Di Balik Keluarga Cemara

Di Balik Keluarga Cemara

  • WpView
    Reads 4,750
  • WpVote
    Votes 429
  • WpPart
    Parts 20
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Oct 16, 2024
"Jalan yang sepi gelap dan sunyi, ditemani oleh suara burung hantu." "Aku menelusuri setiap jalan itu melihat cahaya yang memantul dari dalam setiap rumah, ku pandangi jendela yang terdapat bayangan keluarga yang sedang makan bersama. Entah kapan aku merasakan itu mereka terlihat senang tanpa ada beban yang menghalangi." "Andai keluarga ku dapat seperti ini, mungkin kami akan terus bahagia hingga perpisahan." "Walaupun hanya sebentar." . "Angin berhembus daun berjatuhan, burung burung berterbangan bebas." "Andai hidup ku sebebas itu mungkin aku tidak akan merasakan sakit yang begitu mendalam, kalau saja penyakit ini bisa diangkat aku ingin sekali melihat dunia luar yang luas dan indah. Jika aku masih bisa di beri kesempatan aku akan menghabiskan nya dengan baik." "Aku harap ini semua cepat berakhir." . "Andai aku kuat." "Mungkin saja semua ini tidak akan terjadi, hidup ku sudah begitu lelah menjalani semua ini. Tapi entah kenapa selalu terulang kembali aku berharap aku tidak pernah lahir dengan keadaan seperti ini." "Apa salah ku?" "Sehingga takdir membuat ku seperti ini?" . © Cr : Chicaw-san ® Ide : Oklibook Enjoyy~ Tag's Rangking! #1 bbbhalilintar |[ 31-08-24 ]| #2 bbbtaufan |[ 31-08-24 ]| #3 bbbgempa |[ 31-08-24 ]|
All Rights Reserved
#48
bbbgempa
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cahaya [COMPLETED]
  • Full Of Scratches
  • Self Injury's(complete)✔
  • Sudut pandang (felisha)
  • ALVIN (On Going)
  • SUARA BIA (TAMAT)
  • dimana janji tersebut

⚠️PERINGATAN!⚠️ CERITA INI DIBUAT SAAT AUTHOR BELUM MEMAHAMI BETUL BAGAIMANA KAIDAH PENULISAN NOVEL YANG BAIK. JADI BAGI KALIAN YG TETAP INGIN MEMBACA, HARUS SIAP MENGHADAPI BANYAK KECACATAN DI DALAMNYA. MOHON KRITIK DAN SARANNYA. SEKIAN. TERIMA KASIH. --- Dunia itu indah. Dunia itu menyenangkan. Setidaknya dua hal itu yang dapat aku yakini tentang dunia, beberapa tahun silam. Sampai suatu tragedi yang tak diinginkan terjadi, aku harus dijauhkan dari dunia itu. Terus dijauhkan. Sejauh-jauhnya. Bunda juga selalu berusaha menanamkan keyakinannya bahwa dunia itu kejam, dunia itu berbahaya. Ia terus mengingatkan tentang ini dan itu, tentang hal yang menurutnya akan mampu membuat keyakinanku goyah. Aku, dengan segala keterbatasanku sekarang, percaya, dunia tidaklah kejam. Ayahku juga pernah bilang : Jikalau dunia memang kejam, kenapa tidak dari dulu manusia dibinasakan? Kejam, bukan? Tapi kenyataannya apa? Masih banyak manusia hidup bahagia di luar sana. Masih banyak cinta-cinta bertebaran di setiap detiknya. Dari sana aku semakin yakin, akan ada banyak sekali hal yang bisa aku ambil dari luasnya dunia. Aku ingin sekali keluar. Aku ingin melihat dunia lebih detail, dunia yang telah tersia-siakan sejak tiga tahun terakhir. Dan jika aku sungguh bisa terbang bebas melihatnya, maka izinkan aku, Cahaya Aldebaran, gadis tunawicara ini membagikan kisahku pada kalian. Boleh, kan? Start at June, 25th 2018

More details
WpActionLinkContent Guidelines