Mama di Setumpuk Kertas

Mama di Setumpuk Kertas

  • WpView
    Reads 78
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Oct 25, 2023
Danira Agita tumbuh dalam ketidakpastian tentang ibunya yang telah meninggal sejak ia masih bayi. Banyak pertanyaan yang diajukan oleh Danira kepada ayahnya tentang ibunya yang telah tiada dan ini sering berujung pada pertengkaran. Selembar kertas misterius muncul setiap kali pertengkaran pecah antara Danira dan ayahnya, memberikan petunjuk-petunjuk yang menggugah rasa penasaran Danira. Ia memulai perjalanan pencarian untuk mengungkap rahasia keluarganya yang tersembunyi, menghadapi rintangan dan pilihan sulit yang dapat mengguncang hidupnya. Tetapi semakin dalam ia menggali, semakin gelap rahasia yang ia temui. Danira harus memutuskan apakah akan melanjutkan perburuannya untuk mengungkap kebenaran atau membiarkan rahasia keluarganya terkubur dalam setumpuk kertas misterius yang begitu menghantuinya. Lantas, akankah Danira berhasil mengungkap rahasia keluarganya yang tersembunyi? Ataukah ia akan memilih untuk membiarkan rahasia tersebut terkubur dalam setumpuk kertas misterius yang begitu menghantuinya?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Oddly Coupley (Complete)
  • Midnight Love
  • Langkah Dalam Kebetulan
  • Love For Khaizam
  • ANTITESIS [TAMAT]
  • The Hidden War
  • Terlalu Dekat untuk Dicintai
  • Rahasia di Balik Istana Pasir (END)
  • ALGENTA
  • Dinding Sunyi

"Daripada gue susah-susah cari calon suami yang oke, mending nikah sama lo aja, Ren. Yuk!" Ucapan Sybil dibalas semburan kopi yang langsung membasahi wajah jelitanya. Sementara itu, Daren yang terkejut tidak bisa bicara apa-apa. Otak sahabat yang sudah dua belas tahun dikenalnya itu, sepertinya memang benar-benar eror. "Lo tau kan kalau gue itu..." ucapan Daren menggantung. "Tau. Makanya gue mending sama lo. Tau sendiri gue nggak ada tendensi buat nikah. Nah... kalau sama lo at least nggak berasa nikah kan. Kayak kita bisa jadi housemate aja. Cuma emang 'terikat' supaya nggak kena grebek." Syibil mengemukakan alasannya begitu lancar. "Tap..." "Lo juga dapat benefit dari ini. Status kita nanti cukup buat jadi tameng di depan keluarga lo juga. Gimana?" Kemampuan persuasi Sybil memang luar biasa. Penawaran darinya terdengar menggiurkan ditelinga Daren. Lelaki itu pun dengan mudah setuju dibuatnya. "Deal."

More details
WpActionLinkContent Guidelines