the 3 Brother

the 3 Brother

  • WpView
    Reads 91
  • WpVote
    Votes 21
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Apr 10, 2025
Hidup Seina benar benar monoton. hidup bersama ke 3 kakak yang setiap hari mengganggu nya membuat energi yang sangat jarang sekali ia gunakan habis terkuras oleh kelakuan ke 3 kakaknya. hingga seseorang datang dalam keluarga mereka. seorang anak yatim piatu yang menjadi anggota baru keluarga mereka, Flora namannya. gadis keturunan Swiss yang sangat manis. kehidupan Seina dengan drastis berubah. poros perhatian keluarga mereka yang sebelumnya berpusat pada nya, justru berubah pada Flora. "NICE... GUE BEBASSS!!!!" **** "kalo kata gue, mending lu sujud depan Bian. kucingnya Lo ilangin." "bukan gue yang ilangin bego. Flo yang tadi bawa ke taman." "loh bukannya tadi Flo kasih ke Seina ya si Bejo?" Seina tak menyangka, gadis manis seperi flora justru adalah sebuah duri yang bisa menyakiti siapapun yang ingin mengambil mawar merah yang tumbuh di antara tanaman Daisy. satu kata dari Seina. BABIK *Cerita hanya fiksi belaka *Nama, tempat, dan peristiwa hanya fiksi.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DUNIA FLORA
  • Lara yang tak kunjung USAI ||•ondah•||
  • jangan percaya seseorang
  • TOXIC!
  • DASAR, LAUT!! [ON GOING]
  • Shorts Story
  • DETIK Dan WAKTU
  • FALLING IN LOVE

Gue cuma gak mau Lo mati," suara Fabian terdengar parau. Flora tersenyum getir, " Tapi Lo sendiri yang buat gue ngerasa mati sebelum gue mati," Fabian terdiam. Ucapan flora barusan menampar dirinya keras, membuat rasa bersalah semakin menggerogotinya. " Ra... Tolong ngerti," suara Fabian tercekat. " Gue selalu ngerti Fabian!" bentaknya tak sadar, isakannya semakin terdengar jelas, membuat siapapun yang mendengarnya pasti akan merasa sedih. "Tapi siapa yang peduli perasaan gue?" suara gadis itu melemah. " Siapa yang peduli mental gue hancur? Siapa yang peduli kalo gue cuma orang yang haus kasih sayang? Siapa?!" " Di sini ada gue yang sayang sama Lo," Fabian meraih tangan gadis itu namun flora dengan cepat langsung menepisnya. Air mata Fabian mengalir membasahi pipinya. " Kita bakal hidup bahagia..."satu isakan lolos dari mulut Fabian, namun ia langsung menahannya. Flora menggeleng pelan, tatapannya semakin kosong. " Kisah kita gak bakalan berakhir happy end Fabian..."

More details
WpActionLinkContent Guidelines