DEVIL LIKE AN ANGEL

DEVIL LIKE AN ANGEL

  • WpView
    Reads 146,089
  • WpVote
    Votes 3,604
  • WpPart
    Parts 51
WpMetadataReadMatureComplete Sun, Oct 19, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Sella menggigiti kuku ibu jarinya berulang kali, jantungnya berdetak lebih cepat, matanya meniliti ruangan dengan rasa ketakutan, kepala gadis itu terasa penuh dengan bisikan-bisikan aneh. Sella memukul-mukul kepalanya beberapa kali, berharap suara itu menghilang dari kepalanya. Bayangan mengerikan beberapa waktu lalu kembali terlintas dalam benaknya, membuat tubuhnya kembali bergetar ketakutan. Suara pintu yang di buka membuat Sella terkejut, dan berteriak histeris. "Tolong, tolong gue janji bakal nurut, gue janji." ujar Sella dengan isakan tangisnya. Tangan gadis itu memohon dengan bergetar, membuat sosok yang berada di depan pintu itu terkejut ketika melihat betapa ironisnya wujud Sella. Sella menatap mata sosok di depannya dengan tangis yang tidak berhenti. Sorotnya menunjukkan kalau gadis itu sangat putus asa. "Bawa gue dari sini, tolong," lirihnya dengan suara yang hampir habis. Tanpa Sella sadari darah segar sudah mengalir dari tangannya, karena jarum infus yang terlepas secara asal. ____________ ⚠️ WARNING 🔞 (Mohon dimaklumi apabila ada typo yang bertebaran karena ngetiknya lewat hp 😭🙏) Happy Reading!! ❤ [ cover by : pinterest ]
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Office Hours Affair (Sudah Terbit)
  • Dear Alex, Count Me In [END]
  • Azkiya Puteri Prayoga
  • FRAGMENT (From ALTERITY)
  • My Regret ( Tamat )
  • LALULA
  • Become An Antagonist? [ON GOING]
  • Stolen Your Heart

Highest rank #1 KANTOR Highest rank #6 DEWASA Highest rank #3 Indonesia 17/7/2019 Sudah terbit, dan silahkan cek Bab Open PO untuk informasi pembelian. Terima Kasih. Tersedia di google play LANA Tiba - tiba ia menyudahi ciumannya, dan menjauhkan wajahnya sedikit dari wajahku sambil melirik kebawah. "Hari ini pake warna apa?," katanya sambil menarik sedikit kemejaku untuk mengintip. Kutarik dagunya keatas untuk mengarahkan pandangannya kembali ke mataku. " Nakal kamu," kataku sambil tersipu. "Iya, kan cuman sama kamu." Bisiknya didepan bibirku, aku bisa melihat pandangannya berkabut oleh gairah. Entah cuman matanya atau mataku juga sama - sama berkabut, ah siapa peduli. Titiiitt..titiiiitiiiit...dering telepon genggamnya Arfan mengembalikan kesadaranku. Arfan menghentikan sesi make out kami, mengecup lembut hidungku dan menoleh mencari telepon genggamnya yang sepertinya ada di atas mejanya. Aku pun ikutan mencari dimana letak telepon genggamnya, dan nama yang tertera di layarnya membuat jantungku berhenti berdetak. Beberapa part mengandung adegan 21 + Sebagian part sudah dihapus ya, untuk kepentingan penerbitan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines