Entah apa yang aku dan ia pikirkan, memang sangatlah benar hal itu benar-benar nyata. Tawa dan rintihan itu masih tertinggal di ruang waktu ini. Entah... aku hanya bisa berdoa agar mereka tenang dalam damai.
Aku terus menahan semua yang ada di hati dan pikiranku. Mencoba tersenyum di depannya meski tidak tulus.
Badai.. Ada badai di hatiku yang berkecamuk. Begitu menyakitkan, membuatku muak. Aku tak pernah merasakan hal seperti ini sebelumnya.
Kenapa sakitnya tidak mau hilang.. Kenapa rasanya begitu menyakitkan..