CLOUDS
  • WpView
    Reads 13
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Oct 1, 2023
Derap langkah kaki seorang wanita secara alami membuat seisi ruangan penasaran. Pakaian yang comapang-camping, sendal yang tidak sepasang, belum lagi kerudung miring tak rapi. Siapapun bisa melihat, ia datang dalam keadaan panik, tidak peduli bagaimana penampilannya, yang ia pentingkan saat ini adalah anaknya yang ia peluk erat. Anak itu masih balita. Dan dia menangis kencang sambil mengucek-ucek matanya. Wanita itu teriak meminta tolong pada para dokter dan suster agar mengobati anaknya. Tangannya bergantian bekerja. Jika tangan kanannya menopang sang anak, maka tangan kiri mengusap air matanya yang tidak berhenti mengalir. Dan sebaliknya. Begitulah yang terus ia lakukan sambil membujuk para suster agar anaknya segera di tangani. "Suster, bantu anak saya. Mata anak saya ngga bisa melihat." -Sebuah koleksi cerita fiksi karya Nadiratuzzaman
All Rights Reserved
#3
ridhoallah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BUNGAKU TELAH KERING [Belum revisi]
  • Bersama Cahaya Bintang (✔)
  • KETIKA CINTA BERTAHAN DALAM DO'A
  • Asheeqa's Dream [COMPLETE]✔
  • CINTA UNTUK ALYA
  • Tertulis Dalam Doa
  • WANITA GARIS LURUS (Persembahan Untuk Cinta)
  • Diary Islam
  • "Langkah Kecilku, Harapan Besar dari Langit"

Tinggalkan cerita ini jika membuatmu lalai. "Aku yakin. Allah beri ini semua karena Allah udah siapin hal terindah setelah ini." -Rayyaza Shayla Danendra. "Izin sebut nama lo dido'a gue, ya. Gue siap kecewa kalau seandainya kita berdua gak bersama." -Habibil Alfa Ramadhan. Bunga itu... Telah mengering seiring berjalannya waktu. Tapi, tidaklah mungkin ia melupakan siapa yang memberi sekuntum mawar merah yang mulai menyoklat itu. "Selamat hari ibu untuk ibu dari anak-anak ku. Terimakasih sudah menjadi wanita hebat dihidupku, ya. Mawar ini, pertanda bahwa aku, sangat mencintaimu, " ujar laki-laki itu sangat manis. Sebuket mawar itu dipajang indah dilemari kaca yang tinggi. Harumnya begitu menyerbak, dan kelopaknya yang begitu segar. "Terimakasih,ya. Aku gak tau lagi mau ngomong apa selain terimakasih. Hanya kamu, laki-laki yang bisa menerima kekurangan ku. Terimakasih,ayah dari anak-anakku." Wanita itu menghapus air matanya yang mengalir dipipi ranum nya. -selamat membaca-

More details
WpActionLinkContent Guidelines