Abbiamo aggiornato le nostre Linee Guida sul Contenuto.
Consulta le linee guida più recenti per continuare a condividere storie in sicurezza.
Omurice

Omurice

  • WpView
    LETTURE 92
  • WpVote
    Voti 5
  • WpPart
    Parti 4
WpMetadataReadPer adultiIn corso
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione gio, ott 12, 2023
WpInfo
Narrativa
Storie d'Amore
Adakah batasan dan takaran untuk memberikan predikat harmonis kepada suatu hubungan? Dulu, bagi Avera Lenita kalimat tersebut serupa momok yang menakutkan. Trauma yang dialaminya tersebab fase tumbuh kembang semasa kecil, membuat dia meragukan adanya jenis hubungan sejoli yang harmonis. Akan tetapi, dugaan itu terbantahkan oleh hadirnya Argandhi Danendra, seorang pria yang datang dari masa lalu. Usai melalui ragam drama kehidupan, akhirnya mereka bersatu dalam ikatan pernikahan. Apakah harmonis sebagaimana yang dipertanyakan oleh Vera? Jawabannya hanya garis takdir yang tahu. ___ 📌 Tayang di Wattpad setiap hari Kamis! 📚 Lanjutan dari "Cocktail Party". [Seluruh karakter dan isi cerita hanyalah fiktif. Jika ada kesamaan nama, tokoh, dan setting tempat, itu di luar kuasa penulis.] Copyright © Fania Alva 2023
Tutti i diritti riservati
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • Nirmana Lila | Tamat
  • ALUNA [REVISI New Version] [TERBIT]
  • Lentera Kanwi (Repost)
  • Ardiana [END]
  • Secret Behind Marriage (Completed)
  • Magnolia Wedding [SUDAH TERBIT]
  • Let It Fall [Tamat]
  • Im Not Your Fans [END]
  • Meneroka Jiwa

Book 1 - Trilogi Tiga Dimensi: Kamu tahu, apa yang bisa menghubungkan satu tebing ke tebing lainnya, meski jurangnya begitu curam? Jembatan. Ya, aku dan dia seperti dua tebing dengan jurang yang nyata terlihat. Dalam dan lebar. Bodohnya, jembatan itu masih nekat dibangun. Semakin dalam jurang, semakin kuat pula pondasi yang dibutuhkan. Dan gilanya, dia membangun pondasi itu dengan begitu mudah dan sederhana. Caranya? Dengan menjelaskan apa itu nirmana. Aku hanya bisa tertawa, miris. Betapa ringannya dia meletakkan pondasi jembatan itu di sini, di hatiku. Dengan pemikirannya yang unik, dia menunjukkan bahwa nirmana bukan hanya soal seni, melainkan cara untuk mengenali sesuatu yang belum pernah kita pahami, bahkan diri kita sendiri. Dari situlah, perlahan, dia menuntunku ke sebuah jembatan yang ia bangun dengan nirmana. Dari titik-titik kekaguman tak terduga, menjadi garis samar sebuah perasaan yang seharusnya tak ada, dan terbentuknya sebidang kerumitan yang menyangga. Hingga... "Kenapa harus Brian?! Dia itu keponakanku, La!" teriakan suamiku menghantam. Dalam sekejap, aku dihadapkan pada kenyataan pahit: nirmana hidupku ternyata jauh lebih rumit daripada gambar-gambar yang harus kuselesaikan.

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti