CINTA TENTARA [ABDI NEGARA]

CINTA TENTARA [ABDI NEGARA]

  • WpView
    Reads 223
  • WpVote
    Votes 36
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Nov 18, 2023
cerita ini terinspirasi dari kisah Kapten Czi. (Anumerta) Pierre Andries Tendean (21 Februari 1939 - 1 Oktober 1965) adalah seorang perwira militer Indonesia yang menjadi salah satu korban peristiwa Gerakan 30 September pada saat dia bertugas sebagai ajudan Jenderal Besar TNI Abdul Haris Nasution.Tendean dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata dan ditetapkan sebagai Pahlawan Revolusi Indonesia pada tanggal 5 Oktober 1965. dan kisah cinta dari Rukmini Chaimin dan Pierre Awal kisah cinta yaitu Andreas dan Anindita yang merupakan ajudan dari suami istri -Author- Ini cuman fiksi, nama tokohnya fiksi, tempatnya juga. Aku hanya mengambil kisahnya saja, disini gak sepenuhnya seperti cerita kisah cinta mereka
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • MAJOR(ILY)
  • DEJANIRA (Terbit Ebook di Play Store)
  • 𝖄𝖆𝖓𝖌 𝕷𝖆𝖒𝖆 𝕻𝖊𝖗𝖌𝖎 || Pierre Tendean
  • KLANDESTIN ( SELESAI )
  • Merried
  • Silent Vows: between love and betrayal
  • Di Balik Seragam Ayah
  • He Fell First and She Never Fell?
  • 𝕻𝖆𝖘𝖙 𝕺𝖗 𝕱𝖚𝖙𝖚𝖗𝖊 1965 𝖔𝖗 2025.

HOT STORY IN : 2025 June, #9 Romance 2025 June, #2 Action 2025 June, #3 Aksi 2025 July, #3 General 2025 September, #4 Military 2025 March-June, August #1 Riset Huasya, mahasiswa S2 di kampus nomor 1 di Indonesia, selalu memiliki fantasi terhadap para abdi negara berseragam loreng. Ia bermimpi kelak dapat menjadi ibu Persit atau ibu PIA seperti novel romansa yang ia baca di aplikasi webnovel langganannya. Sayangnya tidak semudah itu baginya bertemu atau bahkan sekadar berinteraksi dengan para tentara. Ia yang melekat dengan citra "anak rumahan" tidak pernah seforum dengan tentara-tentara ganteng seperti yang diimpikan. Sampai satu hari Huasya mengikuti kegiatan orientasi kampusnya, akhirnya ia bisa bertemu dengan Mayor Dipta Bramantya-pria sejuta pengagum. Hanya saja, ternyata bertemu bukan berarti bisa bersama. Bersama bukan berarti bisa bersatu, bersatu bukan berarti selalu ada. "Minggir, tolong!" "..." "Huasya . . . " "Om Mayor, nikah, yuk!" Disclaimer : Cerita ini karangan fiktif belaka yang terinspirasi dari fenomena viral di tahun 2024. Apabila terdapat kesamaan penokohan karakter dalam novel dengan profil tokoh yang nyata, maka hal itu karena penulis merupakan penggemar tokoh tersebut. Cover generated by Neng Gemini, final editing by me.

More details
WpActionLinkContent Guidelines