KANVAS PUTIH

KANVAS PUTIH

  • WpView
    Reads 9
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 4, 2024
Tidak ada anak yang ingin hidup tanpa kasih sayang orang tuanya. Aini,nama anak Perempuan di novel ini yang suka sekali makan makanan manis dan pedas. Dia satu satu nya anak di keluarga nya,tidak mempunyai adik maupun kakak. Yang orang orang tau menjadi anak tunggal itu enak, namun kenyataan tidak se baik itu. Dia di lahir kan di keluarga yang penuh dengan caci maki setiap hari, hampir tiada hari tanpa cacian dari orang-orang sekitar nya setiap hari. Namun, pada saat memasuki SMP aini memutuskan untuk mengubah hidup nya. Layak nya seperti kanvas putih, ia memulai semua nya dari awal. Namun tidak seperti jalan kenangan yang mulus, ia dibuat berkali-kali terjatuh dan tak ada satupun orang yang simpati kepadanya ,mulai dari prestasi nya yang hancur, keluarga nya yang semakin berantakan,serta hati kecil nya yang di buat terluka. SIMAK CERITA NYA, PASTIKAN MATA ANDA TIDAK BERKEDIP !! ✧ENJOY AND HAPPY READING ✧ jangan lupa vote ya~ ‼️ WARNING 14+ BANYAK KATA KATA TOXIC ‼️ Untuk anak anak di bawah 14+ di anjur kan untuk tidak membaca novel ini, saya selaku Author sudah memberi himbauan kepada pembaca yang di cinta, jika terjadi sesuatu yang tidak di ingin kan, saya selaku Author tidak bertanggung jawab. Terimakasih. For children under 14+, we are advised not to read this novel. As the author, I have given an appeal to my beloved readers. If something undesirable happens, I will interrupt. Thank you.
All Rights Reserved
#10
tunggal
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Saat Semua Orang Berpaling
  • Friendzone?
  • LOVE YOURSELF(Hiatus)
  • The Secret Of Old School
  • Please don't be possessive (COMPLETED)
  • Perfect Queen
  • Gone(✔)🔚
  • CATUR [END]
  • Love is a Dream [END]

"Kenapa aku harus lahir kalau hanya untuk menderita?" Aku ingin pulang. Bukan ke rumah-karena rumah bukan tempatku merasa aman. Aku hanya ingin pulang ke tempat di mana aku bisa menghilang. Karena hidup seperti ini... rasanya lebih menyakitkan daripada mati. . . . . ayo ikuti kisahnya💕

More details
WpActionLinkContent Guidelines