°Amorfatiku°

°Amorfatiku°

  • WpView
    Reads 24,439
  • WpVote
    Votes 1,374
  • WpPart
    Parts 20
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, May 21, 2024
Mengutip kisah Navarro yang akan mencintai takdirnya. "Mah? Yang bener aja dong! Masa iya Navarro nikah ama dia? Ga salah nih? Dia? Jadi istri Navarro? Mamah ga bisa apa cari yang lain gitu? Memangnya ada istri yang kayak dia?" Protes Navarro ke mamahnya. "Navarro! Pelankan suaramu! Memangnya ada apa dengannya? Tidak ada yang salah kok menurut mamah, dia juga penurut dan sabar jadi kamu sebagai suaminya pasti cocok memilikinya sebagai istrimu." Ucap mamahnya menasehati anaknya tersebut dengan nada pelan dan lembut. "Tapi mah.... Dia jaga diri sendiri aja pasti bisa, masa iya aku lagi yang mau ngelindungi sebagai.... suami? Kata mamah juga imut, ini mah sangar mah bukan imut maksudnya kebalikannya, lagipula mamah ini sadar ga sih kalau kita sama? Bukannya mamah pengen cucu?"tanya Navarro bingung dengan pemikiran mamahnya. "Kamu bodoh apa bagaimana sih? Didunia ini siapa pun yang telah mendapatkan gelar istri pasti bisa hamil, ya setelah gituan maksudnya bukan setelah nikah tapi langsung hamil." Ucapnya menerangkan kembali sesuatu yang seharusnya sudah Navarro tau bahkan anak-anak kecil pun juga tahu. Ga Penasaran? Yakin ga penasaran? Yaudah kalau penasaran Cus langsung baca aja! Mohon bijak dalam membaca. !¡ZONA WARNING¡! °boys love° °mpreg° °gay° °lgbt° °agak 21+° °homophobic menjauh!° °bottom muscle° °ga ada kata terbalik dengan posisi top and botnya° °terdapat kata baku dan tidak.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Husband chosen by parents [PondPhuwin] [BxB]✔️[Complete]
  • Istri Sah Ikky [B×B]
  • Blank「✓」
  • Victim「✓」
  • 错的爱Cinta Yang Salah (Yizhan)✔️
  • REVZIE ✓

"Ada lagi?" Tanya phuwin. Di angguki oleh Nara "urus, urusan kita masing-masing. Lu nggak boleh ikut campur urusan gua dan gua juga nggak bakal ikut campur urusan lu. Ngerti" "Iya kak" phuwin patuh. "Ohiya phuwin boleh tanya gak!" "Boleh. Tanya aja" Nara mempersilahkan phuwin untuk bertanya. Membuat phuwin jadi bingung. Lalu berfikir sejenak. "Oh ini. Phuwin mau tanya. Emang umur kakak berapa? Kok tadi mamah nya kakak bilang umur kakak udah pas untuk menikah." "30" singkat Nara. "Oh....HAH? LOH KAKAK UDAH TUA! TAPI HARUSNYA PHUWIN GAK PANGGIL KAMU KAKAK. TAPI OM YA?! SORRY OM" phuwin menunduk sopan minta maaf kepada orang yang jauh lebih tua di hadapannya ini. Nara berdecak kesal "sialan! Gw gak setua itu sampe lu harus panggil gw om. Udah bagus manggil gw kakak" "Ngga! Gabisa om. Kakak itu panggilan buat phuwin panggil ke orang yang jarak umur nya gak jauh jauh banget" tolak phuwin mentah mentah. Seketika Nara berfikir sejenak untuk mencari panggilan yang pas selain kaya om barusan "yaudah mas aja deh! Biar gak tua tua banget!" "Oke! Mas aja heheheh" phuwin kali ini setuju

More details
WpActionLinkContent Guidelines