Ulurkan tanganmu

Ulurkan tanganmu

  • WpView
    Reads 34
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, May 10, 2024
WpInfo
Fiction
Horror
Milima bilang bahwa keluargaku itu aneh. Hanya aku yang terlihat normal diantara kami. Dia bilang kakakku memiliki wajah tidak normal, terlalu bercahaya. Ibuku terlalu lembut, ayahku terlalu pekerja keras. Bukankah itu normal? Aku pikir begitu. Mungkin satu-satunya yang tidak normal hanyalah kandang kambing hitam di belakang rumah yang tidak boleh aku kunjungi.
All Rights Reserved
#912
supranatural
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Miracle of Survival [END]
  • Fase dalam Lingkaran [Selesai]
  • DOPAMINE [HIATUS]
  • BINTANG 1117
  • RALD
  • Shattered Soul
  • X = Savior✔
  • Insecure [REVISI]

"Bahagia? Bahkan aku terlalu takut buat mikirin hari esok." Ucapannya lirih, tapi cukup menusuk di antara dinginnya malam. Matanya kosong, seolah raganya hadir di sana, tapi pikirannya tersesat entah ke mana. Sejak kecil, hidup tak pernah memberinya ruang untuk bernapas lega. Bahagia hanya terdengar indah di kepala orang lain, tapi tak pernah nyata dalam hidupnya. Terlalu banyak kehilangan, terlalu banyak luka, sampai ia kebal-bahkan pada harapan. Suara-suara yang tak bisa ia hentikan, bayangan-bayangan yang tak bisa ia usir; skizofrenia mengurungnya dalam dunia yang tak dipahami siapa pun, bahkan dirinya sendiri. Hari esok? Baginya, lebih menakutkan dari hari ini. Karena esok hanya menuntut satu hal: "Masih kuat, nggak?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines