TRAGEDI 23.59 (END)

TRAGEDI 23.59 (END)

  • WpView
    Reads 408,565
  • WpVote
    Votes 16,895
  • WpPart
    Parts 63
WpMetadataReadComplete Sun, Mar 8, 2026
"Papa, anakmu dibinatangkan." ~~~ Dia, Kalula. Remaja cacat dengan kaki kiri yang pincang. Bagi Kalula, SMANTA adalah tempat yang paling menakutkan. Menjadi korban perundungan membuat hidupnya berantakan. Tubuh penuh luka. Hati yang gelisah. Akal yang tidak terarah dan hidup dengan rasa trauma. Empat orang senior SMANTA merupakan kunci utama Kalula menderita. Yang pada akhirnya, kematian adalah jalan satu-satunya untuk lepas dari genggaman para penguasa. Tragedi mengerikan itu terjadi tepat pada malam kelahirannya. 23.59 "Perpisahan yang paling menyakitkan adalah kematian." --- RANK #1 Sad | 29 Oktober #1 Sekolah | 30 Oktober #3 Angst | 30 Oktober #1 Fiksi Penggemar | 3 November #1 Brokenhome | 10 Desember
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ELGITA  (TERBIT)
  • 𝓐𝓷𝓽𝓪𝓰𝓸𝓷𝓲𝓼 𝓕𝓪𝓶𝓲𝓵𝔂
  • 9 Eternity || SEGERA TERBIT
  • SAMUDRA BERCERITA || END
  • Rintik Hujan
  • CATATAN PEMBUNUHAN (END)
  • Melody Yang Tertahan
  • KAYLA [END]

Warning ❗Plis, no copy paste/plagiat cerita orang❗sebelum membaca Vote dan follow. ⚠️ Sebagian part di hapus untuk kepentingan penerbitan. Jika ingin membaca lebih lengkapnya, bisa membeli novelnya melalui marketplace shopee penerbit: rangkai_media.id ⚠️ Gita hanya ingin hidup seperti remaja lainnya. Bersekolah, menari dan dicintai keluarganya, tapi dunia tak seindah itu. Dipaksa bertahan di rumah yang tak pernah menganggapnya anak . Gita hidup dibawah bayang - bayang kekerasan fisik dan batin. Di sekolah pun dia tak menemukan pelarian. Sahabat yang dulu dekat, kini berubah menjadi pelaku perundungan yang melukai. Sampai akhirnya, Elvan hadir. Pemuda asing yang melihat luka yang tak semua orang peduli. "Kalau mau nangis, nangis aja. Gak usah ditahan." "Menangis ngak bikin lo lemah. Kadang itu yang bikin lo bertahan." Di antara luka, hujan, dan tarian yang dipaksakan tetap indah. Gita belajar satu hal penting, bahwa bertahan bukan soal kuat atau tidak, tapi soal berani mencintai diri sendiri meski dunia terus menolak. "Aku juga pengen ngerasain pelukan dari orang yang aku panggil Mama..." "Apa Gita begitu menjijikan sampai kalian ngak mau makan satu meja pun denganku?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines