JEBAKAN PARADOX PAPA

JEBAKAN PARADOX PAPA

  • WpView
    Reads 39
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Sep 19, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Kayeza menatap daftar "misi" yang ia tulis. Buat Gilhan tersenyum, curi perhatiannya, bikin dia nyaman... Ia menghela napas panjang. "Ya Tuhan, sejak kapan hidupku berubah jadi reality show 'Cara Cepat Bikin Cowok Jatuh Cinta' begini?" Masalahnya, Lelaki itu bukan tipe pria yang mudah ditaklukkan. Dia memiliki sifat yang jauh dari kata mudah untuk didekati, Dingin, datar, dan terlalu sibuk dengan dunianya sendiri. Semakin Kayeza mencoba melaksanakan "misi konyolnya" Semakin hampir gila juga kewarasannya. Masalahnya jika gagal dalam misi, dia akan dijodohkan dengan laki-laki asing anak sahabat orangtuanya. Yang kayeza tau mereka semua sudah omom lapuk. Akankah Kayeza berhasil menaklukan hati Gilhan? Atau menerima saja perjodohna yang akan diatur orang tuanya setelah kelulusan? ....... a/n oke mentemen, aku author baru jadi maklum aja klo banyak kata yg slh² hhe. jangan lupa, dukungan kalian adalah hal yg paling aku nantikan. tanpa banyak bacot lagi, selamat tidur ehhh!? Selamat Membacaaaa..... "Apaan si thor, joks bapak-bapak"/emot batu
All Rights Reserved
#422
saudara
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Amor Eterno
  • 𝐏𝐋𝐀𝐘 𝐆𝐈𝐑𝐋 𝐊𝐀𝐋𝐄𝐀
  • Aksara Nifa [End]
  • Queenza (Hiatus)
  • MY BOS IS MY (HUSBAND)-(YIZHAN) (END)✔️
  • G E L V A N
  • Love Enemy!
  • Saling menunggu atau hanya aku? (Dirombak)
  • FARHAN [End]
  •  CLARLEX

"Lo mau hubungan kita jadi kayak apa, Harlen?" Qila menghentakkan tangan pria itu, lalu menoleh cepat dengan sorot mata tajam. Suaranya bergetar-bukan karena takut, tapi karena menahan amarah yang sudah terlalu lama disimpan. "Aku... aku pengin hubungan kita jadi lebih serius," jawab Harlen pelan, nadanya seperti memohon. "Serius?" Qila tertawa miris. "Serius kayak gimana? Kayak lo yang tiba-tiba udah punya tunangan tanpa bilang apa-apa ke gue?" Harlen terdiam, tak sanggup membalas. "Atau lo mau gue jadi simpanan, gitu? Tapi sayangnya, Harlen, gue bukan cewek murahan kayak gitu," lanjut Qila sambil memutar bola matanya, malas sekali menatap wajah pria di hadapannya. "Bukan gitu maksud gue..." Harlen mencoba meraih tangan Qila lagi, tapi kali ini pun langsung ditepis. "Gue capek dengar omongan lo yang manis-manis tapi ujung-ujungnya nyakitin. Lo bilang pengin serius? Lo bilang pengin perkenalin gue ke orang tua lo? Please, Harlen. Udah telat." "Qila, tolong dengerin dulu..." "Cukup." Qila menarik napas dalam-dalam, menahan emosi yang hampir meledak. "Ini terakhir kalinya kita ketemu. Setelah ini, gak akan ada lagi 'kita'. Gak sengaja ketemu pun, gue harap itu gak akan pernah kejadian. Gue muak liat muka lo." Langkahnya cepat, pergi meninggalkan Harlen yang masih berdiri mematung di tempat. Tapi Harlen belum menyerah. "Qila! Tunggu, dengerin dulu!" Namun Qila tetap berjalan, masuk ke dalam taksi yang sudah menunggunya di pinggir jalan. "Jalan, Pak," ucapnya pada sopir. Taksi pun mulai melaju. Dari kaca belakang, bayangan Harlen terlihat masih mengejarnya, berteriak, memanggil namanya. "QILAAAA!" Tapi Qila tak menoleh. Tatapannya lurus ke depan, seolah tak ada apa pun di belakang yang layak dilihat kembali. Dalam hati, ia berbisik, Maaf, Harlen... tapi kali ini aku benar-benar udah gak sanggup.

More details
WpActionLinkContent Guidelines