Berawal dari Shubuh

Berawal dari Shubuh

  • WpView
    Dibaca 31
  • WpVote
    Vote 2
  • WpPart
    Bab 1
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Rab, Apr 17, 2024
WpInfo
Fiksi
Romansa
Bagaimana ceritanya jika kamu suka menghayal karakter fiksi yang selalu kamu baca? Lalu ceplas-ceplos berdoa agar disandingkan dengan karakter santri yang selalu ia idam-idamkan. Soffiya Nabila Lizura, ia harus menggigit jarinya perkara perkataannya yang menjadi nyata. Apa mungkin saat ia sedang berdoa, pintu langit sedang terbuka? "Ya Allah, mau nikah sama manusia yang persis kayak karakter fiksi yang hamba baca Ya Allah, " -Soffiya Nabila Lizura "Apa salahnya? Saya hanya menjalankan niat baik saya. Allah yang menitipkan perasaan untuk kamu," -Almeer Rafif Abqary "Mampus lu, Bil! Makanya kalo doa, jangan lupa request waktu. Bego juga sih jadi orang," -Keysha Mardani
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#13
rafif
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Imam untuk Gladysa✓
  • Kekasih Halalmu [SUDAH TERBIT]
  • HANATHAR [END]
  • couple till jannah
  • Risalah Kasih
  • Mahligai Cinta [END]✓
  • Singlelillah
  • Tahajjud Cinta [END]
  • Bad Boy, Bad Girl And Ta'aruf [END]

Gladysa Makmuma Al-Fath. Seorang perempuan yang selalu mengusik ketenangan seorang Imam El. Sudah menjadi rahasia umum bahwa Galydsa sangat membenci Imam, beda dengan kaum Hawa lainnya yang selalu memuji Imam bagaimana pun keadaannya. Yang satu kalem, yang satu cerewet. Yang satu tenang, yang satu emosian. Yang satu bodo amatan, yang satu selalu nyinyir. Yang satu adem anyem, yang satu selalu kepanasan. "SUMPAH! GUE BENCI BANGET! KENAPA PAPI GUE NAMAIN GUE ADA MAKMUMNYA?!" "Lo emang tercipta buat jadi makmumnya Imam, Sa." "NAJIS!" Imam itu alim, tenang, ketua hadroh, pengurus rohis, ketua OSIS. Para fansnya kalo ngeliat dia rasanya udah kayak tiduran di ubin Masjid. Adem banget, apalagi kalo habis ngerjain soal MTK. Beda lagi kalo Gladysa yang ngeliat Imam, bawaannya panas mulu. "Senyum mulu, sok cool pula! Dih, amit-amit. Sok kegantengan banget! Gantengan juga Papi gue. Alay banget, tuh, cewek-cewek! Dasar tukang caper!" Hingga suatu kejadian membuat Gladysa ingin hilang dari muka bumi ini, terlebih kedua orang tua mereka amatlah dekat. ×××× "Info! Cewek kalo ultah biar seneng dikasih apa?" "Qobiltu." Imam tersenyum kecil. "Lo ngode? Tapi, kan, gue udah ngucap qobul." "Lo ketagihan gue halalin?" Satu lagi tentang Imam, cowok itu selalu iseng dengan orang-orang tertentu. Yang satu tukang ngisengin orang, yang satu tukang salting ala-ala dedemit. "Ketika jatuh cinta pilihannya hanya dua. Bersatu dalam akad atau berpisah dalam taat."

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan