Story cover for Help Me! (On Going) by ciciciilatosss
Help Me! (On Going)
  • WpView
    LECTURAS 64
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Partes 1
  • WpView
    LECTURAS 64
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Partes 1
Continúa, Has publicado sep 30, 2023
Bagaimana rasanya diasingkan oleh keluarga sendiri? Bagaimana rasanya ketika hidup tapi dipaksa mati? Bagaimana rasanya ketika raga dan hati kita masih berusaha bertahan namun orang-orang disekitar kita membunuh kita secara perlahan? Bagaimana rasanya ketika ada tapi tidak dianggap ada? 

Apakah itu menyenangkan? Tentu tidak.

Itulah yang dirasakan seorang gadis yang masih berusia 17 tahun, cewek dengan rambut sebahu yang hidup nya selalu dihantui rasa sakit dan trauma secara bersamaan. Namanya Klarista Oktavia. Dia cantik, tapi sering terlupakan. Dia baik, tapi sering dikhianati. Dia setia, tapi sering ditinggalkan. Dia ceria, tapi disuruh menjadi diam oleh trauma.

Bagaimana caranya ia menjalani hari-hari yang sulit? Hidup yang selalu bergantung pada obat. Manusia mana yang kuat? Dia, dia sudah mengalami fase kehilangan, pengkhianatan, ditinggalkan dan di biarkan sendirian.

"Aku sulit menjalani hari-hari yang terasa berjalan begitu lambat." 


***


Lalu hidup dengan memilih untuk mengejar cinta seseorang yang hatinya ternyata bukan tercipta untuk kita? Rista mengejar cowok yang hidupnya sempurna. Cowok tampan sekaligus pintar, dia? Entahlah. Rista mengejar cinta cowok itu sampai goblok, karna ia mengira bahwa cowok itu adalah obat dari semua lukanya. 

Dia, Patra Narendra.

"Jika kuracun semesta, kau penawar bisa?"



**

Jangan plagiat!!!

Baca satu persatu!!!
Follow akun sebelum membaca!
Todos los derechos reservados
Tabla de contenidos
Regístrate para añadir Help Me! (On Going) a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
#9brokenangel
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
Forever mine de AuroraSecretum
58 partes Continúa
Prolog "Gila, sadis banget si Xavier." "Aluna juga tolol banget-udah tahu Canva nggak suka sama dia, masih juga ngejar-ngejar." Zena menatap layar ponselnya dengan ekspresi campur aduk: marah, jijik, dan frustrasi. Baru saja dia menamatkan novel Forever Mine, dan akhir ceritanya benar-benar bikin naik darah. "Udah gitu, Aluna matinya tragis banget. Disiksa di ruang rahasia Xavier cuma karena dia berani bully Sofia? Gila, nih cowok psikopat." Zena mematikan layar. Melempar ponsel ke kasur. "Udah ah, mending gue tidur aja. Capek." Tapi dia tak tahu, malam itu bukan malam biasa. Saat membuka mata, semuanya berubah. Lampu putih. Aroma antiseptik. Dingin. Seseorang menggenggam tangannya. "Aluna sayang... akhirnya kamu sadar juga," ucap seorang wanita lembut, penuh haru. Zena terdiam. Matanya mengerjap bingung. "Maaf, Tante... siapa Aluna? Nama saya Zena." Wajah wanita itu langsung pucat. "Luna, kamu jangan bercanda. Mama panggil dokter dulu ya, sayang..." Zena mematung. Jantungnya mulai berpacu tak karuan. Luna? Aluna... Atmajaya? "Nggak... ini nggak mungkin." Beberapa jam kemudian, dua cewek datang menjenguknya. "Luna, gue yakin ini ulah Xavier!" "Lo baru aja nyiram bakso ke Sofia kemarin, kan?" ucap Rebecca panik. Zena hanya bisa diam. Matanya kosong. "Sial... gue masuk ke dunia Forever Mine." "Dan lebih parahnya... gue jadi Aluna. Cewek antagonis yang bakal mati mengenaskan di tangan Xavier ." Tapi cerita tak berhenti di sana. Karena dalam dunia ini, satu perubahan kecil bisa mengubah takdir. Dan siapa sangka... Alih-alih ingin membunuh, Xavier justru mulai terobsesi... Pada Aluna yang kini bukan lagi Aluna duluh.
I'm Not Just a Figuran de izza21_b
60 partes Continúa
Citra Angraini adalah seorang gadis remaja yang akhirnya meregang nyawa di usia muda. Sedari kecil Citra sudah harus bolak-balik ke rumah sakit karena penyakit yang dideritanya semenjak lahir, Citra sangat suka membaca, terutama novel. Namun siapa yang menyangka Citra yang gemar membaca novel berakhir menjadi salah satu tokoh figuran bernama Sherlyn pada sebuah novel yang terakhir kali dia baca sebelum kematiannya di dunia nyata. Mengetahui tokoh Sherlyn yang akhirnya meninggal pada pertengahan novel berhasil membuat Citra sangat terpukul hingga dia membulatkan tekadnya untuk mengubah nasib Sherlyn melalui perubahan-perubahan kecil yang akan Citra lakukan. ---><--- "Pada novel Sherlyn menolak pertunangan ini, apa yang akan terjadi jika aku melakukan yang sebaliknya?" "Aku harus melakukan perubahan agar nasib Sherlyn juga berubah." "Yang benar saja, di dunia sana Aku baru saja mati, aku tidak mau mengikuti alur cerita ini dan akhirnya aku akan mati pada pertengahan novel." "Siapa yang perduli dengan novel ini, Aku sudah pernah mati sekali dan aku lebih menyayangi hidupku dari apapun." "Sesekali menjadi egois tidaklah terlalu buruk bukan. Maaf Davin aku akan memanfaatkanmu sekali ini aja." . . "Sherlyn ikut gimana baiknya aja." Setelah terdiam selama beberapa saat Sherlyn akhirnya menyetujui usulan pertunangan tersebut. Bagaimana kelanjutan kehidupan Citra di dunia novel? Bagi yang penasaran mampir aja oke . . Rank #🥇 fiance #🥇 fyp #🥇 mostwanted #🥇 teen #🥇 bucin #🥇 geng #🥇 iceboy #🥇 isekai #🥇 figuran #🥇 tenfiction #🥇 sekolah #🥇 fiksipenggemar #🥇 antagonis #🥇 tunangan #🥇 school #🥇 fiksi #🥇 sahabat #🥇 fiksiremaja #🥇 protagonis #🥈 cuek #🥈 baper #🥈 romantis #4 fantasi #5 transmigrasi #10 romance Start : 10/8/25 End : -
Quizás también te guste
Slide 1 of 10
The Time cover
ENVELOVE cover
RETAK: Sisi Lain Galen cover
Little Prince  cover
Leonard cover
RADEN cover
Forever mine cover
The Villain's Favorite Chef cover
I'm Not Just a Figuran cover
EXTRAORDINARY Figuran cover

The Time

38 partes Continúa

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.