Rent a Date [FIN]

Rent a Date [FIN]

  • WpView
    Reads 2,852,567
  • WpVote
    Votes 227,586
  • WpPart
    Parts 59
WpMetadataReadComplete Mon, Mar 17, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Opposites Attract
Romantic Comedy
Slow Burn
TAMAT & PART LENGKAP May contain some mature convos and scenes Menurut perjanjian, Robyn hanya boleh berurusan sekali dengan kliennya. Itu idealnya, tapi hidup Robyn tidak pernah berjalan sesuai dengan rencana. Robyn justru kembali bertemu dengan Harsa, klien yang pernah menggunakan jasa kencannya dan berada di nomor satu orang yang paling ingin dia hindari. Harsa masih menyebalkan. Ralat. Dia lima kali lipat bikin dongkolnya dari terakhir mereka bertemu. Saat Robyn yakin pertemuan mereka tidak akan terjadi lagi untuk yang ketiga kalinya, ternyata takdir melemparkan candaan dan membelit mereka semakin erat. Keep your receipt, keep your heart in check GENG BUAYA SERIES #3
All Rights Reserved
#204
romcom
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Beloved CEO : CEO Tercinta
  • How This Story Ends [FIN]
  • Dillema: The End Of Beginning
  • Zero-sum Love [FIN]
  • Boss Galak  & Sekretaris Badung [TAMAT]
  • Mr. Right For Now
  • I Love You, Sister!
  • The Honeymoon Is Over [FIN]
  • Say You Love Me [END]

Completed ✅ Bagi Stella Francis, bekerja di Peters & Co. adalah tiket satu arah menuju hidup yang lebih layak, walau itu berarti harus mengenakan sepatu murah yang lecetnya tak bisa disembunyikan, menyimpan bekal dalam kotak makan anak-anak, dan tetap tersenyum lebar sambil membawa lima gelas kopi untuk rekan satu tim. Ia tahu dunia kantor tak selalu ramah, apalagi jika atasannya adalah Stefan Peters, seorang CEO yang lebih nyaman berbicara dengan spreadsheet daripada manusia. Namun Stella bukan tipe wanita dua puluh tujuh tahun yang mudah surut. Di balik sikap riangnya, ada keteguhan yang telah ia tempa, bahkan oleh Stefan yang dikenal dingin. Perlahan, celah-celah kecil terbuka. Dalam ruang-ruang diskusi larut malam dan proposal yang disusun berdua, Stefan mulai melihat sisi lain dari Stella, bukan hanya sebagai rekan kerja dan karyawati yang selalu bersinar, tetapi sebagai seorang perempuan yang hidupnya ditambal oleh keterbatasan dan tak pernah kehilangan cahaya. Keduanya berjalan di garis tipis antara profesionalisme dan sesuatu yang jauh lebih personal. Karena ternyata, yang paling sulit bukan menjaga jarak, melainkan pura-pura tak merasa apa-apa. Tapi bagaimana jika yang coba mereka hindari justru satu-satunya hal yang layak diperjuangkan?

More details
WpActionLinkContent Guidelines