Akankah berpisah?

Akankah berpisah?

  • WpView
    Membaca 456
  • WpVote
    Vote 25
  • WpPart
    Bab 14
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Min, Sep 15, 2024
WpInfo
Fiksi Penggemar
Setiap wanita pasti akan merasa tidak sempurna jika ia tidak bisa melahirkan keturunan untuk suaminya. Hal itu juga dirasakan Puspa yang belum bisa memberikan keturunan untuk suaminya. Usia pernikahannya masih dini memang, namun seiring berjalannya waktu ia resah memikirkan calon keturunan yang tak kunjung hadir di rahimnya. Memutuskan untuk menghadirkan wanita lain dalam rumah tangganya akhirnya dipilih Puspa. Sebagai suami yang begitu tulus mencintai Puspa, Dirga tentu menolak keputusan itu. Ia tak mempermasalahkan perkara turunan. Baginya bisa menghabiskan sisa usia bersama Puspa sudah lebih dari cukup. Diminta untuk menikahi suami sahabatnya tentu bukan perkara mudah bagi Dara. Ia bahagia bisa membuat putranya bahagia tinggal bersama Puspa dan Dirga, namun saat keberadaannya membuat goresan noda untuk pernikahan sahabatnya tentu Dara memilih pergi. Akankah Puspa berhasil mewujudkan gagasannya? Akankah Dirga dan Dara kalah debat dengan Puspa? Akankah Dirga berpaling pada Dara? Akankah kisah Puspa dan Dirga berakhir?
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#18
dramapernikahan
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Jingga's Life
  • Buku Resep Cinta (Completed)
  • Pengantin Simpanan
  • I love you, Mas Duda
  • DARKA
  • Destiny
  • Dear My Kapten (2025)
  • Truth (Edisi Revisi)
  • Undesirable (On Going)

Spin-off Menikah di usia yang sangat muda bukanlah hal yang mudah bagi Jingga dan juga Thira, apalagi mereka tidak saling mencintai. Rasa cinta yang dimiliki oleh Jingga masih ada hanya untuk Herlin-sahabatnya. Seiring berjalannya waktu, mereka beranjak dewasa dan mulai berusaha menerima kenyataan bahwa mereka adalah sepasang suami-istri. Jingga dan Thira mampu mempertahankan pernikahan mereka walaupun belum pernah menyatakan perasaan mereka yang sebenernya. Sikap Jingga kepada Thira masih sama seperti dulu, dingin, ketus, dan sedikit pemaksa. Laki-laki itu akan lembut pada Thira dihadapan putri kecilnya saja, ia tidak ingin putrinya merasa sedih jika melihat orang tua mereka tidak akur. Ayahnya yang mengetahui hal itu tidak tinggal diam, ia kasihan pada Thira dan juga cucunya. Maka dari itu Dikta memutuskan untuk mencarikan seorang laki-laki untuk Herlin yang sudah ia angkat menjadi putrinya. Namun ternyata keputusannya tidak di terima oleh Jingga, Jingga tidak setuju jika ia ingin menjodohkan Herlin karena ia ingin melihat Herlin menikah dengan laki-laki yang gadis itu cintai 'katanya.' Padahal aslinya ia tidak rela sama sekali Herlin dimiliki oleh laki-laki lain. "Jingga, kembali ke Indonesia. Perushaan sedang tidak baik-baik saja jika kamu berhasil memperbaiki kekacauan di perusahaan, papa berjanji akan membatalkan rencana perjodohan Herlin." "Kamu bisa atur sesukamu." "Siap pa, mana mungkin Jingga menyia-nyiakan kesempatan." "Jangan gila, kamu sudah punya anak dan istri. Tepati omongan kamu, Herlin akan menikah dengan laki-laki yang dicintainya. Persis seperti apa yang kamu katakan." Entah apa yang akan dilakukan oleh Jingga, dan Thira hanya bisa pasrah dengan hal itu. Namun ada satu hal yang paling ditakuti oleh Thira, ia takut Jingga akan menikah dengan Herlin. Bagaimana jika Jingga berencana ingin menikahi Herlin dan kali ini berhasil? Apakah mimpi buruk itu akan terjadi? atau malah sebaliknya?

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan