Story cover for Rafael William struck by EcaMasruroh
Rafael William struck
  • WpView
    Membaca 25,096
  • WpVote
    Vote 619
  • WpPart
    Bab 17
  • WpView
    Membaca 25,096
  • WpVote
    Vote 619
  • WpPart
    Bab 17
Lengkap, Awal publikasi Okt 03, 2023
Ini tentang cerita perjalanan cinta beda agama 
 Rafael William struick seorang pemain sepak bola  dengan seorang artis papan atas bernama anantasya alexsander 

Apakah mereka akan bersatu?dan apakah ana akan di terima baik oleh keluarga Rafael?

Jangan lupa bacaa yaaa
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Daftar untuk menambahkan Rafael William struck ke perpustakaan kamu dan menerima pembaruan
atau
Panduan Muatan
anda mungkin juga menyukai
Kanva Dan Basket : Cinta Dalam Dua Warna oleh naaayll
15 bab Bersambung
Menceritakan kisah tentang Jonathan Alexander Zachary, seorang pemain basket yang beragama Kristen, dan Naqiya Basira Rasmiyyah, seorang berbakat dalam bidang seni yang menganut agama Islam. Sejak kecil, mereka selalu belajra agamanya mereka masing -masing. Mereka bertemu di sekolah, di mana kecintaan mereka terhadap basket dan seni menciptakan koneksi yang tak terduga. Namun, meskipun ada ketertarikan yang kuat di antara mereka, cinta mereka menghadapi hambatan besar: perbedaan agama yang jelas. Dunia di sekitar mereka-keluoarga, teman, dan lingkungan sekolah-mungkin tidak selalu mendukung hubungan mereka. Tekanan sosial ini menjadi semakin berat karena mereka bukan hanya berbeda agama, tetapi juga memiliki hobi, kepribadian, dan impian yang sangat bertolak belakang. Naqiya, dengan dunia kanvanya, adalah sosok yang tenang, kreatif, dan menyukai kehidupan sederhana. Baginya, kebahagiaan adalah meluangkan waktu menggambar di sudut yang sunyi. Sementara itu, Alex, dengan lapangan basketnya, adalah seorang pemimpin yang ambisius, penuh energi, dan terobsesi dengan kompetisi. Naqiya menghargai ketenangan, sementara Alex hidup untuk tantangan. "Kamu boleh mencitainya, tetapi jangan ambil Tuhannya" (Koritus:6 14-15) "Untukmu Agamamu dan Untukku Agamaku" (Al-Kafirun:6) Namun, perbedaan impian mereka juga menjadi penghalang. Naqiya bercita-cita menjadi seniman yang emosional melalui karya-karyanya, sedangkan Alex berambisi menjadi pemain basket profesional yang membawa kebanggaan bagi keluarganya dan sekolahnya. Naqiya memandang seni sebagai medium kebebasan, sedangkan Alex melihat dunia sebagai arena untuk membuktikan dirinya. Apakah mereka bisa bersatu meskipun ada perbedaan agama yang besar, atau haruskah mereka menyerah dan menerima dunia mereka?
anda mungkin juga menyukai
Slide 1 of 8
Kanva Dan Basket : Cinta Dalam Dua Warna cover
Ana radenal agasta cover
MUSUH JADI CINTA!!!!!!!!!!!!!!! cover
I reincarnated into the novel I read!?(DISCONTINUED)  cover
ILANA cover
Mengejar Cinta Kelas Sebelah cover
KENANGAN cover
transmigrasi antagonis boy (Completed) cover

Kanva Dan Basket : Cinta Dalam Dua Warna

15 bab Bersambung

Menceritakan kisah tentang Jonathan Alexander Zachary, seorang pemain basket yang beragama Kristen, dan Naqiya Basira Rasmiyyah, seorang berbakat dalam bidang seni yang menganut agama Islam. Sejak kecil, mereka selalu belajra agamanya mereka masing -masing. Mereka bertemu di sekolah, di mana kecintaan mereka terhadap basket dan seni menciptakan koneksi yang tak terduga. Namun, meskipun ada ketertarikan yang kuat di antara mereka, cinta mereka menghadapi hambatan besar: perbedaan agama yang jelas. Dunia di sekitar mereka-keluoarga, teman, dan lingkungan sekolah-mungkin tidak selalu mendukung hubungan mereka. Tekanan sosial ini menjadi semakin berat karena mereka bukan hanya berbeda agama, tetapi juga memiliki hobi, kepribadian, dan impian yang sangat bertolak belakang. Naqiya, dengan dunia kanvanya, adalah sosok yang tenang, kreatif, dan menyukai kehidupan sederhana. Baginya, kebahagiaan adalah meluangkan waktu menggambar di sudut yang sunyi. Sementara itu, Alex, dengan lapangan basketnya, adalah seorang pemimpin yang ambisius, penuh energi, dan terobsesi dengan kompetisi. Naqiya menghargai ketenangan, sementara Alex hidup untuk tantangan. "Kamu boleh mencitainya, tetapi jangan ambil Tuhannya" (Koritus:6 14-15) "Untukmu Agamamu dan Untukku Agamaku" (Al-Kafirun:6) Namun, perbedaan impian mereka juga menjadi penghalang. Naqiya bercita-cita menjadi seniman yang emosional melalui karya-karyanya, sedangkan Alex berambisi menjadi pemain basket profesional yang membawa kebanggaan bagi keluarganya dan sekolahnya. Naqiya memandang seni sebagai medium kebebasan, sedangkan Alex melihat dunia sebagai arena untuk membuktikan dirinya. Apakah mereka bisa bersatu meskipun ada perbedaan agama yang besar, atau haruskah mereka menyerah dan menerima dunia mereka?