We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Best Gift
  • WpView
    Reads 2
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Sep 23, 2023
WpInfo
Non-Fiction
Tagssad
Ruri berjalan gontai menuju rumahnya. Dia baru berpapasan dengan Zahira yang membawa kue mini untuk Ibunya. Kue itu memang cantik, dengan gambar Ibu dan anak kartun dari whipping cream merah muda. Akan tetapi, Ruri sempat menguping saat Zahira berkata harga kue itu lebih dari uang saku miliknya, bahkan setara saat dia mengumpulkannya selama sebulan. Dengan begitu, Ruri mengerti dia tidak bisa memberikan kue cantik untuk ibunya. Bocah kelas 4 SD itu lalu menimang-nimang untuk memberi hadiah hari Ibu pada bulan berikutnya. Namun, Ruri benar-benar tidak tahu apakah bulan depan dia tetap layak merayakan hari Ibu. Pasalnya menurut paparan gurunya Hari Ibu datang setahun sekali. Lantas, apakah Ruri pantas untuk menunda-nunda perayaan hari Istimewa tersebut? Tanpa disangka kaki kecilnya telah sampai di teras. Kemudian pemilik rambut keriting itu mengintip seseorang dari lubang di bilik bambu rumahnya. Tampaknya neneknya masih tidur sehingga Ruri tidak perlu repot-repot menyiapkan makan siang. Kemudian Ruri cepat-cepat berlari ke halaman belakang, lalu melewati jalan setapak hingga menemukan sungai yang keruh. Di sana ada jembatan sempit yang dinding-dindingnya tampak ditumbuhi oleh lumut. Kaki kecilnya lantas terus melangkah dengan antusias hingga menemukan pusara ibunya di antara ratusan pusara warga Desa. "Kata Bu Guru hari ini adalah hari Ibu. Selamat hari Ibu ya ibuku tersayang," katanya sambil mencium pucuk pusara ibunya. "Aku ingin membeli kue cantik, Bu. Aku akan memberikannya untuk nenek bulan depan. Sedangkan ibu akan mendapat Alfatihah istimewa dariku hari ini," tambahnya. Setelah itu, Ruri kembali ke rumah untuk merawat neneknya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SYAKIRA how are you?
  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]
  • My Family
  • Is It Home ?
  • Allah Selalu Bersamaku
  • Different [END]
  • ALRIN
  • Mencari Istri Baru untuk Suamiku
  • AFKARA [END]
  •  HAZELA

Ini cerita tentang seorang anak perempuan bernama syakirakia anjelia, gadis yang kini tengah duduk di bangku sekolah menengah atas. Syakira terlahir dari anak ke 1 dari 4 bersadara, anak yang selalu di paksa untuk mengerti dalam segala hal, sebagai seorang Kakak syakira juga selalu harus mengalah dalam hal apapun. Di mulai dari finansial Dan segala macam. "Kia, kamu itu seorang kakak kamu harus ngalah dong sama adek nya." Ucap sang ibu. "Bu, aku udah terlalu cape buat ngalah, Dari kecil aku selalu sabar buat selalu nurutin tapi aku juga cape kalo harus selalu menjadi nomer dua." Syakira hanya mampu mengatakan semua itu dalam hati nya. Saat masih remaja adalah masa di mana banyak anak muda yang sedang di mabuk kasmaran, namun berbeda dengan syakira yang justru harus menyibukan diri nya dalam hal pelajaran,hafalan,membantu orang ibu,kerja. Sekali nya suka sama cowok, cowok nya suka sama adek sendiri. "Rasa nya udah bener-bener lelah jadi kakak, kakak juga butuh kakak." Hinggak pada akhir nya syakira di pertemukan dengan sosok laki laki yang selama ini ia banyangkan yang merubah segala nya dalam segala hal tentang laura. "Saya tidak pantas untuk kamu"Ucap syakira "Tidak pantas karena apa?" Tanya laki-laki di depan nya "Ya, karena semua nya, kita berbeda. Lagian kenapa kamu mau sama saya?"tanya laura. "Karena hati dan jiwa saya menginginkan kamu" balas laki-laki itu dengan tegas.

More details
WpActionLinkContent Guidelines