Story cover for Anakarsa  by NaNaeun-
Anakarsa
  • WpView
    Membaca 53
  • WpVote
    Vote 5
  • WpPart
    Bab 1
  • WpView
    Membaca 53
  • WpVote
    Vote 5
  • WpPart
    Bab 1
Bersambung, Awal publikasi Okt 04, 2023
"Abang..." Nahen menyentuh lembut nisan putih dengan goresan hitam yang mengukir nama abangnya disana.
Buliran air asin sudah mulai berlomba-lomba untuk mengguyur mata indah sang pemilik, dengan degup nafas yang tak beraturan ia mengayunkan tangan kurusnya kearah tanah yang semakin basah karena rintik hujan.

"Tenang disana ya, Nahen titip salam buat bunda.." Ucapnya sembari meneguk kembali ludah untuk membasahi tenggorokan nya yang terasa sangat kering.

Ia membangunkan tubuh berbalut kaos putih dan jaket hitam itu dengan perlahan, kakinya mulai mengambil arah putar tanpa memedulikan satu ogok manusia yang sepertinya masih menunggu Nahen.
Satu langkah akan Nahen dapatkan sebelum rungu nya mendengar suara yang mengalun memanggil namanya.
Ia menghentikan langkahnya, tetap berdiam diri menunggu kalimat yang akan berlanjut dari sumber suara.

"Nahen.. Ayah rindu sama kamu, nak.."

Nahen membuka tawa ringannya.

"Kapan saya punya, Ayah?" Ejek Nahen sembari menolehkan sebagian kepalanya.

"Nahen Anakarsa!"















Karya murni milik author.
Dilarang mengcopy atau memplagiat cerita ini.
Harap tinggalkan komentar dan vote.

Terimakasih-
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang

1 bab

Daftar untuk menambahkan Anakarsa ke perpustakaan kamu dan menerima pembaruan
atau
#80son
Panduan Muatan
anda mungkin juga menyukai
It's Always Been You✔️  oleh WinterAurora00
44 bab Lengkap
Winter, gadis skater serba bisa dari Thunder Clan, merasa seperti terjebak dalam mimpi buruk ketika papanya tiba-tiba meminta, atau lebih tepatnya memaksanya untuk bekerja sebagai asisten rumah tangga di rumah keluarga teman orang tuanya. "Kalau adek nggak mau, papa bakal bakar semua deck yang rapi tertata di kamar adek sampai jadi abu." Ancaman itu langsung menusuk hati Winter. Deck-deck itu bukan sekadar papan luncur. Mereka adalah bagian dari dirinya, saksi setiap kompetisi dan penopang semangatnya. Mana mungkin ia membiarkannya jadi korban amukan sang papa? Dengan terpaksa, ia pun menyanggupi pekerjaan itu meski artinya harus membagi waktu antara kuliah di Universitas Kwangya dan mengurus rumah keluarga majikannya. Merawat empat anak di rumah itu sebenarnya bukan tantangan besar untuk Winter. Ia bisa dengan mudah mengatasi kelakuan si kembar usil, Jisung dan Ningning yang berusia tujuh belas tahun, juga kepolosan Sakuya yang berusia sebelas tahun dan si kecil Ian yang baru enam tahun. Semua terasa terkendali kecuali satu hal: Jaemin, si sulung yang tampaknya menjadikan Winter sebagai target utama untuk mencari-cari kesalahan. "Bener kamu jago masak? Yakin nggak bakal mati kalau makan masakan kamu?" "Otaknya pinter atau nggak sih? Sayang banget masa muda kebuang percuma. Kamu nggak minat nyambung kuliah?" "Baru pagi-pagi aja udah ngilang. Kamu ke mana emang?" Sumpah, kalau saja Jaemin bukan anak majikannya, Winter sudah lama melibas pria itu dengan deck kesayangannya. Menyebalkan bukan main. Namun, di balik semua adu mulut dan tatapan sinis itu, ada sesuatu yang samar. Perasaan yang pelan-pelan menyusup, tapi tak mungkin mereka akui. Di tengah kesibukan menjadi mahasiswa sekaligus satu-satunya gadis di Thunder Clan, mampukah Winter bertahan menghadapi kelakuan Jaemin yang seakan bisa meruntuhkan dunia? Dan apa yang akan terjadi ketika Jisung, Ningning, Sakuya dan Ian mulai menganggap Winter sebagai kakak mereka sendiri?
CEMARA PUNYA ASA oleh PemggembalaKopi
40 bab Lengkap
COMPLETED✓ [ Terbit bersama ParawansaProduction. Part masih lengkap✓] *Jangan lupa vote dan komentar. Deskripsi : Joni sang kepala keluarga, sosok hebat yang membesarkan anak-anaknya tanpa sosok istri. Istri cantiknya, bidadarinya yang meninggal bertahun-tahun lalu, meninggalkan ia bersama satu putra hebat, dan dua putra kembar yang unik. Joni itu setia, ia tak akan menikah lagi hanya karena kini ia sendiri, karena baginya, hidupnya sudah lengkap oleh ketiga anaknya dan kenangan bersama sang istri, tak lupa juga saudara-saudaranya yang setiap membantu ia merawat anak-anaknya. Mahen, anak pertama dari keluarga Cemara tanpa Bunda ini. Sosok kakak yang sangat posesif, apalagi kedua adiknya memiliki riwayat sakit yang sama. Anak sulung kebanggaan Papa Joni. Kakak pendukung bagi adik keduanya, Renan. Dan menjadi sosok role model, bagi adik terakhirnya, Harsa. Renan, anak tengah yang bahagia. Cemara bencana tanpa bunda, terobati oleh sosok Papa yang selalu ada. Sosok Mahen yang menjadi Kakak kebanggaan yang dapat diandalkan. Juga sosok kembaran, adik beda 15 menit yang selalu membuat ia hangat, layaknya matahari teduh yang tertutup awan. Harsa, bungsu kesayangan banyak orang. Matahari penyinar kehidupan banyak orang. Harsa, sosok yang selalu bersyukur atas segala hal, bahkan saat dimana ia merasakan sakit yang ia pendam diantara banyaknya kaish sayang di sekelilingnya. ••• Warning and Note : Don't Plagiat! Cerita ini murni pemikiran saya sendiri. Cerita ini ber-genre family-brothership, tidak mengandung unsur bxb. Mengandung sedikit kata-kata kasar, mohon bijak dalam membaca. Mengunakan visualisasi (tokoh) member NCT Dream. Mohon bijak dalam membaca, ini hanya karangan fiktif belaka, tidak ada sangkut pautnya dengan kehidupan member/idol yang tertuang dalam cerita ini. Semua foto di dalam cerita ini berasal dari pinterest. Start : End :
anda mungkin juga menyukai
Slide 1 of 10
It's Always Been You✔️  cover
CEMARA PUNYA ASA cover
Sadewa (END) cover
-KAKA KELAS- |SungRen cover
Mr. Bodyguard. ✔ cover
Forgive Me, Nat cover
Anak bungsu & sandal legenda (HAECHAN) cover
How To Fall in Love - NoHyuck - cover
La Victoiré. ✔ cover
Ramadhan With Barudak cover

It's Always Been You✔️

44 bab Lengkap

Winter, gadis skater serba bisa dari Thunder Clan, merasa seperti terjebak dalam mimpi buruk ketika papanya tiba-tiba meminta, atau lebih tepatnya memaksanya untuk bekerja sebagai asisten rumah tangga di rumah keluarga teman orang tuanya. "Kalau adek nggak mau, papa bakal bakar semua deck yang rapi tertata di kamar adek sampai jadi abu." Ancaman itu langsung menusuk hati Winter. Deck-deck itu bukan sekadar papan luncur. Mereka adalah bagian dari dirinya, saksi setiap kompetisi dan penopang semangatnya. Mana mungkin ia membiarkannya jadi korban amukan sang papa? Dengan terpaksa, ia pun menyanggupi pekerjaan itu meski artinya harus membagi waktu antara kuliah di Universitas Kwangya dan mengurus rumah keluarga majikannya. Merawat empat anak di rumah itu sebenarnya bukan tantangan besar untuk Winter. Ia bisa dengan mudah mengatasi kelakuan si kembar usil, Jisung dan Ningning yang berusia tujuh belas tahun, juga kepolosan Sakuya yang berusia sebelas tahun dan si kecil Ian yang baru enam tahun. Semua terasa terkendali kecuali satu hal: Jaemin, si sulung yang tampaknya menjadikan Winter sebagai target utama untuk mencari-cari kesalahan. "Bener kamu jago masak? Yakin nggak bakal mati kalau makan masakan kamu?" "Otaknya pinter atau nggak sih? Sayang banget masa muda kebuang percuma. Kamu nggak minat nyambung kuliah?" "Baru pagi-pagi aja udah ngilang. Kamu ke mana emang?" Sumpah, kalau saja Jaemin bukan anak majikannya, Winter sudah lama melibas pria itu dengan deck kesayangannya. Menyebalkan bukan main. Namun, di balik semua adu mulut dan tatapan sinis itu, ada sesuatu yang samar. Perasaan yang pelan-pelan menyusup, tapi tak mungkin mereka akui. Di tengah kesibukan menjadi mahasiswa sekaligus satu-satunya gadis di Thunder Clan, mampukah Winter bertahan menghadapi kelakuan Jaemin yang seakan bisa meruntuhkan dunia? Dan apa yang akan terjadi ketika Jisung, Ningning, Sakuya dan Ian mulai menganggap Winter sebagai kakak mereka sendiri?