan persahabatan kita! Aku, Kamu, Dia, dan Kita! Aku sangat ingin berteriak kepada dunia bahwa aku ingin egois sedikit saja. Tapi ternyata diriku terlalu lemah ketika aku di perhadapkan untuk memilih antara Cinta dan Persahabatan. Sehingga pada akhirnya aku mengalah, kelemahanku membuatku memutuskan untuk pergi sejauh yang diriku bisa. Membawa pergi ragaku untuk bersembunyi dan lari dari segala kesakitan tak berujung ini. Meningalkan semua kenyataan pahit yang tak pernah ingin kukenang dan bahkan tak akan pernah di terima oleh relung hatiku. Tapi ternyata takdir tak semudah yang diriku bayangkan, rasa ini mempermainkanku sekali lagi dalam kondisi yang berbeda, dan semakin membuatku lebih terpuruk. Hingga rasanya sesak dan sempit menghimpit setiap organ tubuhku. Dimana Aku harus bertahan antara Cinta, Persahabatan, dan kehadirannya. Tapi kali ini bolehkah diriku egois? Untuk mendapatkan setitik kebahagiaan? Dan untuk kesekian kalinya aku harus menelan kepedihan teramat dalam, yang membuatku hancur perlahan-lahan. Apakah kali ini aku harus pergi lagi? Apakah ini yang diinginkan takdir dan cinta bodoh ini kepadaku? Pergi untuk mencari kebahagiaan yang sebenarnya? Apakah aku akan kalah lagi kali ini? ~ FRIEND'S ZONE'S ~ "Aku bahagia ketika melihat kedua sahabatku bahagia..." "....itu definisi sahabat bukan?" 🚫 DO NOT MENJIPLAK MY STORY! PLAGIAT MOHON BERTOBAT🚫

More details
WpActionLinkContent Guidelines