Why do I Like You [On Going]

Why do I Like You [On Going]

  • WpView
    Reads 253
  • WpVote
    Votes 23
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jun 18, 2025
π™΄πš—πšπš’πš—πš πš™πšŠπšœπšπš’ πšŠπš”πšŠπš— πšœπšŽπš•πšŠπš•πšž 𝚊𝚍𝚊 πšπš’ πšŠπš”πš‘πš’πš› πšŒπšŽπš›πš’πšπšŠ, πš‹πšŠπš‘πš”πšŠπš— 𝚜𝚊𝚊𝚝 πš”πš’πšπšŠ πš•πšŠπšπš’ πšŒπš‘πšŠπšπšπš’πš—πš πš™πšžπš— 𝚊𝚍𝚊 πšŠπš”πš‘πš’πš›πšŠπš— πš—πš’πšŠ. Emmaline Aspen, gadis yang terlihat tenang dari luar namun penuh badai di dalam. Dia terbiasa menyimpan segalanya sendiri rasa takut, kecewa, bahkan cinta. Tak ada yang benar-benar tahu seberapa keras ia berjuang, termasuk orang yang paling ia sayangi. Perasaannya tak pernah dianggap, usahanya tak pernah dihargai. Hari-harinya dipenuhi senyum palsu dan tawa singkat yang menyamarkan luka. Hingga akhirnya, ketika dinding kesabarannya runtuh, Emmaline menyadari bahwa dia terlalu lama membiarkan dirinya tersakiti. Ia mulai belajar memeluk luka, bukan untuk kembali terjatuh, tapi untuk benar-benar pulih. Menjauh dari seseorang yang ia cintai bukan karena benci, tapi karena sadar cinta seharusnya tidak menyakitkan. "Pada akhirnya menjauhimu adalah sebuah keharusan," bisiknya pada bayang-bayang masa lalu. Warning⚠️ -plagiarism stay away from here. -cerita mengandung sedikit banyaknya kata-kata kasar. -tidak suka? go!
All Rights Reserved
#853
luka
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hopeless
  • I'm ~ Twins Girl [END]
  • About feelings   (selesai)
  • False Hopes
  • FRIENDzone (Completed)
  • TITIK LUKA
  • AKARA (Ending)
Hopeless

Repost update rutin setiap Rabu, Jumat dan Minggu di jam 8 malam :"-) :::: Kita adalah kisah happy ending dengan epilog yang menyakitkan. :::: "Sakit." Bukan. Bukan lukanya namun perasaannya. Ia menarik napas panjang, dadanya teramat sesak, bahkan bernapas pun begitu menyakitkan. "Tuhan, tolong dengar, aku mau pulang." Lirihan yang penuh duka keluar begitu saja. Semesta seolah senang melihat senyum di sudut bibir Jeslin bertambah pudar. "Aku hanya penikmat luka yang tidak pernah mengerti cara untuk sembuh." "Terluka lalu lupakan" "Sulit, tapi aku sanggup." "Terima kasih atas semua luka yang tak pernah berujung."

More details
WpActionLinkContent Guidelines