One Night with My Villain Prince

One Night with My Villain Prince

  • WpView
    Reads 52
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jan 14, 2024
Carissa, 19 tahun Mahasiswi Fakultas Sastra Jawa di Universitas Nasional Jawa Tengah tiba - tiba terjebak dalam cerita Legenda berjudul Roro Jongrang. Di dalam cerita tersebut, Carissa menjadi tokoh sampingan yang tidak pernah ada dalam legenda. Dia menjadi seorang Putri Bangsawan tingkat rendah bernama Lara Bimasena dari wangsa Bimasena yang kurang begitu berpengaruh di Kerajaan Pengging. "Aku tidak perduli dengan cerita aslinya lagi pula aku berada di negara yang memenangkan perang", ucap Carissa yang menikmati hidupnya di Kerajaan Pengging. Namun ketenangannya hilang setelah ia mendapati dirinya tidur seranjang dengan Pangeran Bandung Bondowoso. Sejak malam itu Sang Pangeran terus menerus mengejarnya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Antara Aku, Kamu, dan Waktu (TAMAT)
  • Arca Terakhir: Kisah dibalik Legenda 1000 Candi Prambanan
  • Itik Buruk Rupa (TAMAT)
  • KENANGAN KOTA JOGJA KALA ITU [On Going]
  • RENJANA⚜ ✔
  • Prambanan Obsession (END)
  • Tersesat di Dunia Revendra
  • Shades Of Twilight

Rank 1 in Majapahit (14 Maret 2020) Rank 2 in Nusantara (16 November 2020) Rank 41 in Sejarah (12 November 2020) Rank 2 in Hayam Wuruk (14 November 2020) Rank 60 in Time Travel (16 November 2020) (Time Travel) Majapahit Empire Siapa sangka, pelarian dari perjodohan membuat Ria terjebak di masa lalu. Berharap terlepas dari masalah, malah menimbulkan banyak masalah lainnya. Seorang pria tampan namun aneh, mengaku dia penguasa tanah tempat Ria berpijak saat itu. Hayam Wuruk, yang memiliki gelar Sri Rajasanagara itu, menyeret paksa Ria. Bodohnya Ria karena berbahasa sunda ketika di tanya. Alhasil Pria itu menyeret paksa Ria ke Pendopo Agung. Hayam Wuruk beranggapan, jika Ria adalah mata-mata Pasundan yang di kirim Prabu Lingga Buana. "Akang, aing hoyong uih deui." "Tangkap mata-mata Pasundan ini!!!" "Anjir!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines