Holding The Cup (End)

Holding The Cup (End)

  • WpView
    Leituras 9,892
  • WpVote
    Votos 702
  • WpPart
    Capítulos 20
WpMetadataReadMaduroConcluída seg, set 16, 2024
WpInfo
Ficção
Romance
Judul : Holding The Cup Penulis : Lilac Jasmine (jazzy70) Jumlah chapter : 20 "Piala... Itu simbol universal. Banyak piala yang melambangkan kemenangan, keberanian, kekuatan, atau kematian. Namun, ada piala tertentu... Simbol kehidupan yang penuh dengan kesedihan dan kegembiraan yang dapat kita pegang, angkat, dan minum. Namun, meminum pialanya lebih dari sekadar menelan apa pun yang ada di dalamnya." Sudah setahun sejak Xiaoge kembali dari menjaga gerbang Perunggu dan sejak saat itu, Segitiga Besi berhasil menjauh dari masalah dan menikmati masa pensiun mereka yang sesaat-jika tidak permanen-jauh dari semua orang di Desa Hujan. Namun apa yang terjadi ketika Xiaoge tiba-tiba menghilang di tengah misi terbarunya dan hari-hari Wu Xie yang baru saja diperoleh dan entah bagaimana normal sekali lagi terganggu hanya untuk membuatnya menyadari bahwa kedamaian dan keamanan di sekitarnya selama setahun terakhir, tidak lain hanyalah pikirannya yang mempermainkannya lagi. Tidak ada kedamaian tanpa pengakuan. Wu Xie dipaksa untuk sekali lagi menghadapi iblis dalam dirinya dan semoga kali ini dia tidak akan menguburnya di bawah kedok bahwa dia baik-baik saja. Meskipun begitu... iblis dalam dirinya dapat mengambil langkah mundur karena sekali lagi dia berada di ambang kehilangan Xiaoge karena roda takdir...
Todos os Direitos Reservados
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • LUNAR VEIL: The Hidden Path
  • 𝗖𝗿𝗼𝘄𝗻 𝗘𝗺𝗽𝗶𝗿𝗲 𝗣𝗿𝗶𝗻𝗰𝗲 || 𝐘𝐞𝐱𝐢𝐚𝐨
  • Beloved Man Of The God's
  • Of all the what? (End)
  • Eleutheromania
  • We Will Be Happy(zhouzhu)
  • I have a place in this world and I am not leaving it (End)
  • Waiting Soulmate - [PINGXIE]

Hidup dengan bekerja keras setiap harinya, begitulah kehidupan yang Yuanzhi jalani. Dirinya tidak keberatan dengan hal itu, tapi yang namanya pemikiran seorang remaja yang bahkan belum dewasa. Pasti terselip sebuah keinginan konyol untuk mengubah takdirnya agar menjadi lebih baik dengan cara yang instan. Yuanzhi tidaklah hidup kekurangan, tapi tidak juga memiliki harta berlebih untuk dihamburkan. Sehingga dengan kesadaran dirinya sendiri Yuanzhi mulai mencicil beberapa pekerjaan yang menghasilkan uang-tentu saja dengan bakat dan kemampuan yang bisa dilakukannya. Walau tidak ada keterpaksaan, bahkan sebetulnya orang tua dan kakaknya berkata untuk tidak mengambil pekerjaan. Namun Yuanzhi tetap bersikeras, tidak lain untuk mendapatkan hal yang diinginkannya menggunakan kedua tangannya sendiri tanpa harus membebani keluarganya. Tapi begitu, lambat laun melihat teman-teman seumurannya dengan mudah bisa mendapat apapun yang mereka inginkan dan tanpa melalui kerja keras yang panjang. Membuat rasa ingin disisi hati kecilnya yang lama kelamaan rasa ingin menjadi seperti mereka bertambah besar. Hingga suatu malam, tepat pada saat bulan purnama. Sepulang bekerja dari pekerjaan paruh waktunya disebuah café, Yuanzhi teringat dengan sebuah iklan internet konyol yang berkata. 'Buatlah permintaan tepat pada saat malam bulan purnama.' Yuanzhi yang mungkin dalam alam bawah sadarnya mengharapkan sebuah kejaiban, akhirnya dengan spontan berkata dalam hatinya. Dirinya ingin hidupnya menjadi lebih baik, tidak banyak bekerja keras dan terus mendapatkan apa yang dia inginkan. Yang membuatnya terkejut adalah, pada saat membuka mata keesokan paginya. Permintaan konyolnya benar-benar terkabul. Hidupnya berubah, jauh lebih baik. Menjadi keluarga kaya raya dengan harta yang melimpah ruah. Tapi ada satu hal yang aneh, yang membuat Yuanzhi lambat laun menyesali permintaannya. Tidak banyak bekerja keras, itu benar-benar terkabulkan, tapi dengan cara yang tidak pernah disangkanya.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo