Rekan Lama Berjumpa Lagi  - Rela Bela

Rekan Lama Berjumpa Lagi - Rela Bela

  • WpView
    Reads 10
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Mon, Sep 25, 2023
WpInfo
Fiction
Action and Thriller
Karya ini sudah diterbitkan versi fisik (softcover). Sila kunjungi melalui tautan berikut: https://galuhpatria.id/rekan-lama-berjumpa-lagi/ === Premis: Fura seorang gadis tua bertangan tunggal bekerja sebagai pengawal majikan baru seorang wanita bangsawan Mannamei, dia menaruh dendam kesumat terhadap Ruto, seorang bandar sekaligus rekan dagang majikan, yang telah menjatuhkan martabat majikannya di depan umum, tetapi akhirnya memilih berdamai atas desakan oleh Maec, si pelayan pria yang ikut serta bersama Fura memburu Ruto di Pelabuhan Utara. Uraian (blurb): Fura paham bahwa dirinya kini adalah seorang hamba yang melayani Mannamei sebagai pengawal pribadi, dan dia rutin melakoni tugasnya dari pagi hingga menjelang malam, termasuk bila dibutuhkan dalam situasi penting. Oleh karena itulah, kedatangan majikan pada pagi buta ini seperti sebuah pertanda akan ada pekerjaan penting dan mendesak menantinya. "Ada perlu apa pada daku, Mannamei?" "Rapikan dirimu, kita pergi sarapan." "Kenapa ... tiba-tiba?" "Aku bersyukur kau menanyakannya. Temani aku sarapan, sekalian mengenalmu lebih dekat." Fura tidak habis pikir bahwa ajakan sarapan dari Mannamei akan mempertemukan garis takdir dengan seorang lelaki preman Ruto, di dalam kedai. Puncaknya terjadi pada siang hari, ketika dia bersama majikan berjumpa lagi dengan Ruto. Fura tidak dapat memahami pertengkaran mulut antara Mannamei dengan Ruto, tetapi intuisinya paham bahwa Ruto telah mengolok-olok harga diri Mannamei di depan khalayak. Seperginya Ruto yang dibiarkan pergi saja oleh titah Mannamei, Fura bersikeras bahwa dia akan balas dendam menghabisi Ruto demi memulihkan harga diri Mannamei. Sang majikan pun mempersilakannya, dengan segala akibat ditanggung sendiri. Maka, berangkatlah Fura ke Pelabuhan Utara, tempatnya Ruto diketahui bekerja sebagai Bandar Besar. Perjalanan balas dendamnya dtemani oleh seorang pelayan pria Maec, yang sempat Fura tolak ketika mereka berjumpa pertama kali.
All Rights Reserved
#4
perseteruan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berburu Kijang 1/2
  • ASA [COMPLETED]
  • Legend Of Princess Lee Yang Yu
  • Five wishes! [SM Family]
  • NOT SAME (COMPLETE)
  • Narasi patah hati
  • Saya tidak senang melayani anda
  • Save the Pretty Guy [End]
  • I'm Only Meant to be With You

Premis: Sepasang remaja pemuda Funkei bersama gadis Onna tiba di gedung sekolah dengan persenjataan senapan api lengkap yang bertujuan membasmi Kijang, lalu disambut oleh seorang pelayan wanita Mocca melalui ranah rekaan. Keduanya sempat ragu dengan sambutan Mocca, tetapi pada akhirnya mereka sepakat menerimanya, selanjutnya Funkei, Onna, dan Mocca lanjut keliling kompleks gedung hingga bertemu dengan Kijang yang mereka cari di lantai teratas, tetapi berakhir gagal lantaran kehabisan waktu. Uraian (blurb): "Perkenalkan, saya adalah Mocca, penyambut tangan terbuka engkau sekalian. Terima kasih sudah bersedia memasuki gerbang buatan saya." "Apa alasanmu menolong kami?" Funkei bertanya seakan-akan menuduh. "Jangan mengira kami akan telan bantuan kau begitu saja. Pasti kau mengharapkan sesuatu dari kami sebagai imbalan penyelamatan." "Sejujurnya, saya tidak mengharapkan apa pun selain ucapan terima kasih engkau. Namun ..., berkenankah engkau sekalian mengajak saya sebagai Pembantu?" "... Dapatkah kau membela diri kau sendiri?" "Hmm. Apakah boleh kalau saya sembunyi saja-?" "Mocca, kami enggak peduli bila aku dan rekanku terjebak selamanya di sini. Tujuan akhir kami hanyalah satu, yaitu melenyapkan Kijang, dan aku berfirasat besar bahwa kaulah Kijang yang sedang kami buru." "Sungguh, jadi engkau lebih memilih terjebak selamanya saja?" ancam Mocca mengeritkan rahang, kesal sejadi-jadinya. "Yakinkan kami dahulu bahwa kau bukanlah ancaman nyata yang berniat jahat menusuk kami dari belakang," titah Onna tegas keras. "Tanpa perlu kaubilang pun, aku tahu betul bahwa kau dapat melenyapkan kami semudah jentikan jari." Terlepas dari keengganan Funkei dan Onna, keduanya sepakat untuk mengajak Mocca berburu Kijang. Namun, perburuan mereka selanjutnya malah berbalik menjadi diburu oleh Kijang, hingga terpaksa dipulangkan ketika mentari mulai terbit.

More details
WpActionLinkContent Guidelines