Story cover for Pain by sesewrite__07
Pain
  • WpView
    Reads 96
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 5
  • WpView
    Reads 96
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 5
Ongoing, First published Sep 28, 2023
Mature
Aku tak pernah memahami apa yang ia rasakan, karena ia selalu menyembunyikan emosinya dengan wajah datarnya. Tak pernah ia menunjukkan bahagia, sedih atau perasaan lainnya. Ia tak mempunyai ekspresi dalam emosi. 

Hanya saja, aku memahami satu hal darinya; ia menyimpan beban yang tak terhitung dari masa lalunya yang buruk. Segala emosinya yang tercampur aduk menjadi satu  adalah yang membuatnya tak lagi mampu berekspresi. Semakin dalam rasa sakit yang ia rasakan, ia seolah kehilangan perasaannya. Tak lagi merasakan apa-apa.

Pertama kali aku menemukannya ketika hujan merembes deras di Tokyo. Di tengah pemakaman yang sepi, ia berdiri mematung di bawah hujan tanpa payung, menatap kosong pusara Ibunya yang ada di hadapannya. Ia menangis tanpa suara. Tapi, yang aku lihat saat itu bukanlah anak yang menangis meratapi kepergian ibunya, melainkan bocah penuh amarah yang meluap-luap entah kepada siapa.

Hanya ada satu kata yang keluar darinya sejak pertama aku menghampiri dirinya. Dengan suara gemetar, ia memohon, "Oji-san, tolong aku.."
All Rights Reserved
Sign up to add Pain to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
MOYRI BERLIZHA by Ska_kuproy22
14 parts Complete
"Kenyataan itu memang menyakitkan tapi bagaimana pun kamu tidak akan pernah bisa lari dari kenyataan itu sendiri" ~~~ Kisah ini menceritakan tentang seorang moyri berlizha dan segala bentuk lukanya.Lika liku kehidupanya ia lalui dengan sepenuh hati meskipun dihantam kenyataan dunia yang pahit. Bermula ketika kakak tersayangnya memilih mengakhiri kehidupanya.lelah dengan keadaan dan putus asa dengan kehidupan yg ia jalani membuatnya sendirian tanpa ada sosok yg menjadi alasanya tetap bahagia meskipun diatas penderitaanya sendiri.dua bersaudara yg berpura pura bahagia meskipun mentalnya hancur dua orang yang membohongi dirinya sendiri terlihat bahagia dimata dunia tp rapuh dihadapan kegelapan. Disaat kakaknya menyerah berjuang disitulah kebahagiaanya semakin dekat. ~~~ MAU TAU KISAH SELENGKAPNYA? JANGAN LUPA MAMPIR DONGG!!,JADI KARYA INI MURNI HASIL PEMIKIRAN AKU DAN AKU MINTA MAAF SEBESAR BESARNYA KALO CERITANYA MIRIP SM LAPAK YG LAIN KARNA JUJUR SUSAH BANGET NYARI INSPIRASINYA AKU HARUS BERHARI HARI BUAT MIKIR ALURNYA BIAR GA AMBURADUL.TAPI KALO RUWET YA MOHON MAAAP SOALNYA MASI PEMULA PUHHH....... OH YAA,SOAL ENDING JANGAN KHAWATIR SOALNYA INSYAALLAH GA NGECEWAIN KOK.NIH AKU KASI BOCORAN YA....JADI ENDINGNYA TUU KIRA KIRA HAPPY END CUYYY....TAPI GATAU DENG KALO BERUBAH PIKIRAN KAN NAMANYA MANUSIA YEKAN WKWK JANGAN LUPA VOTE DAN KOMENN KALO KALIAN SUKAA JANGAN CUMAN BACA DOANG!!,NTAR AKU DOAIN CRUSHNYA PEKA DEH YG KOMEN DAN VOTE HEHE😁😁
I Want To Make You Mine by FitaPuspita8
6 parts Complete Mature
*Misteri* Mataku terpejam secara perlahan tp masih terdengar suara keributan sangat jelas ditelingaku. Dan terahir yg kudengar adalah suara tembakan yg membuat mataku sedikit terbuka tp penglihatanku sedikit kabur. "Yoongiaaa". Lirihku melihat kekasihku bersimbah darah di dekatku dan kulihat lelaki disampingnya memegang pistol sambil tersenyum licik. Dan sejak saat itu aku tidak ingat apa2 lagi. . . . . . . "Yoona.. bangunlah sayang". Suara yang sangat kukenal, dan saat kubuka mata dia ada disampingku sedang menangis. "Eomma..". Sahutku lirih dan ibu mengusap air matanya sambil memegang tanganku. "Syukurlah kau sudah sadar sayang, eomma dan appa sangat menghawatirkan mu". Ibu dan ayahku terlihat sangat cemas tp entah apa yg terjadi aku sakit kepala jika ingin mengingat itu. Yg kuingat terahir adalah yoongi. Ya! Dia berdarah. Oh tuhan bagaimana keadaan kekasihku. "Eomma..appa.. yoongi bagaimana keadaan dia". Mataku merah karna melihat eomma terus menangis dan tak memberi jawaban. . . . . . . 1th kemudian. Setelah kejadian itu aku mulai pulih dan beraktifitas seperti biasa namun aku belum dapat kabar dari yoongi. Bahkan orang tuanya pun tidak tau dia masih hidup atau tidak. Ini sangat mengiris hatiku. Aku duduk termenung melihat ftoku dan dia saat kita liburan dipulau Jeju. Kulihat senyum manisnya dan air mataku mulai menetes. Tanpa sadar suara berat disampingku sambil mengelus lembut rambutku. "Yoona, ada hal yg ingin appa bicarakan padamu". Yaa dia adalah ayahku yg sangat aku cintai. "Iyaa appa.. bicaralah". Sahutku terseyum melihatnya. "Appa akan mengenalkan seseorang padamu, dan appa yakin dia bisa menjagamu". Ucapan ayahku sontak mebuat kaget. Apa maksudnya? "Appa dan eomma sudah memikirkan ini baik2, kami tidak ingin terus melihatmu dalam keterpurukan karna hidup terus berjalan sayang". Aku diam dan hanya bisa menangis mendengar ucapan ayahku, aku tau dia sangat menyayangi aku dan tak ingin melihatku terus2n bersedih.
You may also like
Slide 1 of 9
Bayangan di Malam Kelam(xodiac)  cover
Draco Oculos [Slow Up] cover
MOYRI BERLIZHA cover
POKERFACE. cover
last hold S2 ✓ cover
I Want To Make You Mine cover
36 days with you {saida} [End] cover
In The World Jujutsu Kaisen 0 cover
You Like Me? | Kim Wooseok  cover

Bayangan di Malam Kelam(xodiac)

11 parts Ongoing

Suara burung hantu terdengar di kejauhan, diselingi angin yang meniup daun-daun kering di hutan. Di tengah gelapnya malam, sembilan pemuda berdiri di depan bangunan tua yang sudah lama ditinggalkan. Rumah itu terkenal angker, banyak cerita yang beredar tentang penghuni tak terlihat yang tinggal di sana. "Apa kita beneran masuk ke sini?" tanya Zayyan, suara polosnya terdengar kecil. Matanya melirik ke arah Sing, kakaknya yang berdiri paling dekat dengannya. "Kita harus. Kalau nggak, kita nggak bakal tahu apa yang sebenernya terjadi sama orang-orang yang hilang," jawab Sing tegas. Matanya menatap Zayyan sejenak, memastikan adiknya nggak terlalu takut. "Kalian mau main uji nyali? Serius?" Davin menyela, nada suaranya penuh ejekan. "Kita harusnya balik aja ke rumah. Gue nggak mau ikut-ikutan kalau ada yang kesurupan." "Diam, Davin," Lex menegur sambil melipat tangan di dada. "Kita udah di sini. Lagian, ini bukan soal main-main. Ada sesuatu di sini yang harus kita cari tahu." "Udah, jangan ribut," potong Hyunsik dengan nada tenang. "Ayo masuk. Semakin lama kita di luar, semakin nggak enak rasanya." Dengan langkah ragu, mereka pun masuk ke dalam rumah tua itu, tak tahu bahwa malam itu akan mengubah segalanya.