Ijen (sendiri)

Ijen (sendiri)

  • WpView
    LECTURAS 3
  • WpVote
    Votos 1
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación lun, oct 2, 2023
Rintan ayu kencono suco, gadis pendiam yang harus menanggung dan menuai apa yang di tanam oleh lehuruhnya. banyak hal yang tak membuat ia bingung dan ketakutan, hal baru yang sangat membuatnya terganggu. "paningal angsal kito agem, nanging ampon pitados sedoyo manah (penglihatan boleh kita gunakan, namun jangan mempercayai itu sepenuhnya)" kalimat dari oranng misterius itu membuat intan terdiam membeku. "kemari, kamu tidak akan sendiri lagi" bisik gadis berwajah pucat itu "minggat soko kene! aku gak pernah pengen kon! mbah-mbahku seng merumat kon! aku gak pernah pengen kon enek ndok kene! (pergi dari sini! aku nggak pernah menginginkanmu! mbah-mbahku yang merawat kamu! aku nggak pernah pengen kamu ada di sini!" teriakan intan membuat tawa beberapa sosok disana semakin keras dan melengking memekakan telinganya.
Todos los derechos reservados
#37
crepy
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • RUMAH SINTA
  • Anastasia
  • Indigo Somplak [End]
  • Fall in love with Ghost
  • 𝗜𝗻𝗱𝗶𝗴𝗼 𝗞𝗲𝗿𝗲𝗻 : 𝗜 ✔
  • Boneka Membawa Bencana
  • Warisan Gandari
  • Hantu Naci Piuu! [END]
  • Gentayangan di Kereta Terakhir
  • PERCAYA? [END]

"Kapan lagi dapat tempat creepy kaya gini" - (Ipang) "Dia ga nyanyi lagi, tapi malah seperti merintih..." - (Jon) "Dia biasa dipanggil Sinta sama orang-orang kantor. Kadang muncul di ruangan atas, kadang duduk di tangga, kadang mondar-mandir juga di sini, di pantri" - (Ucun) "Asal lu tahu, pegawai-pegawai sini memang sukanya cerita-cerita mistis, serba klenik. Yang ngga ada seolah-olah dibikin ada, seakan-akan nyata" - (Andri) "Dari awal datang ke sini memang sudah merasakan hawa yang nggak enak, nggak bersahabat. Ternyata betul perkiraan gue, rumah ini ada setannya!" - (Dedi) "Sebab aura negatif di tempat ini tidak lebih jahat dari hati orang-orangnya". Sesosok jiwa yang masih terikat jerat-jerat duniawi, membuatnya terus bergentayangan di setiap sudut ruangan. Meski bukan lagi rumahnya, ia tetap betah bersemayam di antara lalu-lalang orang-orang untuk merintih, meratapi masa lalu. Malam adalah gerbang, hening jadi mantra pengundang. Ia akan tiba. Sinta, kami biasa menyebutnya...

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido