I Will Change The Heroine's Destiny

I Will Change The Heroine's Destiny

  • WpView
    Reads 10
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Sep 23, 2023
WpInfo
Fiction
Fantasy
Aku membenci namaku. Nama yang selalu dia teriakkan ketika dia murka, nama yang dia buat untukku, nama yang menjijikan. Namaku, Embun Kartika. Di umurku yang ke 15 ini, aku mati di tangan ayahku sendiri. Manusia menjijikan itu bahkan mungkin tak menyesal sama sekali Ketika dia sadar dari mabuknya. Karena itu, kuharap surga menungguku yang telah bersabar menantikan datangnya ajalku agar terbebas dari manusia hina itu. Namun... dimana ini? tempat yang aneh... dan.. kenapa aku tak bisa menggerakkan badanku? Terdengar tangisan dari sekitarku. Oh tidak, apa aku tak jadi mati? Wajah wajah yang tak kukenal mengerumuniku. Terlihat seorang wanita yang cantik di depan mataku. "selamat datang di dunia, anakku.. Aozora" Begitulah aku menjalani hidupku yang kedua sebagai Aozora gilby.
All Rights Reserved
#825
historical
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • I Was The Evil Witch
  • This is Our Crazy Family [END][KUBACA]
  • I'm More Than Just A Princess
  • I'M MARIANNE [TERBIT]
  • Villainess Illusion [HIATUS]
  • THE DEMONIC YOUNGEST DAUGHTER
  • The Exiled Queen (TAMAT) √
  • Reborn; I Became a Child
  • VIERRA'S SECOND LIFE

COMPLETED. Dm for follback Spin off from "I'm More Than Just A Princess" ••~•• "Aleeyah Najma, kau dihukum mati atas percobaan perebutan takhta Yang Mulia Damian Azazel Lucretius de Erebos, dan percobaan pembunuhan terhadap Lady Isandra" Kalimat itu terngiang di kepalaku, seraya aku mendongak menatap panggung raja di sebrang sana. Dimana Isandra, menangis tersedu di dalam pelukan Azel saat melihatku yang akan dieksekusi. Aku terenyuh, rasa sakit dan sesak akan penyesalan memenuhi perutku. Apa yang telah aku lakukan? Aku memiliki semuanya namun aku sia-siakan. Sahabat yang begitu tulus, ayah yang perhatian padaku, tidak perlu kusebutkan harta dan ketenaranku. Apa yang kurang? Kenapa aku masih ingin merebut kebahagiaan orang lain? Kenapa aku begitu serakah? 'Kau bodoh Aleeyah' batinku memaki diri sendiri. Sekali lagi, kulihat sahabat baikku di sebrang sana. Ah rasanya bibir hina ini tidak pantas lagi menyebutnya sebagai sahabat. 'Teman ya?' Bibirku terangkat, aku tersenyum kecil. Sebuah kata maaf tidak akan cukup untuk menebus dosaku, akan kubayar semuanya di neraka nanti. Isandra, Azel, ayah, kalian semua berbahagialah. Maafkan kehadiranku yang merupakan bencana, kutuklah aku sebanyak yang kalian suka, aku rela, aku pasrah. Karena diriku adalah pendosa. CRASH ••~•• "Ah lagi-lagi kita harus mengurus bayi ini" Suara siapa itu? Bayi siapa? "Kau benar, sudah berapa lama sejak dia lahir? Tapi grand duke sama sekali belum datang melihatnya, sebenci itu grand duke pada putrinya" Grand duke? Putrinya? Ah persetan, aku tidak peduli. Aku harus keluar dari sini. 'Tapi kenapa tangan dan kakiku pendek sekali?' batinku saat aku tidak mampu menggerakkan anggota gerakku dengan leluasa. Hanya naik turun kanan kiri seperti... 'Tunggu, jangan bilang...' "Ah dia sudah bangun, aku akan mengganti popoknya. Kau siapkan susu setelah itu kita pergi" ucap seorang maid raksasa yang menatapku malas. Tunggu, dia tidak raksasa. 'Aku jadi bayi?!' #1 on

More details
WpActionLinkContent Guidelines