Story cover for Serdadu [MxM] by Bangroqy_
Serdadu [MxM]
  • WpView
    Reads 20,449
  • WpVote
    Votes 578
  • WpPart
    Parts 14
  • WpView
    Reads 20,449
  • WpVote
    Votes 578
  • WpPart
    Parts 14
Complete, First published Sep 24, 2023
Mature
Sial, kenapa aku malah tunduk padanya?. 

Aku akui fisiknya memang tak kalah jauh dariku, hanya tinggi nya saja yang lebih tinggi dua senti dari ku. Tatapan matanya tajam dengan alis tebal, apalagi rahang tegasnya yang di tumbuhi bulu-bulu halus memberikan kesan garang itu.
Selama ini aku tak takut pada siapapun kecuali ayah, tapi kenapa aku malah tunduk ketika dia berkata sesuatu. Bukan, bukan tunduk karena takut. Aku luluh akan sikapnya dan juga perangai nya seakan menjadi pelengkap hari ku.
Mungkin bisa di bilang dia cinta pertama ku, ah jangan sampai ayah tau hal ini. Atau aku bisa mati di tangannya...
All Rights Reserved
Sign up to add Serdadu [MxM] to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 7
Cinta Berbentuk Persegi [END] cover
Tetanggaku ✔️ cover
MsS 2 : Ini Aku [ COMPLETED ] cover
Sisi Gelap Mantan Pacar-ku [TAMAT🌻] cover
Abimana Si Musang [BL] (lengkap) cover
Remember You [TayNew] ✓ cover
Jangan Pergi, Ayi cover

Cinta Berbentuk Persegi [END]

27 parts Complete

Gue nggak pernah nyangka hidup gue bisa berubah drastis cuma dalam tiga hari. Dulu gue Aria yang gemuk, pemalu, dan lebih sering ngumpet di balik punggung Alice atau Tessa kalau ada cowok ganteng lewat. Tapi sekarang? Semua mata ngelirik ke arah gue setiap gue jalan di koridor sekolah. Padahal gue nggak pernah minta buat jadi pusat perhatian. Gue cuma... kehilangan berat badan karena sedih nonton film BL favorit gue. Kedengarannya konyol, ya? Tapi kenyataannya, tangisan dua hari lebih itu ngubah seluruh penampilan gue. Dan parahnya, sekarang mama sama abang gue aja sempat nggak ngenalin gue. Yang lebih aneh lagi, cowok-cowok yang dulu cuek sekarang mulai mendekat. Chris, cowok basket yang dulu ngelempar bola ke kepala gue, sekarang malah ngajak kenalan. Melker, yang biasanya dingin kayak kulkas dua pintu, tiba-tiba jadi perhatian dan mau ngobrol. Dan Adrian... dia kayak punya radar khusus buat bikin gue salah tingkah setiap detik. Bahkan candaannya yang ngeselin aja bisa bikin jantung gue deg-degan. Gue bingung harus senang atau takut. Karena gue masih Aria yang sama di dalam, cuma dunia di luar yang kelihatannya mulai berubah.