INDURASMI | JI CHANGMIN

INDURASMI | JI CHANGMIN

  • WpView
    LECTURAS 11
  • WpVote
    Votos 1
  • WpPart
    Partes 2
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mar, oct 24, 2023
Ketika sang mentari diam berteduh, sang indurasmi berkelana mencari setitik cahaya lain yang ia harap adalah sang mentari. Perjalanan mencari pintu keluar dari dunia aneh yang dijalani 30 orang yang telah terjebak selama bertahun-tahun. Putus asa akan harapan yang diharapkan selama ini benar-benar membuat semua orang dalam dunia tersebut menyerah dan merelakan kehidupan asli yang seharusnya dijalani. Lantas apa yang paling mereka takuti? Mereka akan dilupakan. Seakan tak pernah hadir di dunia. Jikalau hal itu terjadi hingga tak seorangpun yang mengingat maka raga mereka akan berubah menjadi abu yang menghilang bersama sang sinar rembulan. Namun disaat yang lain merasa gundah gulana, sang penghuni terakhir menatap sang rembulan dengan penuh keyakinan bahwa sang mentari akan datang untuk merobohkan dinding pembatas antar dunia mereka. Kanaga, pemuda terakhir yang masuk ke dunia tersebut meyakini dengan sepenuh hati bahwa akan ada seseorang yang masih mengingat namanya.
Todos los derechos reservados
#524
foto
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Rainbow
  • 𝐒𝐞𝐫𝐩𝐢𝐡𝐚𝐧 𝐀𝐬𝐭𝐚𝐦𝐚𝐥𝐚│〚𝐓𝐀𝐌𝐀𝐓〛
  • Destiny Meeting [Ddeungromi]
  • Bukan Cerita Kita
  • Kemana Arah Pulang?
  • Candrakanta || Zhong Chenle (On Going)
  • Seven of The Boy's || NCT Dream
  • Jovanka dan Abang Kembar
  • Into : You [Proses Terbit]
Rainbow

''Chandra memang ingin melihat indahnya dunia, tapi jika dunia itu Chandra lihat tanpa kehadiran Mama rasanya akan sakit.'' -Chandra. Kehidupan kejam telah memisahkan Chandra si pemuda tunanetra dari sang ibu melewati gerbang maut. Sambil mengantarkan sepasang bola mata dengan harapan agar sang anak mampu melihat indahnya dunia jika sang ibu memberikannya pada Chandra ketika nyawa tak lagi berpihak pada sisa waktunya. Naas, harapan sang ibu tidak terkabul, bukan indahnya dunia yang Chandra dapat, melainkan dunia yang telah hancur menjadi sejuta kepingan kaca yang menusuk relung batinnya. Tak di sangka kepergian sang ibu membuatnya terluka tiap saat. Ia terluka berkat kata-kata hina yang terlontar dari lingkungannya. Dirinya pula terluka karena perundungan, pengasingan, serta hukuman yang di dapat pada tiap inci tubuhnya. Luka dari orang terdekatnya terutama pada rumah yang terlalu rusak untuk ia perbaiki saat ini. Bagaimana kisah perjuangannya? Mohon di simak cerita selanjutnya setelah kamu follow, bercandaa :)

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido