nyawa mati

nyawa mati

  • WpView
    Reads 34
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Sep 23, 2023
Antara kau dan aku saja yang tahu kelu kisah ku dengan Entitas-entitas yang berbeda alam semesta ini, Itu benar-benar Nyata, awalnya aku tak percaya dengan mereka namun mereka membuktikan sendiri bahwa mereka itu hidup berdampingan dengan kita. Namaku Aurel dengan hidup yang gelap dan terlalu tertekan dari realita kehidupan nyata dan orang lain, Namun semua itu berubah karena ku bermimpi dia, si sipit dan berperawakan sedikit pendek yang menemani ku saat di alam bawa sadar ku. Dia adalah perwira kekaisaran Jepang atau sering ku panggil dengan nama lain dari jepang yaitu Dai nippon, aku sering mengunggah dia dengan sebutan Nippon. Entah kenapa di situ aku sangat antusias dengan nya. Namundemikian saat ku bertanya dari mana dia berasal dia tidak pernah menjawab pertanyaan ku, namun Seiring berjalannya waktu dia pun mulai buka suara kalau dia sebenarnya adalah jiwa mati atau sering dipanggil orang lokal setan, jin, hantu, dan sejenisnya. Dan aku meminta tolong tak usah bertemu di alam bawah sadarku lagi cobalah muncul di realita kehidupanku dan dia hanya menganggukkan kepalanya, lalu saat aku pulang sekolah tepatnya hari di mana aku pertama kalinya diriku, melihat hantu dia muncul di hadapanku. Dan aku mengenalnya Hiro itu nama yang selalu ku ingat dan seiring Jalannya waktu lagi entitas entitas lain pun bermunculan Dan inilah keluh kisah hidupku aku.
All Rights Reserved
#97
amarah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • "Bisikan Senior di Lorong Sunyi"
  • Dalam Bayangan Ketakutan: Kumpulan Kisah
  • KKN DI DESA PENARI (Versi Widya)
  • Mythology Universe (1) : HIRAETH
  • ANOI 1894 - The Disastrous Ritual
  • AKANDRA
  • Gitak
  • SEMALAM DI LAWANG KRAJAN [complete]
  • BADASS(END)
  • ASTER 15:24 (Heesun) √

Namaku Amira, tapi aku lebih suka dipanggil Mira. Aku baru saja menginjakkan kaki sebagai mahasiswa baru di sebuah fakultas yang terkenal-atau lebih tepatnya, ditakuti-karena senioritasnya yang begitu kuat dan tak kenal ampun. Aku pikir setelah melewati masa PKKMB yang melelahkan itu, hidupku akan mulai berjalan normal, seperti yang kudengar dari cerita teman-teman. Tapi aku salah. Sangat salah. Keesokan harinya, saat pelajaran baru saja selesai, kami dipanggil oleh para senior. Pertemuan pertama berlangsung di dekat kolam perpustakaan yang rindang, tempat yang seharusnya menenangkan, tapi malah membuat dada ini berdebar tak karuan. Suasana terasa tenang, tapi mataku menangkap ada sesuatu yang tak biasa-sebuah bayang gelap yang mengintip di balik senyum mereka. Hari-hari berlalu, dan tempat pertemuan kami bergeser ke lorong yang sunyi dan gelap. Lorong itu seperti ruang antara dunia nyata dan mimpi buruk. Bau lembap yang tajam menusuk hidung, nyamuk beterbangan seperti bayangan yang tak pernah lelah mengawasi, dan lampu remang yang membuat setiap bayangan jadi dua kali lebih menyeramkan. Setiap kali kami dikumpulkan di situ, aku merasa seolah-olah ada mata yang mengintai dari kegelapan, membidik dan menilai. Bisikan-bisikan samar para senior, tatapan dingin yang menusuk tulang, membuatku bertanya dalam hati: apakah ini benar-benar untuk melatih mental, atau sesuatu yang jauh lebih gelap? Aku, yang tubuhnya lemah dan sering sakit, merasa terjebak di tengah tekanan yang menyesakkan. Di antara teman-temanku-Ani yang pendiam tapi kuat, Aini yang selalu cemas, Olifia yang berusaha tegar, dan Ratih yang tak pernah berhenti berharap-kami saling menggenggam tangan dan hati, mencoba menguatkan satu sama lain. "Tapi aku tahu, bisakah kami bertahan?" Bisakah kami tetap berdiri tegak saat bayang-bayang senior terus membayangi dan bisikan itu berubah menjadi ancaman? Atau akan kah kisah kami berakhir di lorong sunyi itu, di mana keberanian diuji dan ketakutan menjadi penguasa?

More details
WpActionLinkContent Guidelines