Story cover for BREAK by abjadabadi
BREAK
  • WpView
    Reads 44
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 5
  • WpHistory
    Time 48m
  • WpView
    Reads 44
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 5
  • WpHistory
    Time 48m
Ongoing, First published Sep 24, 2023
Mature
Sepasang mata bulan sabit itu terbuka perlahan, sedikit menyipit menyesuaikan cahaya yang mulai masuk ke retina coklatnya. Kepalanya menyapu seluruh ruangan bernuansa ungu lembut dengan wangi kayu bercampur vanila yang khas.

Ya. Ini kamarnya. 

Lantas ia turun dan keluar kamar untuk mencari sosok yang sudah pasti telah membawanya pulang ke apartemennya. Karena sedikit yang ia ingat, terakhir kali ia berkunjung ke makam ibunya dan setelah itu tidak ingat apa-apa.

Dari depan pintu kamarnya yang langsung berhadapan dengan ruang tv yang berdampingan dengan dapur, matanya langsung menangkap sosok tinggi berbalut kaos putih sedang membelakanginya. Perlahan ia menghampiri sosok itu dan melingkarkan tangannya di perut, kepalanya di tenggelamkan di punggung laki-laki yang tengah sibuk mengaduk cangkirnya.

"Udah bangun?"tanya laki-laki itu setelah melihat tangan yang melingkar di badannya.

"Hmmm,"gumam sang pelaku dengan senyum kecil. Tangan di perutnya mulai turun ke celana pendek hitam yang dikenakan laki-laki itu namun kegiatannya tertahan karena tangan laki-laki itu menggenggam tangannya.

"Masih pagi,Ta,"ujarnya. Gadis itu merengut. Melepas pelukannya lantas duduk di meja makan. Ia melirik sepiring nasi goreng yang masih terlihat kepulan asapnya lengkap dengan telur mata sapi di atasnya. 

"Aku udah bikinin kamu sarapan. Makan dulu, gih." Gadis yang dipanggil Ta itu melirik sekali lagi nasi goreng di depannya tanpa minat. Moodnya mendadak tidak baik, bukan karena penolakan yang baru saja laki-laki itu berikan melainkan ia tiba-tiba ingat sesuatu. Tentang tiga hari lalu, di ponsel laki-laki itu.

"Alia siapa?"bukannya menjawab iya atas perintah laki-laki itu untuk makan, gadis itu malah bertanya hal lain. Laki-laki itu menoleh ke samping, melirik gadis di belakangnya. "Kamu buka handphone aku?"

Gadis itu diam. Pikirannya mengawang. Bukan itu jawaban yang ia harapkan. Dengan lemas ia masuk ke kamarnya. Meninggalkan laki-laki itu dalam diam. Rasa takut itu muncul lagi.
All Rights Reserved
Sign up to add BREAK to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
Dari Benci Jatuh Ke Sayang [Completed] by Niaazmyy_
16 parts Complete Mature
Nur Nadrah Haneesa, atau lebih dikenali sebagai gadis beku, dikejutkan dengan kehadiran Aleeya yang kembali muncul sebagai pengurus di salah sebuah hotel tempat dia bekerja. Kenangan lalu terus terlintas di fikiran Nadrah, mengingatkan dirinya tentang peristiwa hitam yang menimpanya 10 tahun lalu. "Kenapa aku nak ingat balik semua tu? Benda dah berlalu, kan? Aku dah maafkan semua, termasuk arwah Afiq."- Nadrah Selepas kejadian tragis yang meragut nyawa itu, Aleeya telah berpindah dan menghilangkan diri tanpa meninggalkan sebarang jejak. Kehilangannya sangat berbeza dengan kebiasaan gadis itu yang suatu ketika dahulu sering mencarinya, walaupun di luar waktu sekolah. "Kau ni buat kerja pakai otak ke pakai lutut? Kau tak nampak ke bilik ni bersepah? Mata kau mana? Tercabut?" - Tengku Zafran "Encik, bilik ni bukan saya yang kemas. Arfan yang kemas tadi." - Nadrah "Lepas tu? Kira tanggungjawab kau lepaslah? Hei, tak kiralah kerja siapa pun. Aku paling pantang bila orang sekadar tengok tapi tak bertindak apa-apa. Sekarang ni, aku nak kau kemas balik semua. Selagi tak perfect di mata aku, kau jangan keluar. Kalau tak, jangan harap kau dapat kerja sini lagi." - Tengku Zafran Tengku Zafran, anak kepada majikannya yang kini memangku jawatan CEO buat sementara, menambahkan lagi kekusutan dalam diri Nadrah apabila lelaki itu sering mencari kesalahan dan membulinya ketika bekerja. Keadaan menjadi semakin sukar apabila Nadrah mengetahui bahawa Tengku Zafran mempunyai hubungan istimewa dengan Aleeya, sehingga gadis itu mula kembali mengganggu ketenteraman hidup Nadrah gara-gara kebenciannya terhadap Tengku Zafran yang kerap mencari Nadrah pada setiap masa. *minta maaf atas segala kesalahan ayat, kosa kata dan ejaan*
ALEA: Gerbang Ketiga-Di Balik Pintu Tak Bernama by BagusNiskala
4 parts Ongoing
Hujan jatuh di kota itu seperti benang tipis dari langit, memantulkan lampu neon yang berkedip lelah. Di persimpangan jalan, seorang lelaki berdiri dengan payung miring. Matanya mengikuti sosok perempuan yang berjalan cepat, menunduk, seolah menghindari dunia. Ia tak mengenalnya. Tapi jantungnya memukul seperti lonceng tua yang pernah ia dengar di tempat yang tak pernah ada di peta. Pasar malam di pusat kota menyala dengan warna-warna hangat, tapi suara penjualnya lenyap. Lampion bergoyang tanpa angin. Dan di sela-sela kerumunan yang tiba-tiba membeku, mata perempuan itu-mata yang sama seperti di hutan yang dulu ia tinggalkan-menatapnya. Di ujung sebuah lorong, bioskop tua berdiri sendirian. Dindingnya berlumut, pintunya berdebu, tapi dari celahnya keluar denyut cahaya yang tidak berasal dari proyektor. Pintu itu tidak ada kemarin. Dan besok, mungkin akan hilang lagi. Di rel kereta yang berkarat, cahaya asing turun seperti aurora yang tersesat. Bayangan-bayangan panjang menari di aspal, memanggil nama yang sudah lama tak diucapkan. Di sebuah gang buntu, sebuah toko buku yang tak pernah buka di siang hari menyimpan peta kota yang tidak pernah dicetak. Dan di bawah tanah, pasar gelap menjual kompas yang selalu menunjuk ke arah yang salah. Langit retak di atas jembatan. Retakannya halus, seperti kaca yang dicakar dari sisi lain. Di baliknya, bukan hanya bintang, tapi hutan dengan akar yang menjuntai, menggapai kota seperti jemari yang lapar. Di tengah semua itu, ia berdiri. Ia-yang dulu meninggalkan segalanya di hutan tak bernama-kini kembali, bukan sebagai Alea, tapi sebagai seseorang yang dipanggil Katiya. Ia tidak ingat siapa dirinya. Tidak tahu mengapa setiap langkahnya membuat kota ini makin kehilangan bentuk. Dan di ujung segalanya, ada pintu. Pintu yang tak bernama. Pintu yang hanya terbuka sekali-dan menuntut satu jiwa untuk menutupnya. ---
Broken White - by eSHa by srh_eSHa
13 parts Complete
Dan memiliki seorang selebritas papan atas dari negeri ginseng dalam sebuah pernikahan adalah impian gilaku sejak aku jatuh cinta pada semua pesona yang dimiliki Lee Chan Gi.Seorang bintang multitalenta yang sangat dicintai seluruh negrinya.Aku dengan segala hidupku yang kecil ini berkhayal tanpa henti untuk mimpi setinggi itu, memimpikan laki-laki super keren itu sebagai suamiku, pasangan hidupku. Siapa sangka takdir membawaku pada keberuntungan yang tidak pernah kubayangkan benar-benar ada di bumi.Semua yang kami mulai benar-benar seperti naskah drama yang dirancang begitu apik oleh penulisnya, dan rasanya mustahil dalam hidup yang nyata ini.Tapi benar, penulis naskah hidup kami adalah sebaik-baik penulis yang tidak pernah ada dua, Tuhan semesta alam. Aku yang tidak pernah memiliki keluarga utuh, kini merasakannya bersama keluarga suamiku, aku yang kehilangan sosok orang tua sejak belia, seakan kembali memilikinya dengan kehadiran orang tua chan gi.Kami merasa melengkapi kekurangan satu sama lain, chan gi tidak pernah mengeluh pada semua kelemahanku, tidak seperti yang aku lihat di media sosok chan gi yang seakan sempurna tanpa celah, nyatanya juga memiliki kelemahan seperti manusia lainnya.Tidak pernah ada yang tahu peperangan yang dia hadapi dengan dirinya sendiri dalam waktu yang cukup lama.Dan aku menjadi satu-satunya orang yang harus bertahan, berdiri dengan tegak bersamanya melawan keadaan.Hingga aku mulai mempertanyakan kebahagiaanku dan perang yang sesungguhnya ...
TAKDIR TERINDAH by floweruvrnatione
50 parts Complete
Under Tengku Series 𝐈𝐈 SPIN-OFF DIA BIDADARIKU π“π„ππ†πŠπ” ππ€π˜π‘π€π„π‹ 𝐀𝐑𝐃𝐄𝐍 - Hampir lima tahun menetap di Australia disebabkan pengajiannya di peringkat PhD, baru hari pertama menjejakkan kaki ke negara asalnya, dia sudah ditimpa kemalangan yang tanpa diminta terjadi. "Mata bukan main cantik, tapi sayang letak kat kepala lutut. Aku yang besar gedabak ni tak nampak?" Hambur lelaki itu kasar. ππ”π“π„π‘πˆ 𝐀𝐑𝐃𝐄𝐀𝐍𝐍𝐀 - Seorang gadis berkacukan Itali itu sememangnya menjadi sasaran utama buat para lelaki yang menginginkan teman wanita kerana rupa parasnya. Lelaki umpama kacang ditangannya sehingga takdir mempertemukan dia dengan seorang jejaka bermata hazel yang sukar untuk didekati. "Heyy! Awak yang jalan tak tengok belakang depan! Lain kali kalau dah tahu diri tu mengalahkan gajah, tengoklah kanan kiri!" ππ”π“π„π‘πˆ 𝐀𝐑𝐃𝐄𝐀𝐍𝐍𝐀. Pertemuan mereka singkat, tetapi memori itu yang berharga, apa yang berlaku harini takkan mungkin sama dengan hari esok. Dan disebabkan itu mereka berdua menikmati waktu yang ada untuk bergaduh dan mencipta memori indah. Untuk menghalalkan mudah, tetapi untuk mengecapi bahagia itu sukar tatkala si ibu tiri mula mengambil bahagian dalam kisah mereka. Bahagia yang dulunya mereka rasai perlahan - lahan ditarik sedikit demi sedikit tanpa sempat mereka mengucapkan selamat tinggal. "Kalau itu yang Dea nak abang tak kisah, tapi jangan datang semula pada abang." π“π„ππ†πŠπ” ππ€π˜π‘π€π„π‹ 𝐀𝐑𝐃𝐄𝐍. Mampukah mereka mengenal erti bahagia itu sekali lagi? Atau bahagia yang mereka kecapi itu hanyalah sementara? "Bahagia bukan tentang bersama, tetapi tentang rasa. Kalau bersama tapi tak bahagia tiada guna juga." ππ”π“π„π‘πˆ 𝐀𝐑𝐃𝐄𝐀𝐍𝐍𝐀.
πŠπ„π“π”π€ 𝐏𝐄𝐍𝐆𝐀𝐖𝐀𝐒 πˆπ“π” π’π”π€πŒπˆπŠπ”! || πŽπ† by aevlinx
43 parts Ongoing
Nur Zara Raesha ialah anak perempuan bongsu kepada Muhammad Zayyan Raes, Seorang wanita yang bijak dalam segala bidang dah hal hal yang dilakukan. Dipertemukan hanya kerana tali leher, malah terjatuh cinta sedalam-dalamnya. Itulah kisah cinta antara Tengku Asyraf Zaheen dan Nur Zara Raesha. "Aku suka kau!" -Tengku Asyraf Zaheen- Kejujuran tidak merosakkan segalanya, tetapi ia membuatkan Raesha semakin suka dengan kejujuran itu walaupun hanya terlepas cakap. "Cinta dan hati aku hanya untuk Tengku Asyraf Zaheen bin Tengku Aydan Zarith." -Nur Zara Raesha- Orang ketiga perosak segala hubungan. Apa mereka harus buat? Tiada jawapan lain kecuali hancurkan kedua-dua mereka. Siapa mereka? Tidak lain dan tidak bukan orang ketiga yang cuba meleraikan hubungan Raesha dan Asyraf. Mampukah mereka jalani kisah hidup mereka? Tiada siapa yang tahu jawapannya. Adakah mereka akan berjaya hidup bahagia bersama? Jawapannya adalah takdir. -TAZ & NZR- Hasil Karya Aevlinx Written by Aevlinx WARNING ⚠️ β€’ No copy. β€’ Original idea from my own brain. β€’ Nothing related to real events. β€’ Sensitive words. β€’ Sensitive part. β€’ Just imagination. β€’ Not a real name. β€’ Untuk pembaca matang, hanya disebabkan perkataan perkataan yang sensitif... thank you. WARNING II ⚠️ KALAU READERS TAK BOLEH GO ON DENGAN STORYLINE, JUST DON'T READ. KALAU READERS TAK SUKA THE SENSITIVE WORDS AND ELSE, JUST DON'T READ. DON'T SAY THAT I DIDN'T WARN YA. enjoy reading. Love you guys who support me. Thank you for supporters and readers that read my first story. Gonna appreciate everything. Thank you again. -Amethyst- AMETHYST, 2024 start: 7/12/24 end:
You may also like
Slide 1 of 9
Dari Benci Jatuh Ke Sayang [Completed] cover
THE LAST POWER cover
ALEA: Gerbang Ketiga-Di Balik Pintu Tak Bernama cover
Melting Pole cover
Broken White - by eSHa cover
Cold Shoulder cover
Reninkarnasi ketubuh gadis malang cover
TAKDIR TERINDAH cover
πŠπ„π“π”π€ 𝐏𝐄𝐍𝐆𝐀𝐖𝐀𝐒 πˆπ“π” π’π”π€πŒπˆπŠπ”! || πŽπ† cover

Dari Benci Jatuh Ke Sayang [Completed]

16 parts Complete Mature

Nur Nadrah Haneesa, atau lebih dikenali sebagai gadis beku, dikejutkan dengan kehadiran Aleeya yang kembali muncul sebagai pengurus di salah sebuah hotel tempat dia bekerja. Kenangan lalu terus terlintas di fikiran Nadrah, mengingatkan dirinya tentang peristiwa hitam yang menimpanya 10 tahun lalu. "Kenapa aku nak ingat balik semua tu? Benda dah berlalu, kan? Aku dah maafkan semua, termasuk arwah Afiq."- Nadrah Selepas kejadian tragis yang meragut nyawa itu, Aleeya telah berpindah dan menghilangkan diri tanpa meninggalkan sebarang jejak. Kehilangannya sangat berbeza dengan kebiasaan gadis itu yang suatu ketika dahulu sering mencarinya, walaupun di luar waktu sekolah. "Kau ni buat kerja pakai otak ke pakai lutut? Kau tak nampak ke bilik ni bersepah? Mata kau mana? Tercabut?" - Tengku Zafran "Encik, bilik ni bukan saya yang kemas. Arfan yang kemas tadi." - Nadrah "Lepas tu? Kira tanggungjawab kau lepaslah? Hei, tak kiralah kerja siapa pun. Aku paling pantang bila orang sekadar tengok tapi tak bertindak apa-apa. Sekarang ni, aku nak kau kemas balik semua. Selagi tak perfect di mata aku, kau jangan keluar. Kalau tak, jangan harap kau dapat kerja sini lagi." - Tengku Zafran Tengku Zafran, anak kepada majikannya yang kini memangku jawatan CEO buat sementara, menambahkan lagi kekusutan dalam diri Nadrah apabila lelaki itu sering mencari kesalahan dan membulinya ketika bekerja. Keadaan menjadi semakin sukar apabila Nadrah mengetahui bahawa Tengku Zafran mempunyai hubungan istimewa dengan Aleeya, sehingga gadis itu mula kembali mengganggu ketenteraman hidup Nadrah gara-gara kebenciannya terhadap Tengku Zafran yang kerap mencari Nadrah pada setiap masa. *minta maaf atas segala kesalahan ayat, kosa kata dan ejaan*