RAIB
  • WpView
    Membaca 220
  • WpVote
    Vote 5
  • WpPart
    Bab 4
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Rab, Mei 21, 2025
"Kalau kamu nggak punya orang lain untuk jadi alasan kamu untuk hidup, kamu masih bisa jadiin diri kamu sendiri sebagai alasan kamu untuk tetap hidup," "Tapi kamu yang jadi alasan aku untuk tetap hidup," Lirihan itu terdengar pahit "Nggak bisa, maaf." Sesaat keduanya terdiam, hanya ada suara riuh ombak yang menghantam batu, seperti keadaan hati keduanya. "Ingat ini, denganku atau tidak denganku. Tetap bahagia ya."
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#580
harapan
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Rahasia Sang Samudra [Complete]
  • Kita Sembuh Bareng?
  • Meimei Baik {SAD STORY}
  • RIRI NATARI [END]
  • senyuman palsu -Tamat-
  • ANGEL (END)
  • Surat Cinta untuk Diriku Sendiri
  • Pelangi Redup

Summary : Mencoba bangkit setelah berusaha membunuh dirimu sendiri bukanlah hal yang mudah. Samudra harus benar-benar berusaha keras mengembalikan warna birunya yang hancur berantakan dan mencoba berdiri tegak seolah baik-baik saja. Tapi kenapa sang takdir senang sekali mempermainkan garis kehidupannya? Kenapa ia harus mengalami hal yang sama untuk kedua kalinya? Seakan-akan hidup Samudra memang harus berhubungan dengan warna kelam, perpisahan, rasa sakit karena ditinggalkan. Dan kenapa salah seorang yang menjadi alasan untuknya bertahan, harus mengalami rasa putus asa yang sama? Sebenarnya kehidupan seperti apa yang tengah ia jalani saat ini? Kenapa takdir seakan belum menyerah sampai Samudra benar-benar menyerahkan kehidupannya? Begin (25:05) By : "RiRy_23"

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan