Us, Home, Memories.

Us, Home, Memories.

  • WpView
    Reads 9
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Sep 29, 2023
Singkat saja, kisah ku seperti orang kebanyakan, tapi aku tahu disetiap kisah selalu ada kesan istimewa yang membedakannya. Mungkin kisah ini biasa saja bagi sebagian orang, tapi bagiku yang merasakannya ini sangat membahagiakan dan juga menyakitkan. Tapi, dengan senang hati aku akan mengabadikannya di tulisan ini karena aku menyukainya, dan semoga kamu juga begitu. Mungkin ceritaku bisa dimulai dari sini. Saat aku berusia 6 tahun, tepatnya saat aku pertama kali menginjakan kaki disekolah dasar, Ibu ku memutuskan untuk menyusul Ayah di Jakarta. Ayah bekerja sebagai tukang kebun disana, dan sekarang Ibu juga ikut menjadi Asisten Rumah Tangga. Mereka bekerja cukup lama, aku sudah dianggap sebagai cucu dari pemilik rumah besar. Pemilik rumah besar itu sudah terbilang cukup tua, usianya sudah mau menginjak angka 70, mungkin ini salah satu alasan rumah besar itu dibangun. Sang pemilik rumah ingin menghabiskan masa tuanya dengan anak - anak serta cucu - cucunya yang menyebabkan rumah besar itu ramai penghuni. Ada 3 anggota keluarga tinggal di rumah utama dan aku mencintai salah satunya. Sekarang, mari kita menyelam di kisah ini, kisah yang sudah tenggelam begitu dalam, mungkin lumut - lumut itu sudah mengisi semua ruang didalamnya, tapi tak apa mari kita berkelana. *** Ini adalah cerita fiksi asli buatanku. Tentunya pasti masih banyak kekurangan ditulisan ini, tapi aku merasa bahagia bisa menumpahkannya disini. Ini akan menjadi awal untuk perjalanan kisah selanjutnya. Selamat menyelan bersama Jingga yang setia menanti senja.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • MY SWEET DUDA
  • POLARIS
  • JODOH RAHASIA ALLAH
  • A R S E A N A
  • Eliinaa
  • Cukup Mengagumimu [SELESAI]
  • Perempuan Dengan Segala Masalahnya (End)
  • CINTA UNTUK SENJA
  • Cinta di Atap SMA
  • -Sebuah Kisah untuk Senja-

annaya jeslyn anak yang belum genap berusia 22 tahun.ia hidup selalu ingin bisa hidup sendiri dikota jakarta . pada suatu hari ia sedang berbelanja di minimerket terdekat di apartemenya saat dijalan menuju pulang ia mendengarkan suara balita menangis. "hiks hiks mommy hiks" kemudian ia mendekati balita tersebut "haii kalian kenapa boy" tanya aya kepada para balita tersebut. kemudian ketiga balita tersebut langsung mendekat ke arah aya dan langsung memeluk kaki aya dengan erat. "mom-mmy jangan per- hiks pergi lagi k-kitta hiks kesepian a-aaku mau hiks ikut mommy aja" ucap salah satu balita tersebut. "hah mommy "beo aya " mommy dimana mommy kalian apa disana" (sambil menunjuk ke pasangan suami istri) "apa disana "lagi dan lagi anak anak tersebut hanya menggelengkan kepala mereka . " lalu siapa mommy mu "tanya ku anak itu malah menunjuku dan ya aku kaget dan langsung berkata "nak kakak bukan mommy mu" danlangsung saja anak itu menangis dan terus berteriak.dan disana aku dihadiahi tatapan tajam para pejalan kaki dikiranya aku mau buang anak aja apa orang nikah aja belom .karena tidak mau dipandangi orang orang sekitar aku langsung membawa anak anak tetsebut menuju ke apartemanku dan disinilah awal hidupku berubah dari semula yang tenang menjadi banyak konflik yang terjadi.

More details
WpActionLinkContent Guidelines