Sakyatama

Sakyatama

  • WpView
    Reads 32
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Mar 4, 2024
Arunika Mentari, gadis 12 tahun dengan kisah hidupnya yang penuh lika-liku. Dunianya hancur saat satu kejadian merenggut kebahagiannya. Aru merasa sendiri, hampa, kosong, sampai akhirnya bertemu seseorang yang sebelumnya untuk bertemu saja sangat mustahil. Tapi karena kejadian itu, membuat Aru bertemu Sakya. Remaja laki-laki seumurannya sang pemilik senyuman mentari. Dengan kehadiran Sakya, Aru tidak merasa sendiri lagi. Kisah mereka terus berlanjut, penuh tantangan, bahagia dan tangis melengkapi kisah mereka dari kecil hingga dewasa. Akan tetapi, dalam pertemuan pasti ada perpisahan. Entah itu hanya sementara atau selamanya. Tidak. Aru tidak ingin berpisah dengan Sakya apapun yang terjadi! Hanya Sakya yang mampu membuatnya terus tersenyum.
All Rights Reserved
#768
petualangan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Di Pertemukan
  • Antara Langit Dan Perasaan
  • Langit dan Cahayanya
  • Evans life at School
  • GRIZLEN {On Going}
  • Larasuma: Satu Langit, Satu Arus [UPDATED!!!]
  • Arka & Aira (END)
  • 7 Seconds
  • Hingga Takdir Menguatkanku

Hidup bukan tentang seberapa cepat kita sembuh, tapi tentang seberapa tulus kita memilih untuk terus melangkah, meski dalam keadaan belum pulih sepenuhnya. Caca bukan gadis yang sempurna-dan ia tidak sedang berusaha untuk menjadi satu. Ia hanya ingin belajar berdamai dengan masa lalu, dengan dirinya, dan dengan dunia yang dulu terasa terlalu bising untuk hatinya yang rapuh. Selama bertahun-tahun, ia hidup dalam ketakutan yang tak bisa ia ungkapkan. Ia menyimpan amarah, kecewa, dan keraguan pada dirinya sendiri. Tapi pelan-pelan, langkah kecilnya membawanya keluar dari gelap yang lama membungkusnya. Bukan karena semua rasa sakit itu tiba-tiba hilang, tapi karena kini ia tahu bahwa ia tidak sendiri. Melalui kegiatan OSIS, ia belajar suara dirinya juga berharga. Lewat pengalaman volunteer, ia tahu bahwa memberi bukan soal mampu atau tidak, tapi tentang peduli. Dan lewat kehadiran Aji, ia mulai memahami bahwa ia layak dicintai-tanpa syarat, tanpa harus menjadi orang lain. Caca mungkin tidak akan pernah benar-benar melupakan luka yang dulu, tapi kini ia tidak lagi membiarkan luka itu mengatur jalan hidupnya. Ia menoleh ke belakang bukan untuk tenggelam dalam kenangan, tapi untuk mengingat betapa jauh ia sudah melangkah. Ia bukan lagi gadis kecil yang hanya bisa diam saat disakiti-ia telah menjadi pribadi yang tahu cara mencintai, terutama mencintai dirinya sendiri. Pada akhirnya, DiPertemukan bukan sekadar cerita tentang cinta antara dua orang. Ini adalah kisah tentang pertemuan-pertemuan yang membawa makna. Pertemuan dengan teman baru, pengalaman baru, dan yang paling penting-pertemuan dengan jati diri yang selama ini tersembunyi. Caca tidak diselamatkan oleh siapa pun. Ia memilih untuk menyelamatkan dirinya sendiri... dan itu adalah bentuk keberanian yang paling indah. Penulis Calista Maulidina Syofyan

More details
WpActionLinkContent Guidelines