Story cover for Dhamma by Rosita_Arsfy
Dhamma
  • WpView
    Reads 40
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 5
  • WpView
    Reads 40
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 5
Complete, First published Oct 03, 2023
Mature
Dhamma Bellatrix Qamar :

Cinta, persahabatan, pertemanan dan keluarga adalah sebuah kepalsuan. Hubungan yang aku gadang-gadangkan akan memberikan kebahagian atau bahkan sedikit saja warna, justru selalu mendorongku untuk menyerah dan mengakhiri semuanya. 

Kadang aku selalu berfikir kenapa takdir menempatkanku pada keadaan ini. keadaan dimana aku menjadi pihak yang selalu disakiti dan harus memaafkan apa yang sudah terjadi dalam hubungan yang ku jalani. 

Rasa ingin melawan kadang tumbuh dalam sukmaku. Tapi, rasa sayang dan cintaku terlalu besar sampai tidak sanggup untuk melakukannya. 

Cintaku, sahabatku, temanku dan keluargaku yang paling aku sayangi, aku menyerah. Aku menyerah dengan segala keadaan dalam hubungan yang sudah tercipta ini, dan aku menyerah atas kehidupanku.

Rasa sakit dan penghianatan yang kalian berikan selalu menggerogotiku siang dan malam sampai membawaku ketitik dimana aku meminta tuhan untuk segera membawaku pergi bersamannya.
Aku menyayangi kalian dan mungkin sangat menyayangi, sampai aku tak menyadari rasa sayangku perlahan-lahan membawaku kejurang kehancuran......
All Rights Reserved
Sign up to add Dhamma to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
ABOUT ME : Aku Ingin Istirahat by zei_llyn
17 parts Ongoing
"Kamu harus mendapatkan nilai sempurna." Ucap papaku dengan suara tegas, seolah-olah aku tak punya pilihan selain menjadi sempurna di matanya. "Kamu harus selalu mengalah dengan kakakmu." Ucap mamaku tanpa ragu dan menuntut. Bagi mama, akulah yang harus mengerti kakak dan mengalah jika bertengkar dengan kakak entah kakak yang benar atau salah. "Ini semua salahmu! Andai saja aku tak memiliki adik sepertimu!" Ucap kakakku dengan mata penuh kebencian, seakan keberadaanku adalah kutukan yang merusak hidupnya. "Kakakmu itu sudah sangat menderita, jadi kamu harus mengerti dia." Ucap nenekku, seperti akulah yang membuat kakak semakin menderita. "kamu mah enak! kamu pintar dan punya orangtua kaya!! Ga ada yang kurang dari hidupmu." Ucap salah satu teman perempuanku dengan nada iri, tanpa tahu betapa sepinya hidupku. "kamu beda banget sama kakakmu ya. Kakak mu cantik banget, tapi kamu? Jelek parah." Ucap salah satu teman laki-lakiku sambil tertawa, seolah aku hanyalah lelucon menyedihkan di matanya. "Terima kasih... Kamu selalu menjadi pendengar yang baik." Ucap sahabatku dengan nada lembut, tapi entah kenapa kata-katanya terasa seperti pengingat bahwa aku hanya ada untuk mendengar, bukan untuk didengar. Lalu, kakek menatapku. Matanya teduh, penuh kasih, berbeda dari yang lain. "Apa kamu benar-benar baik-baik saja, cucuku?" Ucap kakekku, satu-satunya suara yang terdengar tulus di antara semua itu. Aku ingin menangis. Aku ingin berteriak bahwa aku tidak baik-baik saja. Aku ingin mengatakan bahwa aku lelah, bahwa aku tak tahu harus bagaimana lagi. Tapi aku tersenyum lebar pada kakekku. Aku menahan air mataku agar tak jatuh, karena aku tahu... air mata tidak akan mengubah apa pun. "Aku baik-baik saja." Ucapku dengan nada ceria yang ku paksakan, seperti biasa. • Hasil karya sendiri • bahasa baku dan non baku • maaf kalau ada kesamaan tempat, nama, dsb dalam cerita *** Happy_Reading ***
You may also like
Slide 1 of 8
A Second Chance #Brotherhood 3 (Complete) cover
ABOUT ME : Aku Ingin Istirahat cover
Friend's Zone's cover
Haruskah Aku Bertahan? cover
LOVE AND FRIENDSHIP ( R & J : 1 )  cover
KENANGAN INDAH BERSAMAMU cover
Halaman Hidupku cover
Memories in Moon cover

A Second Chance #Brotherhood 3 (Complete)

16 parts Complete Mature

Warning 18+ (cerita ini sebagian di private) Bukan cinta menggebu yang aku punya, Tetapi hanya sebuah rasa yang tulus. Dapat di rasakan tetapi mengharapkan balasan. Aku tidak pernah tau dan tidak bisa memahami apa mau hati. Tetapi percayalah hati tidak pernah salah menentukan pasangan. Aku rela menukar kebahagiaanku dengan kesakitan untuk semua air mata yang kamu keluarkan untukku. Benci aku sepuasmu asallkan aku bisa melihatmu tersenyum meski dari jauh. Saat takdir tuhan menghancurkan semua mimpi. Hanya keikhlasan dan ketulusan yang dapat aku lakukan. Disana aku berusaha dan berjuang untuk melakukan kedua hal itu. Entah ikhlas dan tulus untuk melepaskannya atau ikhlas dan tulus untuk mempertahankannya.